TERKINI



Translate
English French German Spain Dutch Italian Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese

--------------------->>>>>>

--------------------->>>>>>

PELANGGARAN HAM

AKTIVIS PAPUA

PERJUANGAN AKTIVIS KNPB-PNWP

PERJUANGAN MAHASISWA PAPUA

PERJUANGAN TPN-OPM

Thursday, September 22, 2016

SIDANG STEVEN ITLAY: APARAT TNI/POLISI INTERVENSI PENGADILAN NEGERI TIMIKA

WEST PAPUA     8:11 AM   No comments
Ketua  Steven Itlay, menjalani Proses Sidang Pertama22/09/2016
Timika, KNPBNEWS--- Sidang dugaan makar terhadap steven itlay di langsungkan hari ini tanggal 22 sebtember 2016 di pengadilan negeri Ttimika. sidang yang berlangsung dari pukul,09,00 – 14.40.WIT ini di lakukan dalam kondisi terttutup untuk publik.
Polisi dan TNI dengan persenjataan lengkap mengawal sidang ini dengan menjaga pintu gerbang pengadilan negeri Timika dengan membatasi hanya 15 orang simpatisan Steven yang di perbolehkan masuk ikut proses dalam ruangan siding dari sekitar 3 ribu simpatisan.
Kemudian saat masuk gerbang kantor pengadilan Timika, TNI dan Polisi secara tersembunyi menempatkan aparat untuk memotret 15 orang yang di suruh masuk ruang sidang di pintu gerbang pengadilan secara rahasia.
Sedangkan di dalam lobi pengadilan negeri hingga ruangan - ruangan kantor dinyusupi oleh sebagaian besar aparat berpakaian preman,bahkan diluar di halaman pengadilan negeri Timika juga di parkir dengan berbagai mobil TNI/Polisi serta aparat dengan persenjataan lengkap sehingga sebagaian warga takut masuk ke kantor pengadilan selain ruang untuk di tempati warga sipil di persempit.
Dalam sidang ini, pihak keluarga sangat kecewa karena aparat yang menjaga pintu masuk pengadilan negeri Timika ini juga melarang keluarga atau orang tua dari Steven Itlay untuk hadir dalam persidangan dengan alasan ruangan penuh.
Padahal kehadiran orang tua dalam sidang demikian adalah hak yang di berikan oleh Hukum. Demikian juga pimpinan gereja dan para pendeta serta beberapa wartawan di larang masuk sehingga peradilan ini terlihat tertutup untuk publik.
Namun pimpinan gereja memintah jaksa agar bisa bicara dengan pihak aparat keamanan di dalam ruang lobi pengadilan agar mengijinkan mereka masuk menyaksikan sidang namun setelah Jaksa melakukan pembicaraan dengan aparat keamanan yang menjaga pintu keluar masuk ruang lobi pengadilan terus ke ruang sidang, pihak TNI/ Polisian juga tidak mengijinkan mereka masuk menyaksikan persidangan Steven Itllay sehingga pimpinan gereja dan keluarga kecewa dengan sidang tertutup ini.
Demikian juga ruang lobi pengadilan negeri Timika penuh dengan aparat keamanan baik dari TNI/POLISI dengan berpakaian preman dengan menyisipkan pistol dan sangkur di pinggang mereka, sehingga warga yang hadir ketakutan dan mereka tidak di beri ruang untuk menyaksikan persidangan ini.
Dalam persidangan sesi pertama, Pihak Jaksa Penuntut Umum yang terdiri dari 3 orang yaitu dua wanita dan seorang perempuan menghadirkan saksi dari pihak kepolisian yang oleh beberapa terduga mereka di duga memberikan keterangan palsu dengan menuduh Steven menyampaikan pernyataan melawan Negara.
Padahal tidak demikian. Demikian juga berita bahwa Steven mengeluarkan pernyataan melawan Negara ini setelah di diskusikan dengan beberapa peserta yang hadir dalam ibadah di SP.XIII saat Steven di tangkap,mengatakan bahwa Steven tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang di sampaikan saksi. Dimana Steven hanya memitah warga Papua dan gereja gereja mendoakan pertemuan ULMWP di London tanggal 6 April 2016 dan tidak mengatakan bahwa, Ache juga mau Merdeka,Maluku Juga mau Merdeka, Kalimantan juga dan Bali serta Sunda. Steven katakana Kita Menghormati Soekarno dan Hatta karena mendirikan Indonesia dari sabang hingga Amboina dan untuk Papua harus di bicarakan lagi dan pernyataan ini bukan melawan Negara menurut warga.
Kemudian sesi kedua setelah makan siang, sidang di buka dengan tiga hakim melakukan pemeriksaan terhadap Sem Ukago,Yanto Arwakion, dan Yus Wenda sebagai saksi. Kemudian dalam siding,Hakim bukan hanya member penjelasan hukum namun juga mengambil beberapa ayat Firman Tuhan sebagai referensi untuk membuka wawasan saksi. Namun hakim juga menggunakan Firman Tuhan tentang Dunia setelah air Bah yaitu turunan Nuh yaitu Sem Ham dan Yafet . Pernyataan penjelasan hakim mengenai orang kulit hitam berasal dari keturunan Ham yang berkulit hitam mengatakan orang kulit hitam adalah keturunan terkutuk karena memperhatikan “Aurat Nuh” saat Nuh mabuk dalam kapal Bahtera menurut warga yang hadir menyaksikan sidang ini adalah pernyataan rasis oleh hakim dalam sebuah sidang dugaan Makar.
Sehingga penjelsan Hakim ini seakan menempatkan orang Papua yang sengsara adalah akibat Dosa dari Ham saat Dunia di liputi air Bah.Bahkan pernyatan murni menmpatkan saksi dan orang Papua sebagai bangsa terkutuk.
Dan Hakim ini lupa bahwa’’ yang memikul Salib Yesus ke Golgota adalah bangsa Kulit Hitam dari Kirene dan dalam alkitab hanya menulis Ham berkulit hitam dan tidak menulis dia berambut keriting, sehingga contoh itu tidak layak di lontarkan oleh seorang hakim kata beberapa peserta dalam ruang sidang. 15 orang papua yang hadir menyaksikan sidang ini kecewa dengan contoh penjelasan mengenai perbedaan manusia yang di sampaikan oleh hakim yang orang ambon ini.
Masa yang datang menyaksikan sidang ini mereka pulang dengan kondisi kecewa karena mereka tidak menyaksikan proses sidang ini secara terbuka akibat aparat


