TERKINI



Translate
English French German Spain Dutch Italian Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese

--------------------->>>>>>

--------------------->>>>>>

PELANGGARAN HAM

AKTIVIS PAPUA

PERJUANGAN AKTIVIS KNPB-PNWP

PERJUANGAN MAHASISWA PAPUA

PERJUANGAN TPN-OPM

Thursday, February 1, 2018

Ini awal Mulai Kejadian Luar Biasa di ASMAT

WEST PAPUA     6:21 PM   No comments

Ko rumah sakit bawah senjata, pak Kami Butu Obat Bukan Senjata
Timika, -- Keadaan sesunggunya apa yang di alami  warga masyarakat Papua khususnya kabupaten Asmat  Papua, ini awal Kejadian Luar Biasa (KLB) mulai sejak akhir Tahun 2017 (Nopember-desember), ada tim Expedisi dari Tentara Nasional Indonesia  (TNI) masuk  di Asmat Papua bersama Tim Gelap yang tidak di ketahui dari kelompok mana.

Tim Expedisi dan Tim Gelap itu mereka melakukan berbagai kegiatan di Asmat, diantaranya berbagai perlombahan olaraga dan tim gelap  yang diduga di backup oleh TNI itu mulai masuk ke rumah ke rumah warga untuk mengecek seluruh isi rumah sampai masuk di kamar tidur dikampung-kampung dan seluruh kota Asmat.

Walaupun pemilik rumah belum ada mereka se-enaknya masuk kedalam rumah  mengecek isi rumah dengan menggunakan alat canggih  semacam alat deteksi, kata salah satu  warga  Yohanes Cembe.
Cembe juga menjelaskan, setelah Tim tersebut masuk, awal bulan januari 2018, dalam satu minggu hampir 150 orang anak  meniggal, anak-anak tersebut meninggal dirumah mereka dan ada juga meninggal dirumah sakit Asmat.

“Masih berlanjut sampai masuk minggu kedua kurang lebih 500-an anak meninggal sampai saat itu rumah sakit asmat dipenuhi pasien” ungkapnya.

Setelah ada kabar tersebar di dimana-mana mengenai  Warga Asmat mengalami kejadian luar biasa, maka ada bantuan kemanusiaan  dari berbagai pihak diantaranya. 1. Keuskupan Katolik  (berupa Makanan yang bergisi), 2. TNI ( Berupa Obat-obatan dan Medis  versi TNI dengan Senjata Lengkap Masuk ke rumah sakit),  dan 3. Bantuan dari Pemerintah pusat, Propinsi dan Daerah, (berupa sembako, obat-obatan).

Walaupun banyak bantuan yang mengalir  datang membantu warga Asmat,  tapi masih saja tidak tertolong banyak anak-anak yang meninggal terhitung dari bulan januari  2018 sebanyak 1.700-an orang anak meninggal rata-rata umur 0-6 Tahun.

 Menurut Warga, Jhon Besempit, anak saya tiga orang  meninggal, dia menyatakan Kejadian Luar Biasa ini tidak pernah terjadi sebelumnya, nenek moyang kita pun tidak perna mengalami hal  seperti ini. Hanya pertama kali, akhir tahun 2017-awal tahun 2018 ini baru terjadi.

Menurutnya, setelah ada Tim gelap dari TNI (Expedisi) masuk Asmat “baru mulai kejadian ini muncul, dan kamipun mencuriga karena pertama datang bantuan pun dari TNI dengan Senjata Lengkap Masuk Kerumah sakit, ”katanya.

Menurut Jhon Kami warga membutuhkan Obat dan Dokter mantri, suster, tapi TNI datang dengan Senjata Lengkap, ini menunjukan mental fisik kami terganggu kami lagi dalam tekanan batin, apa lagi anak-anak kami yang kecil.

“Menurut hasil  dokter indonesia penyakit yang diterita anak dibawah umur adalah  wabah  campak dan gisi buruk,” Lanjut Jhon, lebih aneh lagi, wabah  campak dan gisi buruk ini yang dirasakan dan dialami sakit hanya Orang Asli Papua (OSP) Asmat kota dan kampung-kampung. Tidak termasuk anak-anak  orang pendatang dari Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Ambon dll. Tapi kejadian luar biasa ini dirasakan oleh warga asli Asmat,"jelasnya.

