“Yang jelas, KNPB tidak akan pernah turuti panggilan Polda Papua untuk memeriksa ketua umum kita, ada banyak kejanggalan yang ditemui.”
“Kami sangat bingung dengan penerapan hukum yang diterapkan, hingga dengan mudahnya Kapolda mengeluarkan pernyataan pemanggilan melalui media massa, tidak melalui surat resmi.”
Menurut Mako, jika Kapolda ingin meminta keterangan dari Ketua Umum KNPB, seharusnya Polda Papua memberikan surat pemanggilan secara resmi, bukan asal-asal umumkan lewat media massa, apalagi KNPB sendiri punya aturan oraganisasi yang jelas dan harus dipatuhi juga oleh Polda.
Sampai detik ini, lanjut Mako, tidak ada surat pemanggilan yang masuk ke sekertariat KNPB dari Polda Papua, bahkan melalui pesan singkat via Handphone, atau melalui telepon sekalipun.
“Seharusnya Kapolda mengeluarkan surat pemanggilan secara tertulis, bukan diumukan di media massa secara luas, seakan-akan sudah pernah berikan surat panggilan tertulis ke KNPB,” ungkap Mako kecewa.
Karena itu, menurut Mako, dengan cara-cara seperti ini sebenarnya Kapolda Papua sedang mencari masalah dengan KNPB, sebab Kapolda Papua sendiri dinilai tidak menuruti aturan hukum Indonesia, yakni melayangkan surat pemanggilan secara resmi.
“Kami sangat sesalkan cara-cara seperti ini, dimana tidak ada surat pemanggilan yang resmi, namun opini dari Kapolda dibesar-besarkan oleh media massa,” ujar Mako yang juga pernah mendekam di penjara akibat aktivitas Politiknya.
Mako menilai tindakan Kapolda sangat berlebihan jika terus memanggil Ketua Umum KNPB untuk diperiksa, karena pasti akan ada lagi pemanggilan terhadap aktivis-aktivis Papua yang lainnya.
Mako juga menegaskan, Kapolda Papua harus tahu, bahwa alat-alat budaya Papua seperti panah, kapak dan tombak yang dibawah rakyat Papua saat demo pada tanggal 2 April lalu adalah alat-alat budaya rakyat Papua.
“Kami hanya ingin menunjukan keunikan budaya Papua, bukan untuk bertindak brutal atau membuat rusuh seperti yang sedang diduga-duga oleh aparat keamanan,” kata Mako di depan wartawan.
Mako juga berharap Polda Papua tidak terus memprofokasi perjuangan rakyat Papua dengan menyebutkan orang pantai dan orang gunung, karena ini adalah provokasi dari Kapolda untuk menghancurkan persatua orang Papua.
“Kalau dilihat, sangat jelas muatannya, bahwa Kapolda telah memprovokasi rakyat Papua Barat, sebab dilapangan saat demo itu tidak hanya orang gunung saja, tetapi rakyat dari seluruh tanah Papu ikut ambil bagian,” jelas Mako.
Alius Asso, salah satu anggota KNPB yang mendampingi Mako Tabuni juga menegaskan, bahwa KNPB tetap tidak akan memenuhi panggilan Polda Papua terhadap Ketua umum KNPB.
“Aksi kami tidak mengikat pada hukum Indonesia, sebab aksi tersebut dilakukan dengan tidak mengantongi surat dari Polda,” tegas Asso.
Asso justru mempertanyakan sikap Polda yang tidak membubarkan aksi, atau memblokir jalan saat aksi digelar karena tidak mengantongi ijin dari Polda Papua.
Sebelumnya, kepada salah satu media local di Papua, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. BL Tobing mengatakan, pihaknya akan tetap memanggil Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Buchtar Tabuni untuk dimintai pertanggunjawaban.
“Kami memberikan waktu bagi dia untuk datang setelah Paskah pada minggu kedua atau minggu ketiga. Bila sampai dengan panggilan ketiga nggak datang lagi, nanti kita lihat hukumnya,” kata Kapolda.
