Sunday, July 22, 2012

Generasi Papua Waspada Antara teknologi, cinta dan seks

WEST PAPUA     11:27 PM   No comments

Generasi Papua Waspada  Antara teknologi, cinta dan seks
(foto:Ilst/grafis Momai)
Tidak hanya aktifitas sehari-hari saja, untuk urusan percintaan dan seks, banyak orang yang juga memanfaatkan dunia ini. Menurut survei yang dilakukan oleh Studentbeans.com, banyak remaja saat ini yang menggunakan teknologi seperti, dan  Hand Phone (HP) atau perangkat lainnya untuk urusan cinta dan seks.

Dalam hal ini bukan berarti bahwa remaja cenderung jatuh cinta atau melakukan hubungan badan dengan robot, namun ulasan ini mengacu pada penggunaan teknologi ketika harus melakukan komunikasi dengan pasangannya, saling berkirim-kiriman pesan atau bahkan untuk urusan 'esek-esek.'

Komunikasi percintaan
Banyak remaja sekarang ini yang menggunakan fasilitas di Hand Phone mereka seperti SMS, BBM, VoiceChat atau bahkan Video Call ketika harus berkomunikasi dengan pasangannya dari jarak jauh. Tidak hanya menggunakan teknologi seperti itu saja, situs-situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter atau Google+ juga menjadi salah satu alternatif lain untuk melakukan komunikasi dengan bumbu-bumbu percintaan.

Mengakhiri hubungan
Menurut survei Student Beans, sebanyak 23% remaja di Inggris pernah diputuskan pasangannya melalui pesan teks. Tidak hanya melalui pesan teks saja, sebanyak 6% remaja Inggris juga pernah diputuskan pasangannya melalui Facebook dan sekitar 9% lainnya melalui layanan P2P seperti Skype atau Yahoo Messenger.

Seks online
Dunia internet dan teknologi adalah satu paket yang tidak dapat dipisahkan. Tidak dapat dipungkiri bahwa sekarang ini banyak remaja yang melakukan kencan dan berujung pada seks melalui jasa media online atau situs jejaring sosial.

Sungguh ironis memang ketika situs jejaring sosial bermunculan dengan tujuan utama untuk saling terhubung dengan kerabat atau keluarga harus dikotori dengan tujuan lain. Menurut survei Student Beans, sebanyak 5% remaja Inggris pernah melakukan sex chat dengan menggunakan fasilitas chatting di Facebook.

Rekaman adegan seks
Sekarang ini, sudah hampir tidak ada perangkat khususnya handset yang tidak dilengkapi dengan fasilitas kamera. Dengan fasilitas ini, banyak pengguna handset dengan mudah merekam atau mengabadikan gambar suatu momen. Tidak hanya momen biasa saja, menjamurnya rekaman-rekaman video atau gambar-gambar porno berbau erotisme juga banyak diunggah da beredar di internet.

Sebanyak 23% remaja Inggris dari pantauan survei Student Beans mengatakan bahwa mereka pernah merekam hubungan badan yang mereka lakukan dengan pasangannya. Separuh di antaranya juga pernah mengabadikan foto telanjang mereka dan dikirimkan ke pasangan.

Memang sungguh ironis, ketika teknologi diciptakan untuk membantu aktifitas manusia dalam hal baik yang pada akhirnya diselewengkan dengan perbuatan-perbuatan yang tidak seharusnya. Apabila ditilik dari sisi budaya dan kebebasan hak asasinya, dunia barat cenderung lebih bebas berekspresi daripada negara-negara timur seperti Indonesia dan Papua contohnya.

Namun, pengaruh kebebasan dunia barat kini seakan tidak lagi dapat terfilter dan dapat masuk serta ditiru oleh kebanyakan remaja jaman sekarang. Oleh karenanya, marilah kita memulai langkah kecil terlebih dahulu dengan membiasakan diri untuk tidak menggunakan teknologi untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan norma dan budaya yang sebenarnya. dan generasi mudah Papua waspada Dalam hal ini. 