Warga memintah pihak independen investigasi kasus kejadian luar biasa ini, penyakit ini mulai dari mana, siapa yang buat, penyebabnya apa?.

Dari analisa warga, Pertama: orang pendatang bekerja sama dengan TNI, melakukan penyebaran Virus Cambak dan gisi buruk, untuk pemusnaan ras melanesia di pesisir pantai Papua selatan demi perampasan Tanah kepentingan orang pendatang mulai  kuasai asmat.

Kedua: Asmat sendiri terkenal dengan ukuran patung terbuat dari kayu, terkenal sampai regional dan Intrnasional, ini misi Expedisi terselubung TNI melakukan pemusnaan Ras melanesia, menghabiskan generasi 15-30 tahun kedepan di kabupaten Asmat.

Ketiga: Pemerintah Indonesia melalui TNI melakukan Pemusnaan orang asmat 20 tahun kedepan, supaya asmat dikuasai pendatang memperkuat colonialisme di Asmat.

Keempat: Asmat sendiri kabupaten diatas Papan tidak ada Mobil. TNI Awal masuk Expedisi, Bantuan Kemanusian Pun TNI pertama Masuk Asmat, lalu TNI sendiri Mengakui bahwa Gisi buruk sudah diatasi, seadaan TNI jadi Dokter.

(admin)
Jika sudah baca mohon Analisa Foto dibawah ini..




















Thursday, January 18, 2018

Ini Solusi Legislator Untuk Penyelesaian Pelanggaran HAM Papua

WEST PAPUA     5:19 PM   No comments
Ilustrasi Demo Mahasiswa di DPR Papua 
terkait masalah pelanggaran HAM di Papua - Jubi/Arjuna
Jayapura - Legislator Papua, John NR Gobai, menyarankan salah satu solusi kepada pemerintah pusat untuk menyelesaikan masalah pelanggaran HAM di Papua.
Ia mengatakan, salah satu solusi yang perlu diambil, jika negara belum dapat memberikan pengakuan kepada Papua, yakni Presiden Jokowi perlu mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) atau mengamandemen Undang-Undang (UU) No 39 Tahun 1999, tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan UU No 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.
Menurutnya, dalam Perpu atau amandemen itu, hal pokok yang mestinya masuk sebagai implementasi mendasar dari UU No 21 Tahun 2001 yakni pembentukan Komisi HAM Papua yang memiliki kewenangan sama dengan Komnas HAM RI, bukan Komnas HAM RI perwakilan Papua.
"Hal lain, dibentuk Pengadilan HAM, sehingga mesti ada pasal yang mengatur secara khusus dalam UU No 26 Tahun 2000, dan mengacu pada UU No 21 Tahun 2000. Selain itu, dibentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR)," kata Gobai kepada Jubi, Minggu (7/1/2018).
Menurutnya, ini perlu dilaksanakan dengan norma hukum lex specialis, apalagi dalam UU No 21 Tahun 2001, telah tersurat pembentukan Pengadilan HAM dan KKR.
"Pengadilan HAM dan KKR adalah jalan penyelesaian Pelanggaran HAM menurut UU No 21 tahun 2001," ujarnya.
Katanya, memang ironis meski Indonesia memiliki UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, dan UU Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, sebagi instrument hukum dalam penegakan hukum dan perlindungan HAM, namun khusus di tanah Papua, Pemerintah Indonesia tidak pernah memiliki kemauan politik menyelesaikan berbagai tindakan yang dikategori pelanggaran HAM berat, sebagaimana diatur dalam pasal 7, pasal 8 dan pasal 9 UU No 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.
Kekerasan demi kekerasan telah ditanamkan. Jika kekerasan dilakukan negara, melalui oknum aparat menggunakan alat negara terhadap rakyat Papua, telah menamkan kebencian rakyat Papua.
"Ditambah lagi praktik impunitas terhadap oknum pelaku, karena pelanggaran HAM itu, masyarkat Papua meminta pengakuan atas kemerdekaan sebagai sebuah negara yang pernah ada pada 1961," ujarnya.
Kepala kantor perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, mengatakan KKR merupakan bagian dari solusi menyelesaikan kasus hukum bernuansa HAM di Papua.
Jika nanti KKR ini dapat terbentuk, diharapkan bekerja di luar pengadilan, untuk kepentingan rekonsiliasi, meski kedudukan KKR tidak dapat disetarakan dengan pengadilan HAM.
"UU terkait KKR memang telah dicabut secara nasional, namun jika mengacu pada UU Otsus Papua, terbentuknya KKR dibutuhkan untuk penyelesaikan kasus bernuansa HAM. Tidak hanya kekerasan, juga non-kekerasan,” kata Frits kepada Jubi belum lama ini. (*)