KNBP-PRD TIMIKA

Foto:

Ketiga Saksi : Sem, Yus dan Yanto, 22/09/2016


KNPB-PRD Wilayah Timika



Foto-Foto
Stven di hadapan Pengacara Kuhum, 22/09/2016

Stven Dengar Saat Pembacaan Surat Dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum, 22/09/2016

Stven Dengar Saat Pembacaan Surat Dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum, 22/09/2016

Tni-Polri dan Keamanan KNPB jaga di Pintu Keluar Kantor Pengadilan Kota Timika, Stven Dengar Saat Pembacaan Surat Dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum, 22/09/2016

Ketua KNPB Steven Itlay dalam Ruangan Tahanan Pengadilan Kota Timika Stven Dengar Saat Pembacaan Surat Dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum, 22/09/2016

Saat Jaksa Menutup Sidang, Stven Dengar Saat Pembacaan Surat Dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum, 22/09/2016


Pemeriksaan Saksi anggota Polisi  (Nyoman) dan sumpah saksi dihadapan hakim, 22/09/2016

Saat Mulai Sidang,  22/09/2016

Ketiga Anggota KNPB setelah pemeriksaan sidang Kasus Dugaan Makar, Stven, 22/09/2016

Ketiga Anggota KNPB setelah pemeriksaan sidang Kasus Dugaan Makar, Stven, 22/09/2016

Usai Sidang Sebelum Steven dibawah Ke Polsek Timika

Didepan Kantor Pengadilan RIbuan Rakyat lmelakukan nyanyian Rohani

Tampak Jaksa Penunjuk Umum, 22/09/2016

Pemeriksaan Atribut Bendera KNPB, 22/09/2016


Polisi dan Keamanan KNPB Jaga depan Pintu


Polisi Ijinkan Hanya 15 Wanita dan 20 Laki-laki, 22/09/2016

Tiga Saksi sumpa janji diatas Alkitab, 22/09/2016

Pemeriksaan Saksi di hadapan Hakim, 22/09/2016


Saksi Anggota Intel berumpah di atas Alguran di depan Hakim, 22/09/2016

Terdakwa, saat Di bawah Ke Polsek, 22/09/2016

Pemeriksaan Saksi, 22/09/2016

Pemeriksaan Saksi,22/09/2016


Saat Usai Persidangan Polisi Menjemput terdakwa dalam Ruang Sidang, 22/09/2016

Terdakwa salaman Dengan Keluarga, 22/09/2016

Polisi Siaga Apel Pagi depan Kantor Pengadilan Timika, 22/09/2016

Salam dengan Keluarga, 22/09/2016

Pemeriksaan Saksi, 22/09/2016

Pemeriksaan Saksi, 22/09/2016

Ketiga Angota KNPB jadi Saksi Ketua KNPB, 22/09/2016


Baca Informasi Terkait diatas:

