Monday, June 20, 2016

Melindo VS ULMWP ( Uang VS Aksi dan Doa)

WEST PAPUA     5:22 PM   No comments

WENE-PAPUA - Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) negara anggota Melanesia Spearhead Group (MSG) diumumkan akan berlangsung di Honiara Kepulauan Solomon 14 Juli 2016 mendatang.

Pertemuan pemimpin negara-negara rumpun Melanesia tersebut akan membahas suatu agenda penting yaitu terkait keanggotaan penuh perwakilan rakyat West Papua, The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan tawaran Pemerintah Indonesia, Melanesia Indonesia (Melindo).

Agar ULMWP masuk anggota penuh dalam MSG rakyat Papua melakukan doa dan aksi besar-besaran di seluruh Papua dan beberapa kota-kota di Indonesia ditandai dengan penghadangan dan penangkapan masa aksi oleh Kepolisian Indonesia. Pemerintah Indonesia juga sedang gencar-gencarnya menarik perhatian pemimpin MSG dengan lobi dan bantuan kemanusiaan yang bersifat politis.
Catur perpolitikan antara perwakilan rakyat Papua ULMWP dan pemerintah Indonesia Melindo ini akhir-akhir cukup sengit. Jelas bahwa, bagi rakyat Papua untuk mendukung ULMWP masuk MSG merupakan organisasi sub-regional masyarakat rumpun Melanesia. Dukungan dari masyarakat akar rumput kawasan Melanesia pun berdatangan.

Sedangkan Indonesia belakangan ini berpegang pada satu alasan yaitu terkait terkait keanggota ULMWP bertentangan dengan perjanjian pendirian MSG pada tahun 2007.

Apapun alasan pemerintah Indonesia untuk menarik perhatian pemimpin-pemimpin negara anggota MSG, Indonesia memilki raport buruk di mata pemerintah negara MSG, yaitu terkait penolakan Misi Pencari Fakta utusan Pasific Island Forum (PIF) dan serangkaian penangkapan dalam aksi demo damai rakyat Papua Barat. Hal ini terbukti dengan pernyataan keras yang dilontarkan oleh PM Kepulauan Solomon kepada pemerintah Indonesia, menurutnya Indonesia bergabung di MSG hanya untuk melindungi kepentingannya. Untuk merespon kecaman itu, Indonesia berupaya secara buru-buru pula membentuk Tim Pencarian Fakta dibawah pimpinan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan. Sayangnya upaya tersebut ditolak dengan mentah oleh rakyat Papua yang menganggap bahwa Indonesia adalah pelaku sehingga tidak mungkin mengungkap semua kejahatan kemanusiaan yang pernah terjadi sejak tahun 1961 pendudukan Indonesia atas Papua Barat. (Pencuri tidak akan mungkin mengaku diri pencuri atau pembunuh tidak akan mengaku dia pembunuh. Hehe Red.)


Tanggal 14 Juli nanti adalah pembuktian. Bagi rakyat West Papua dan ULMWP hal itu suatu penantian panjang dan berharap terwujud bahwa ULMWP masuk anggota penuh MSG. Bagi Indonesia hal itu adalah suatu kemenangan dari hasil tipu daya dan hasil beli dengan uang.
Rakyat Papua harus terus dukung ULMWP dengan doa dan aksi. Apapun yang akan diputuskan pada 14 Juli nanti, bukan ujung dari perjuangan namun suatu langkah menuju pembebasan sesunggunya dari rantai Kolonialisme, Imprealisme dan Militerisme yang telah lama menindas, menghisap dan membunuh rakyat Papua.

Sekali lagi rakyat Papua terus melangkah dengan doa dan aksi. Sebab, dari sebanyak lima (5) negara anggota MSG tiga (3) diantaranya ada di pihak kita dan dua (2) lainnya masih dipertanyakan. Terus melangkah dengan doa dan aksi untuk meraih kemenangan.


 Penulis adalah Mahasiswa Papua Kuliah di Jawa
sumber:http://www.wene-papua.com/2016/06/melindo-vs-ulmwp-uang-vs-aksi-dan-doa.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 SILAKAN BERKOMENTAR :

silakan komentar anda!

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.