Thursday, January 11, 2018

PERNYATAAN SIKAP TPN-OPM MARKODAP III NDUGAMA

WEST PAPUA     8:58 AM   No comments
PERNYATAAN SIKAP TPN-OPM MARKODAP III NDUGAMA

Kepada Yth:

Pimpinan Dan Negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Presiden Dan Ketua Senat Amerika Serikat.
Kepala Negara Dan Ketua Parlemen Belanda
Kepala Negara Dan Ketua Parlemen Australia
Pimpinan Dan Seluruh Jajaran Ulmwp
Pimpinan Dan Jajaran Makodam Tpnpb-Opm Se-Papua Barat
Pimpinan Dan Seluruh Jajaran KNPB
Pimpinan Dan Seluruh Jajaran PNWP
Pimpinan Dan Seluruh Jajaran IPWP
Pimpinan Dan Seluruh Jajaran ILWP
Pimpinan Dan Seluruh Jajaran WPLO
Pimpinan Dan Seluruh Jajaran MSG
Pimpinan Dan Seluruh Jajaran PIF
Pimpinan Negara-Negara Pasifik Rumpun Melanesia
Negara Anggota Uni Eropa
Negara-Negara Di Benua Afrika
Pimpinan Negara-Negara Di Benua Asia
Bapak Paus Sebagai Kepala Gereja Kaltolik Sedunia
Pimpinan Seluruh Denominasi Gereja Kristen Sedunia.
Pimpinan Dan Anggota Seluruh Organisasi LSM
Pimpinan Dan Anggota Seluruh Media Cetak Dan Elektronik Pendukung Perjuangan Papua Merdeka Di Tingkat Lokal, Nasional, Regional Dan Internasional.

Dan Yang Kami Hormati Dan Cintai Rakyat Bangsa Papua Barat.
Sebagai Wujud Rasa Syukur Bangsa Papua Atas Kasih Karunia Dan Anugerah-Nya Dalam Membentuk Nusa Papua Yang Kaya Akan Sumber Daya Alam Dan Bangsa Papua Yang Begitu Unik, Sebagai Wujud Penghormatan Kepada Nenek Moyang Atas Warisan Gen Dan Sda Papua Dan Demi Kelangsungan Hidup Bangsa Papua Serta Kelestarian Sumber Daya Alam Papua. DENGAN INI Kami Menyatakan Sikap:

Meminta kepada pimpinan dan negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera membuka dokumen kejanggalan penyelenggaraan PEPERA secara transparan dan sebagai upaya menebus kesalahan karena memendam kejanggalan, segera membentuk panitia khusus untuk menggelar referendum bagi bangsa Papua sebagai pengganti penentuan pemilihan rakyat (PEPERA) yang tertunda karena Indonesia tidak pernah melaksanakan PEPERA sesuai mekanisme internasional.

Kepala Negara Amerika Serikat D.T. Segera Mempertanggungjawabkan Konspirasi Negara Amerika Serikat Untuk Membarter Status Politik Dengan PT. FI melalui N. A. 
Kepala negara belanda segera membuka rahasia konspirasi dan menyatakan dukungan atas perjuangan Papua medeka.