Sidang Steven Itlay Digelar Pembacaan Surat Dakwaan

WEST PAPUA     4:45 AM   No comments

Stven Dengar Saat Pembacaan Surat Dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum, 22/09/2016
Ketua KNPB Steven Itlay dalam Ruangan Tahanan Pengadilan Kota Timika Stven Dengar Saat Pembacaan Surat Dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum, 22/09/2016

TIMIKA, Knpbnews--- Persidangan untuk Tn. Steven Itlay hari ini di mulai dari jam 9:45 pagi hingga jam 2:45 sore Wpb di Kantor Pengadilan Negeri dan di Kawal ketat Oleh TNI,Brimob dan Polisi sekitar 250 Personil. dengan Agenda pembacan surat dakawan oleh Jaksa, dan jaksa hadirkan 6 saksi dan 12 lainya sidang berikut. (pada 22/09/2016)

Dan mereka ikut masuk dalam ruang sidang hingga sidang selesai sedangkan Rakyat Papua yang hadir mau menyaksikan proses persidangan ini para keamanan di batasi padahal ini sidangnya terbuka. bukan sidang tertutup.

Selanjutnya seharusnya Polisi harus kawal dari polsek sampai di Pengadilan saja dan tidak perlu ada dalam Ruang sidang tetapi justru Keamanan yang lebih banyak dalam persidangan ini.

Dalam proses persidangan ini dumulai dengan sidang pemeriksaan terdakwa 6 orang yakni 3 orang dari anggota Polres sendiri dan 3 orang dari anggota Knpb.berikut ini Nama-namanya saksi dari polres.
1.Nyoman
2.Sudirman
3.Daud
dari Knpb
1.Sem Ukago
2.Yanto Awerkyon dan
3.Yus Wenda.
saksi semua 17 orang termasuk dari saksi ahli 18 orang yang jadi saksi untuk Tn.Steven Itlay dan rencana pemeriksaan saksi lainya pada hari rabu tanggal 28 September 2016.


Pada pukul 2:20 sidang dinyatakan tutup dan sidang akan dilanjutkan pada rabu 28-09-2016. Setelah sidang ketiga Saksi yakni Sem, Yanto dan Yus bersama Stven di bawah ke Polsek Mimika Baru. Timika Papua. 



Pada saat awal mulai persidangan di kantor di penuhi dengan rakyat Papua sejak pagi pukul 08:00 sampai usai persidangan mereka menyanyi pujian dan penyembahan lagu-lagu rohani, dengan memeng poster tulisan bebaskan Steven Itlay dan Kawan-kawan sekarang Juga.

Ini tuntutan rakyat Papua, Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara Hukum dan Demokrasi untuk itu, seluruh rakyat sipil di seluruh indonesia berhak berekspresi, berpolitik, sesuai dengan UU Nomor 12 Tahun 2005 tentang Ratifikasi Kovenan Hak Sipil dan Politik. Berhak menyampaikan pendapat dimuka umum sesuai UU Nomor 9 Tahun 2008 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di muka Umum.

UU Dasar Negara 1945 tentang Kemerdekaan itu ialah Hak segala Bangsa UUD tersebut, sangat berlaku dan menjamin namun, kini pemerintah dan aparat indonesia TNI, POLRI yang menjadi aktor pelanggar dan Memperkosa aturan atau UUD hingga terjadi pembunuhan, penyiksaan, pencurian, penghasutan, penindasan, pemerkosaan kepada warga Papua sehingga mengakibatkan pelanggaran HAM berat di tanah Papua hal ini sudah jelas-jelas bertentangan dengan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Kemudian tindakan kekerasan anarkis hate speech berupa kekerasan verbal mengandung unsur rasisme dari ormas intoleran terhadap warga Papua sebagai bedah ras dan etnis, inipun sangat bertentangan dengan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Untuk itu, kami warga Papua meminta kepada pemerintah Republik indonesia dan TNI,POLRI agar mempelajari dan patut menghargai aturan UU negara yang berlaku demi menjaga wibawah negara Indonesia.