Apalagi jika semua itu berhubungan erat dengan seks dan cinta. Sungguh sangat memprihatinkan sekali. Cinta bisa saja terjadi di dunia maya, tetapi ikatan dalam tali cinta di dunia maya ini sungguh sulit sekali untuk bisa mendapat “kepastian”. Mana ada yang bisa pasti bila bertemu pun tidak ataupun belum. Di dunia maya ini, semua bisa jadi siapa dan apa. Sangat tergantung kepada diri sendiri mau membuatnya menjadi seperti apa dan sangat tergantung kepada yang lainnya juga, sejauh apa kita bisa dibuatnya.
Di dunia nyata saja kita masih sering tertipu oleh penampilan, apalagi di dunia maya?! Wajah asli pun belum tahu, bagaimana bisa mengetahuinya dengan benar. Lain sekali ceritanya bila sudah berani menunjukkan wajah yang sebenarnya dan sudah bertemu di dunia nyata. Ketahuan sekali, deh, mana  yang sebenarnya. Di dunia maya bisa menjadi selebritis yang paling hebat, dan bahkan menjadi seorang ningrat, ulama, dan pembesar, coba kalau sudah ketemu aslinya. Bisa juga menjadi seorang yang alim, baik, dan lembut, penuh perhatian dan sayang, wah, saya sudah paling tidak mau tertipu dengan yang beginian.
Seks di dunia maya sudah bukan sesuatu yang aneh lagi terjadi karena sekarang ini sudah banyak sekali yang melakukannya dan dianggap biasa. Bisa dimengerti karena bila dilakukan di dunia maya, fantasi seks bisa menjadi sangat liar, banal, nakal, dan sangat menggairahkan sekali. Membuat hasrat menjulang tinggi ke langit dan gejolak birahi pun semakin sulit untuk dikendalikan. Untuk mencapai orgasmenya pun tentunya dengan melakukan masturbasi sendiri, yang tentunya seringkali lebih memuaskan dibandingkan dengan pasangan terutama bila yang memang tidak memiliki pasangan ataupun tidak mendapatkan kepuasan seksual dari pasangan yang sebenarnya.
Bilapun kemudian ada yang menganggap bahwa ini hanya terjadi dan dilakukan oleh pria saja, tentunya ini adalah sebuah persepsi yang salah sama sekali. Perempuan pun bisa melakukannya dan tidak mungkin semua ini bisa terjadi bila tidak ada sepasang insane yang melakukannya. Pria dan perempuan sama saja, hanya bedanya, karena pria lebih mudah tersangsang secara visual baik apa yang dilihat maupun didengar, maka pria cenderung menjadi lebih berani. Sementara perempuan, lebih banyak sok malu-malu dan “jaim”-nya, padahal sama saja.
Pria mengajak, perempuan memberi kesempatan. Perempuan menggoda, pria pun memburu. Jika sudah demikian, seharusnya tidak ada yang harus disalahkan atau saling menyalahkan antara satu sama lainnya. Sama-sama melakukannya, kok?! Kenapa kemudian harus melakukan pembenaran dan menuduh satu dengan yang lainnya dengan alasan diajak, digoda, ataupun dirayu. Siapa suruh mau?!
Yang paling menjengkelkan adalah segala pembenaran yang terjadi bila ada sesuatu yang terjadi. Seperti yang tadi telah disebutkan semua bisa menjadi siapa dan perempuan paling mudah membuat diri menjadi seolah-olah adalah yang dicintai, disukai, dan atau menjadi korban karena dicintai dan disukai. Pria pun paling pintar menebarkan pesonanya dan menjadi pria yang paling baik, polos, dan seolah-olah tiak pernah melakukan apa-apa karena merasa tidak bersalah. Padahal belum tentu semua itu benar.
Parahnya lagi, ini ditanggapi pula oleh mereka yang menjadi teman “curhat” mereka, yang “sok tahu”, “sok bijaksana”, “sok dewasa”, dan bertindak seolah-olah seperti malaikat penolong. Mana ada orang yang juga memiliki masalah “objektifitas” dan “profesionalisme” bisa melakukannya. Jangan salah, namanya juga dunia maya, yakinkah mereka itu teman dan sahabat?! Di dunia nyata saja teman dan sahabat itu adalah yang paling banyak menjadi “penusuk”, apalagi di dunia maya!!! Yakinkah mereka itu memang benar handal dalam menyelesaikan masalah?! Jangan-jangan mereka sendiri yang sepatutnya mendapatkan pertolongan!!!