Rakyat Bangsa Papua Telah berkonsensus membentuk Negara Kesatuan Republik Papua Barat (NKRPB), memanifestokan dan Memproklamasikannya pada tanggal 1 Juli 1971, Namun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan klaim tanpa Dasar menganeksasi Negara Kesatuan Republik Papua Barat (NKRPB) dan menginvasi teritorial Negara Kesatuan Republik Papua Barat (NKRPB). Oleh karena itu, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) segera mengakui dan mengembalikan kedaulatan politik bangsa Papua Barat yang sedang dianeksasi.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Segera menurunkan, melipat dan mendeportasi bendera merah-putih dari teritorial Negara Kesatuan Republik Papua Barat (NKRPB) Dari Sorong Sampai Merauke.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Segera Mendeportasi Seluruh Warga Negara Indonesia Yang Masuk Ke Dalam dan menginvasi Teritorial Negara Kesatuan Republik Papua Barat (NKRPB) Dari Sorong Sampai Merauke.

dibawah komando Jend. Daniel Kogoya Dan Jend. Silas Kogoya selaku Pimpinan MARKODAP III Tentara Pembebasan Nasional (TPN) di bawah payung Organisasi Induk Perjuangan Papua Merdeka yaitu Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) komandan operasi Egianus Kogoya Menyatakan Bertanggungjawab Atas Peristiwa Penembakan Dan Perampasan Senjata Di Ibu Kota Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Kami Melakukan Penyerangan Terhadap Tentara Nasional Indonesia (TNI) Yang Bekerja Membanugn Jalan Trans Wamena-Mumugu Sebagai Bentuk Penolakkan Terhadap Aneksasi, Invasi Dan Pemaksanaan Penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan NKRI. Kami akan selalu mengganggu aktivitas pemerintahan NKRI di teritori Papua Barat karena kami tidak pernah ikut berjuang semasa bangsa Indonesia mendirikan NKRI, tidak pernah menghendaki, mau mengintegrasikan diri ke pangkuan ibu pertiwi dalam binkai NKRI, oleh karena itu kami menolak dengan tegas pendudukkan NKRI di teritorial NKRPB.

Agar Tidak Keliru Dalam Mengikuti Alur-Plot Perjuangan Bangsa Papua Dalam Mendirikan Negara sehingga Mengerjakan Satu Pekerjaan Dari Generasi Ke Generasi, Dengan Ini Kami Menegaskan Dan Memerintahkan Kepada ULMWP Untuk Mengakui eksistensi OPM, TPN, UUD 1971 Dan NKRPB Sesuai Amanat UUD 1971 Dan Mengamandemen Seperlunya Setelah Kedaulatan Dan Kekuasaan Jatuh Kembali Ke Tangan Bangsa Papua.

Untuk Mengakhiri Penderitaan Di Dalam Aneksasi Dan Kolonialisasi NKRI, Maka Dengan Ini Kami Menghimbau Kepada Seluruh Faksi Militer Perjuangan Papua Merdeka Agar Segera Melebur Dan Merapatkan Barisan Di Dalam Komando Nasional TPNPB. Faksi Militer Mana Pun Yang Tidak Mengindahkan Himbauan Ini Dianggap Milisi Yang Dibentuk NKRI Sebagai Kontra Atas Perjuangan Murnih TPN-OPM.

Wilayah Komando Daerah Militer (Kodam III) TPN-OPM Ndugama Yang Meliputi Silimo-Alama Dan Mulia-Agatz Adalah Wilayah Kerja TPN-OPM. Oleh Karena Itu, Faksi Militer Yang Tidak Meleburkan Diri Dan Bersatu Di Dalam komando nasional/DICAP MILISI NKRI Tidak Diperkenankan Membuka Sayap Di Wilayah Operasi Ini KARENA DIANGGAP TNI/POLRI.
Menghimbau Kepada Semua Makodam Tpnpb Di Seluruh Teritorial Papua Barat, Merapatkan Barisan Untuk Mengusir Kolonial Indonesia.