Baca Informasi Terkait diatas:

  1. KETUA KNPB TIMIKA STEVEN ITLAT DAN YUS WENDA DI TAHAN DI POLRES MIMIKA
  2. Segera bebaskan Tn.Steven Itlay sebab masa tahanan Kepolisian 21 hari sudah Lewat
  3. SERUAN MENYIKAPI PENANGKAPAN DAN PENAHANAN KETUA KNPB TIMIKA
  4. STEVEN ITLAY DI KENAKAN PASAL MAKAR
  5. Ketua KNPB timika Tn. Steven Itlay Dipindahkan di Tahanan Brimob mile 32 dengan Cara Culik atau Diam-Diam.
  6. 9 AKTIVIS KNPB TIMIKA DI TANGKAP , APARAT KEAMANAN GABUNGAN BUBARKAN IBADAH YANG DIMEDIASI KNPB
  7. VIDEO : PEMBUBARAN KEGIATAN KNPB TIMIKA MENDUKUNG ULMWP MENUJU KEANGGOTAAN FULL DI MSG
  8. FOTO: PEMBUBARAN AKSI DOA KNPB DI TIMIKA OLEH MILITER INDONESIA '' MENDUKUNG ULMWP MENUJU KEANGGOTAAN FULL DI MSG.
  9. DISAAT DOA LINTAS BANGSA PAPUA, 15 ANGGOTA KNPB/PRD TIMIKA DI TANGKAP
  10. SURAT JAMINAN PRDM DILAYANGKAN KE POLRES MIMIKA
  11. Surat Jaminan Untuk Steven Itlay Ketua KNPB Timika dan Anggotanya di Keluarkan
  12. Kondisi Terakhir Ketua KNPB Timika Steven Itlay & Nus WendaKEPOLISIAN MIMIKA MEMPERPANJANGKAN MASA TAHANAN KET.KNPB TIMIKA TN.STEVEN ITLAYSegera bebaskan Tn.Steven Itlay sebab masa tahanan Kepolisian 21 hari sudah Lewat.

Sumber: http://knpb-timika.blogspot.co.id/

foto

Stven Dengar Saat Pembacaan Surat Dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum, 22/09/2016

Tni-Polri dan Keamanan KNPB jaga di Pintu Keluar Kantor Pengadilan Kota Timika, Stven Dengar Saat Pembacaan Surat Dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum, 22/09/2016

Ketua KNPB Steven Itlay dalam Ruangan Tahanan Pengadilan Kota Timika Stven Dengar Saat Pembacaan Surat Dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum, 22/09/2016

Saat Jaksa Menutup Sidang, Stven Dengar Saat Pembacaan Surat Dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum, 22/09/2016


Pemeriksaan Saksi anggota Polisi  (Nyoman) dan sumpah saksi dihadapan hakim, 22/09/2016

Saat Mulai Sidang,  22/09/2016

Ketiga Anggota KNPB setelah pemeriksaan sidang Kasus Dugaan Makar, Stven, 22/09/2016

Ketiga Anggota KNPB setelah pemeriksaan sidang Kasus Dugaan Makar, Stven, 22/09/2016

Usai Sidang Sebelum Steven dibawah Ke Polsek Timika

Didepan Kantor Pengadilan RIbuan Rakyat lmelakukan nyanyian Rohani

Tampak Jaksa Penunjuk Umum, 22/09/2016

Pemeriksaan Atribut Bendera KNPB, 22/09/2016


Polisi dan Keamanan KNPB Jaga depan Pintu


Polisi Ijinkan Hanya 15 Wanita dan 20 Laki-laki, 22/09/2016

Tiga Saksi sumpa janji diatas Alkitab, 22/09/2016

Pemeriksaan Saksi di hadapan Hakim, 22/09/2016


Saksi Anggota Intel berumpah di atas Alguran di depan Hakim, 22/09/2016

Terdakwa, saat Di bawah Ke Polsek, 22/09/2016

Pemeriksaan Saksi, 22/09/2016

Pemeriksaan Saksi,22/09/2016


Saat Usai Persidangan Polisi Menjemput terdakwa dalam Ruang Sidang, 22/09/2016

Terdakwa salaman Dengan Keluarga, 22/09/2016

Polisi Siaga Apel Pagi depan Kantor Pengadilan Timika, 22/09/2016

Salam dengan Keluarga, 22/09/2016

Pemeriksaan Saksi, 22/09/2016

Pemeriksaan Saksi, 22/09/2016


Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

papuatvnews

Loading...

Free West Papua Videos

Loading...

Aktivis Pro Papua Merdeka

Loading...

Free West Papua Compaign

Loading...