Ini semua berkaitan erat sekali dengan pemahaman atas “kemampuan membaca” tulisan, karena tulisan itu bukan sekedar aksara berderet yang terlihat indah, menarik, seksi, ataupun bermanfaat dan berarti. Selalu ada yang yang tersirat dari setiap tulisan itu, disadari tidak disadari, diakui tidak diakui oleh penulisnya. Karakter dan kepribadian seseorang bisa dinilai dari tulisannya, baik berupa tulisan panjang ataupun caranya berkomentar, dan berbincang, baik langsung ataupun melalui media telepon, chat, dan lain sebagainya. Ini semua dipelajari di dunia psikologi lanjutan dan sekarang ini sedang giat dikembangkan. Jadi, jangan bilang semua ini tidak masuk akal atau tidak realistis, ya!!!
Begitu juga perihal kejiwaan mereka yang memang pemimpi. Ada yang memang benar-benar pemimpi di siang bolong, ada juga pemimpi yang memang berpandangan ke depan, dan ada juga pemimpi yang dipenuhi dengan hasrat dan ambisi pribadi namun tidak memiliki kapasitas dan kemampuan untuk mewujudkan mimpi. Bagi pemimpi di siang bolong, biasanya apapun selalu dilebih-lebihkan dan sangat tidak logis ataupun rasional. Bagi pemimpi yang berpadangan ke depan, biasanya penuh dengan strategi sesuai dengan maksud dan tujuan juga kapasitas dan kemampuan serta situasi dan kondisi. Yang paling parah yang terakhir, karena biasanya jarang ada yang mau jujur mengakui bahwa dirinya egois, rakus, jahat, dan hanya mementingkan diri sendiri. Tidak mudah untuk menjadi jujur. Ngaku sajalah, ya!!!
Semua itu sangat tergantung sekali kepada kestabilan dan kondisi kejiwaan seseorang dan tidak mudah juga mendeteksi ataupun mengetahuinya bila tidak memiliki pengalaman ataupun pengetahuan yang cukup tentang semua ini. Hingga akhirnya masalah terus berputar dan tidak terjadi penyelesaian. Ujung-ujungnya, rebut dan berantem, saling tuding dan saling menyalahkan, dan tentunya gossip lagi, gossip lagi.
Saya menuliskan ini semua atas rasa keprihatinan saya atas apa yang sekarang terjadi setelah saya menerima sejumlah cerita dan juga membaca tulisan-tulisan yang ada. Banyak sekali yang menunjukkan indikasi ada sesuatu yang “salah” lagi terjadi sehingga saya ingin sekali mengingatkannya kembali. Tidak enak rasanya hati bila berdiam diri dan membiarkan semua ini terjadi. Biarlah saya dibilang apapun juga ataupun dinilai apapun juga. Sama sekali tidak penting bagi saya, karena saya tahu apa yang saya lakukan.
Obat untuk mengatasi semua ini hanya satu, yaitu jujur. Cobalah untuk menjadi jujur pada diri sendiri. Itu saja. Kejujuran itu memang sepertinya berat dan sulit tetapi selalu membuahkan keindahan. Akuilah apa dan siapa diri kita yang sebenarnya dan hentikan semua sikap defensif ataupun menyerang yang lain itu hanya untuk pembenaran atas kesalahan dan kekurangan diri. Apa tidak capek dengan semua kebohongan itu?! Sudah siap dengan segala resikonya?! Yakin?!Ayolah, katanya semua ingin bahagia dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Ingin bisa berbakti pada bangsa dan Negara juga ingin berbuat sesuatu untuk masa depan. Mulailah dari diri sendiri dulu, ya!!!
Jangan pernah takut untuk sendiri ataupun kesendirian, karena kita pun terlahir dalam keadaan sendiri dan akan kembali sendiri juga. Untuk apa harus kemudian menyiksa diri dan juga yang lainnya hanya karena tidak ingin sendiri, takut sendiri dan merasa sepi serta sendiri. Lebih baik menjadi diri sendiri meski sepi dan sendiri tetapi bisa memberikan banyak arti dan manfaat bagi semua. Penuhilah diri dengan cinta dan berikanlah banyak cinta dengan penuh ketulusan dan keikhlasan. Rendahkan hati dan teruslah belajar. Bahagia dan damai itu pasti akan ada di dalam diri. (UN/Momai/04)
Semoga berkenan dan bisa memberikan manfaat serta arti. "Salam hangat  penuh cinta selalu"

Sumber: Merderka.com, sms, http://bilikml.wordpress.com

,

WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 SILAKAN BERKOMENTAR :

silakan komentar anda!

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.