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) diaktifkan & direorganisasi pada tahun 2008 untuk melanjutkan tugas pokoknya yaitu membentuk negara kesatuan Republik Papua Barat (NKRPB) secara formal. Oleh karena itu, dengan ini kami menegaskan kepada pengurus komite Nasional Papua Barat (KNPB) dari pusat sampai wilayah agar tetap fokus & konsisten menjalankan tugas pokok & fungsinya dari 1961 sebagai panitia perancang Negara.

Pimpinan & anggota NGR/PNWP wajib & harus mengakui proses sejarah manifesto 1961 & proklamasi 1971. Tidak boleh menyibukkan diri seolah-olah tidak pernah ada perjuangan & menyibukkan diri membawa perjuangan kembali ke titik nol lagi. 

Tanggal 06 Januari 1996 kami menyandera Tim Ekspedisi Lorenz sebagai alat tawar agar PBB, Amerika, & Belanda serta NKRI bahkan berbagai bangsa & negara di dunia membuka mata & mengetahui secara pasti bahwa bangsa Papua memproklamasikan kemerdekaannya pada 01 Juli 1971 namun dianeksasikan melaui rekayasa PBB, Amerika & Belanda serta NKRI. Kami menyandera untuk pengembalian status kedaulatan politik bangsa Papua yang dianeksasi oleh NKRI bukan minta OTSUS, UP4B, pemekaran, jalan trans dan lain-lain. Oleh karena itu, setelah 21 tahun penyanderaan tim lorenz, Kami menghimbau kepada Presiden, Panglima TNI & KAPOLRI NKRI agar tidak menangkap, menyiksa & menembak rakyat sipil di Ndugama & Papua secara membabi buta di jalan-jalan. Kita sudah memulai pertempuran & sedang dalam situasi perang namun pasukan anda ditarik dari medan pertempuran sehingga anda tahu keberadaan kami. Apabila mau mengulang operasi Prabowo 21 tahun silam, Sialhkan datang ke tempat pertempuran ini. Apabila pasukan anda masih merazia, menjebak, Menangkap, menyiksa & menembak rakyat sipil seperti beberapa hari terakhir ini, kami pun akan melakukan hal yang sama kepada rakyat sipil anda. Mari kita lindungi rakyat sipil anda & saya secara bersama-sama.
Ndugama-Mugi, 12 Desember 2017


Ttd

KOMANDAN OPERASI
Egianus K. Kogoya
pernyataan sikap TPN-OPM MARKODAP III NDUGAMA
Video pernyataan sikap dapat ditonton di tautan link ini:https://m.youtube.com/watch?v=C0GTfx197Kw

KNPB & ULMWP TIDAK TURUN SENDIRI DARI LANGIT

umaginews umagipapua     8:38 AM   No comments
Oleh Gembala Dr. Ndumma Socratez S. Yoman
1. Pendahuluan
Lembaga perlawanan rakyat dan bangsa West Papua seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB) & United Liberation Movement For West Papua (ULMWP) tidak turun dari langit. Wadah perlawanan rakyat seperti ini tidak pernah muncul dengan tiba-tiba. Ia lahir dari suastu proses panjang setelah melihat ketidakberesan terhadap kehidupan rakyat.
Latar belakang lahirnya KNBP dan ULMWP karena ketidakadilan, kejahatan, kekerasan, kekejaman, penindasan dan pembunuhan yang dilakukan Indonesia yang menduduki dan menjajah rakyat dan bangsa West Papua. Wadah perjuangan keadilan dan hak asasi manusia seperti ini selalu dianggap musuh oleh penjajah yang merasa kepentingannya diganggu.
KNPB dan ULMWP disambut dan diterima sebagai pejuang nasib rakyat yang tertindas dan teraniaya. Rakyat West Papua percaya bahwa lembaga perlawan ini wadah yang benar-benar lahir dari rakyat dan berjuang untuk nasib rakyat West Papua.
2. Bangsa West Papua, KNPB dan ULMWP dilawan oleh Ramses Ohee
Ramses Ohee adalah yang hidupnya identik dengan juru bicara/corongnya BIN dan Kopassus. Ramses menjadi tameng/wayang yang terbuka sementara pewayangnya ada dibelakang. Apa yang diminta oleh pelakon wayang diikuti dengan baik. Memang ini potret nyata orang Melanesia yang sudah kehilangan pijakan. Identitas dan budayanya sudah dicabut dari akar-akarnya. Kita ikuti permainan perwayangannya/apa yang dikatakan Ramses Ohee sebagai berikut.
2.1. Papua hadir dan menjadi bagian dari NKRI adalah kehendak Tuhan.
2.2. Papua akan selamanya menjadi bagian tak terpisahkan dari NKRI.
2.3. Papua bagian sah dari NKRI dan tak ada Negara manapun yang bisa memisahkan.
2.4. Sebelum Pepera, orang-orang Papua sudah terlibat dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
2.5. Silahkan angkat kaki jika tak setuju dengan NKRI.
2.6. Upaya yang selama ini dilakukan oleh NRFPB, KNPB, PRD dan ULMWP serta
organisasi-organisasi yang ilegal lainnya untuk memisahkan Papua bagian dari NKRI akan menjadi sia-sia karena Tuhan telah berkendak atas ini.