Dikatakan, jika yang bersangkutan menolak memenuhi panggilan pihak berwajib guna mempertanggungjawabkan aksi demo menuntut referendum terpisah dari NKRI, namun tanpa mengantongi izin dari aparat keamanan setempat, maka yang bersangkutan terancam ditangkap paksa. (ARNOLD BELAU)
Saturday, April 7, 2012
KNPB: Kami Tidak Akan Turuti Panggilan Polda
Mypapua
7:31 AM
No comments
Ket Foto: Assa Asso (Anggota KNPB), Mako Tabuni (Ketua I KNPB) dan Viktor Yeimo (Jubir Internasional KNPB) saat gelar Jumpa pers (Arnold Belau/SP).
Demikian penegasan Ketua I KNPB Mako Tabuni, ketika menggelar Jumpa pers di Café Prima Garden, Abepura, Jayapura, Papua, Sabtu (7/4), siang tadi.
SUMBER: SUARAPAPUA
Mypapua
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →
Translate
Followers
NEWS
-
Djuyoto Memprediksi Tahun 2015 Indonesia Pecah. Beragam reaksi dan tanggapan muncul ketika wacana tentang masa depan Indonesia, yang...
-
Oleh: Victor F. Yeimo1 Konflik politik di Papua Barat tentang keabsaan wilayah terus dipertengtan...
-
Aksi Demo 15 Agustus 2016, (foto doc knpb) Pertanyaan Yang seringkali akan selalu bartanya ketiga ada tuntutan referendum memuncak di w...
-
FOTO-FOTO KORBAN KEKERASAN MILITER DI PAPUA TERHADAP RAKYAT SIPIL
-
Yogyakarta, Tabloid-Wani -- Obi Kogoya (20 thn) Mahasiswa Papua di Yogyakarta diperlakukan bukan seperti manusia. Ini tindakan ormas yang...
-
Pelabuhan jayapura TNI Angkatan Darat Baru Tiba dari Makasar . Jayapura Rabu 02 Oktober 2013 Pendoropan Pasukan M iliter ...
-
WAMENA( UMAGI)— Kerusuhan Wamena berdarah kembali terjadi di atas Tanah Papua, kali ini di Pasar Sinakma Wamena Jayawijaya Papua, Rabu ...
-
BEKAS RUMAH DIBAKAR OLEH MILITER (TNI-POLRI) DI MARKAS BESAR TPN-OPM DEVISI II MAKODAM PENKA IV PANIAI PAPUA (FOTO: ILST/GOOGLE) ...
Contact
Popular
-
-
Djuyoto Memprediksi Tahun 2015 Indonesia Pecah. Beragam reaksi dan tanggapan muncul ketika wacana tentang masa depan Indonesia, yang...
-
Peristiwa Luar Biasa dialami oleh PDT. MARTEN NAWIPA,S.PAK, kejadian terjadi pada anak kandungnya sendiri teridiri dari 4 anak dalam kamar ...
-
PAPUA--Memperingati Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Papua, mama Papua asal Timika bernama Auweeumau A. menjual bermacam-macam Kera...
-
Sidang Ke enam Ketua KNPB Timika, Stven Itlay Timika, Knpbnews--- Sidang demi sedang sejak awal sampai kemarin sidang kelima Ketua...
-
Timika sebuah Daerah yang luas dan kaya akan Sumber Daya Alamnya. Kekayaan ini membuat sekian ribu suku berbondong - bondong datang...
-
Masa aksi AMP Menuntut Hak Menetukan NAsib Sendiri Sebagai solusi demkratis bagi rakyat papua barat yang berlangsung di depan Gedung M...
-
Preliminary As anticipated, action alerts by May 1, 2013 is remembered as the Papua People's Day 50th Anniversary of Annexati...
-
SATPOL PP WAMENA KROYOK ANGGOTA KNPB MENINGGAL DUNIA DI RSUD WAMENA WAMENA -KNPB-News, Menjelang penyelesaian khasus HAM PAPUA oleh ...
-
PLEASE SHARE - URGENT NEWS FROM WEST PAPUA At least 18 people including children found brutally mutilated and murdered, 2 people ...
0 SILAKAN BERKOMENTAR :
silakan komentar anda!