3. Ramses Ohee dan Kopassus/BIN hanya menyebarkan bibit-bibit kebohongan
3.1. Apakah benar NKRI hadir di West Papua adalah kehendak Tuhan?
Menurut iman saya, Tuhan tidak pernah ajarkan untuk menipu dan membunuh umat Tuhan. Jadi, apakah perjanjian New York 15 Agustus 1962 dan pepera 1969 yang menghadirkan NKRI dengan kebohongan, kejahatan, kekerasan, kekejaman dan pembantaian umat Tuhan itu kehendak Tuhan?
TUHAN bilang: "Jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu" (Ulangan 5:17, 19, 20).
3.2. Apakah benar Papua selamanya menjadi bagian tak terpisahkan dari NKRI?
Menurut Ramses Ohee begitu, hanya menurut prediksi saya NKRI akan menjadi kenanangan dan West Papua tidak akan bertahan dalam NKRI.
Karena fondasi NKRI di West Papua adalah tetesan air mata, cucuran darah umat Tuhan pemilik negeri ini, tulang-belulang, penderitaan. Kekejaman, kekerasan, kejahatan, kebohongan, ketidakbenaran, ketidakadilan, pembunuhan, perampokkan, pencurian dan tindakan kriminal lainnya.
Perilaku para penguasa NKRI sudah mengusir dan menjauhkan rakyat dan bangsa West Papua. Wajah NKRI yang digambarkan tadi tidak memenangkan hati rakyat West Papua.
3.3. Apakah benar Papua sah dari NKRI dan tak ada Negara manapun yang bisa memisahkan?
Yang berjuang untuk West Papua Merdeka itu bukan Negara lain. Yang berjuang West Papua adalah rakyat dan bangsa West Papua sebagai pemilik sah negeri dan tanah ini. Apa dasar Papua bagian sah dari NKRI? Apakah melalui Pepera 1969 yang penuh dengan cacat hukum internasional dan penuh dengan kejahatan ABRI (TNI)?
Yang benar dan jujur adalah West Papua adalah wilayah pendudukan dan penjajahan Indonesia secara ilegal. West Papua diintegrasikan dengan moncong senjata bukan dengan proses yang benar.
3.4. Apakah benar sebelum Pepera 1969, orang-orang Papua sudah terlibat dalam Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928?
TUHAN bilang, "jangan menipu. Kamu jangan menipu dirimu sendiri". Kamu jangan jadi pembohong. Kamu jangan jadi manusia yang menjadi sahabat Iblis yang jahat, penipu dan pembohong itu.
Apakah orang-orang itu diutus resmi oleh rakyat dan bangsa West Papua dari Sorong-Merauke? Siapa nama orang itu? Kapan dan dimana rakyat dan bangsa West Papua rapat untuk mengutus orang itu menghadiri pertemuan pada 28 Oktober 1928.
Fakta membuktikan bahwa rakyat dan bangsa West Papua dari pegunungan dan pedalaman belum dijamah oleh orang-orang luar. Artinya belum ada orang yang mendapat pendidikan tentang NKRI. Barangkali, teman-teman dari pesisir pantai yang sudah duluan mengenal dunia luar.
3.5. Siapa yang seharusnya dipersilahkan angkat kaki jika tak setuju dengan NKRI?
Memang rakyat dan bangsa West Papua tidak setuju dengan pemerintah Indonesia menduduki dan menjajah bangsa West Papua. NKRI HARUS angkat kaki dan tinggalkan tanah dan bangsa kami West Papua. Kami adalah tuan dan pemilik sah tanah Melanesia ini. Kami punya hak 100% & NKRI tidak boleh menjajah, menindas dan memusnahkan kami.
TANAH Melanesia ini tanah kami. Ini rumah kami. Ini mama kami. Ini kehidupan kami. Ini masa depan anak dan cucu kami. Baik dan tidak baik waktu, hujan dan tidak hujan, lapar dan tidak lapar dan perang dan tidak perang, kami TETAP & SELAMANYA, DI SINI, KAMI BERDIRI DI ATAS TANAH TUMPAH DARAH KAMI. NKRI silakan angkat dari Tanah ini.
3.6. Apakah benar, upaya yang selama ini dilakukan oleh NRFPB, KNPB, PRD, ULMWP serta organisasi-organisasi yang ilegal lainnya untuk memisahkan Papua bagian dari NKRI akan jadi sia-sia karena Tuhan telah berkehendak atas ini?
Kalau menurut Ramses Ohee, BIN dan Kopassus bahwa usaha-usaha NRFPB, KNPB, PRD & ULMWP itu sia-sia dan Tuhan sudah berkenan kepada NKRI, kalian jangan paniklah. Mengapa diplomat2 Indonesia terus menebarkanisu-isu berbasis kebohongan di Luar Negeri sampai berbohong di PBB?
Perlu diketahui bahwa NRFPB, KNPB, PRD dan ULMWP adalah wadah sah, resmi karena wadah ini berdiri bukan di Indonesia (Ambon, Sulawesi, Kalimantan, Jawa dan Sumatra). Wadah-wadah perjuangan ini lahir di atas tanah pusaka dan tanah leluhurnya sendiri. Tidak ada yang melarangnya. Terkutuklah orang-orang yang merampas hak orang lain.
Yang benar-benar ilegal, tidak sah dan HARUS tinggalkan tanah Melanesia West Papua ialah Republik Indonesia yang sekarang jargon NKRI harga mati. Jadi, NKRI-lah ilegal, NKRI harus angkat kaki Tanah Melanesia, West Papua.
Raja Daud berkata kepada raja Filistin, Hai Goliat, "Engkau mendatangi aku dengan pedang dengan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang ini" (1 Samuel 17:45).
Selamat berdebat.

BERITA DUKA, PANGLIMA KODAP III TIMIKA TENNY KWALIK MENINGGAL DUNIA DI MARKAS TPNPB-OPM KALI KOPI TIMIKA WEST PAPUA.

umaginews umagipapua     8:34 AM   No comments
TPNPBNews: BERITA DUKA, PANGLIMA KODAP III TIMIKA TENNY KWALIK MENINGGAL DUNIA DI MARKAS TPNPB-OPM KALI KOPI TIMIKA WEST PAPUA.
Pada hari ini kamis 11 januari 2018. Panglima Kodap III Tenny Kwalik. Telah meninggal di Markas Komando Kalikopi Timika. Tenny Dikabarkan meninggal pada pagi hari, sakit selama satu Minggu dan meninggal tadi pagi.
Tenny Kwalik diangkat menjadi PANGLIMA KODAP III, setelah Kakaknya Kelly Kwalik Di Bunuh Oleh DENSUS 88. TENNY Diangkat pada tahun 2012 sampai 2018 Hari ini kamis 11 Januari 2018.
Berikut sedikit Riwayat Hidup.
Nama : Theny Kwalik 
T. T. L : Amungsa 19 Mei 1975
Pangkat : Brigjen TPN- PB
Jabatan : panglima KODAM III nemangkawi papua barat
Menjabat: panglima tahun 2012 
Setelah Jenderal Germanus Onawame meningal.

Riwayat:
Pendidikan dasar hinga perwira diselesaikan di Tinta maya pusat latihan Kodam III Kalikopi, tahun 1990, saat itu Theny Kwalik umur 15 thn.

Setelah lulus langsung ditempatkan sebagai komandan di staf kodam III Kalikopi Timika pada thn 1990 - 1995.
Pada Thn 1996, Theny Kwalik pimpin operasih di mapenduma bersama Kakaknya Kelly Kwalik dan Daniel Kogaya Pimpinan Kodap Mapeduma atau KAB NDUGA Sekarang.
Pada Thn 1998 Then Kwalik dipercayakan sebagai pimpinan untk mengibarkan bendera di kampung jila. Pada Thn 1999/2000 Theny Kwalik Pimpin kibarkan bendera BINTANG FAJAR di tiga raya timika papua.
Pada Tahun 2002 Theny Kwalik diangkat menjadi komandan batalion pusat markas pusat kali kopi sampai tahun 2006.
Pada Tahun 2007-2011 diangkat menjadi komandan operasih kodam III Timika Papua.
Pada Tahun 2012 Theny Kwalik diangkat menjadi panglima Kodam III Timika Papua, sampai sekarang Kamis 11 Januari 2018, Tenny Kwalik Meninggal Dunia di Markas Pertahanan TPN-OPM Kali Kopi Timika.
Penyebab Kematian sakit Paru_Paru Basah, Alm. Theny Kwalik mengalami sakit paru-Paru basah selama 6 bulan lebih bertahan di markas kali kopi tanpa pengobatan medis. Dan akhirnya meningal dunia hari ini kamis 11 januari 2018 jam 14.15 wpb di markas pusat TPN-PB di kali kopi papua barat.
DiLaporkan dari Sekretariat Markas Pertahanan Kali Kopi Timika.

Thursday, December 1, 2016

Foto HUT Bangsa Papua Yang ke-55 Wilayah Timika 1 desember 2016

WEST PAPUA     1:41 AM   No comments
KnpbnewsTimika--- Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Timika mediasi Rakyat Papua yang berdomisili Tanah Amungsa memperingati Emrio Negara West Papua yang ke 55 Tahun, sejak 1 desember 1961 sampai 1 desember 2016. Dengan Thema” SEGERAH KEMBALIKAN HAK POLITIK BANGSA PAPUA" Dimomen sejarah ini, ribuan rakyat Papua Barat datang memperingati Ibadah dan doa kantor sekertariat Knpb dan PRD Wilayah Bomberay, pada selasa (01/12/2015).
Dalam kegiatan tersebut, Parlemen rakyat Daerah Mimika (PRDM) Sebagai penanggung jawab Politik dalam kegiatan Hari Ulang Tahun Embrio Negara West Papua. Abihut Degei sebagai Ketua PRDM, kami sangat bangsa dengan Hari Ulang Tahun Negara West Papua.
01 desember 2016 adalah hari besar bagi orang Papua dan diseluruh umat kristen seluruh dunia karena, 01 desember 2016 ini bangsa Papua akan melakukan dua kegiatan agenda besar dimana 1 desember adalah sebagai hari bersejarah bagi bangsa papua untuk memperingati Hari Lahirnya EMRIO Negara West Papua pada tanggal 1 desember 1961.
Dan 01 desember juga sebagai Gerbang Natal 2016, Ibadah Gerbang Natal ini adalah salah satu ibadah yang harus dirayakan oleh umat Kristen di seluruh penjuru dunia termasuk Rakyat Papua khusunya di Timika. Ibadah Gerbang Natal dilakukan untuk mensyukuri atas Yesus Kristus lahir dikandang yang hina di betlehem.






















































Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

papuatvnews

Loading...

Free West Papua Videos

Loading...

Aktivis Pro Papua Merdeka

Loading...

Free West Papua Compaign

Loading...