Pernyataan Negara-Negara Pasifik terkait masalah West Papua dan Tanggapan Indonesia di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-73 #UNGA73 di New York.
Beberapa negara dari Pasifik tersebut antara lain;
1]. Marshall Island
2]. Tuvalu
3]. Vanuatu, dan
4]. Solomon Island.
Empat negara telah mengangkat persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) di West Papua. Mereka juga meminta keterlibatan PBB dengan rakyat West Papua untuk menemukan solusi bagi perjuangan bangsa Papua.
Presiden Republik Marshall Island, Hilda Heine menekankan pentingnya isu dekolonisasi dan hak asasi manusia di kawasan Pasifik. Tak terlepaskan, Presiden juga menegaskan komunike 18 negara Forum Kepulauan Pasifik (PIF) yang telah diputuskan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Nauru pada 4-8 September 2018.
Menururut Perdana Menteri (PM) Vanuatu, Charlot Salwai dalam pidatonya mengatakan, dunia internasional telah menyaksikan kekerasan dan pelanggaran HAM yang diderita oleh rakyat West Papua. Sehingga Vanuatu menyerukan kepada dewan HAM PBB untuk menginvestasikan pelanggaran hak asasi manusia itu.
Vanuatu juga menyerukan kepada dunia untuk lebih memperhatikan tindakan tidak manusiawi di West Papua ini dan bersama dengan Indonesia untuk dapat mengakhiri semua bentuk kekerasan, serta menemukan kesamaan untuk membangun suatu proses yang akan memungkinkan rakyat West Papua untuk dapat mengekspresikan pilihan mereka secara bebas.
Indonesia lewat pernyataan wakil presidenya Yusuf Kalla dan wakil khusus
melalui sesi hak jawab menanggapi peryataan yang disampaikan oleh Vanuatu.
Menurut Indonesia, apa yang disampaikan oleh Vanuatu adalah tipu, maka mengutuk komentar yang disampaikan oleh Vanuatu itu. Indonesia mengatakan, apa yang disampaikan oleh Vanuatu itu melanggar prinsip piagam PBB.
Indonesia pun menuduh bahwa, Vanuatu menjual ide-ide curang dan menggunakan itu untuk membawa persoalan Papua untuk diselesaikan di PBB.
Indonesia menuduh, Vanuatu menggunakan isu rasisme untuk memisahkan West Papua dari Indonesia.Menurut Indonesia, Vanuatu punya motif di balik niat mereka mendukung sekelompok orang yang telah melakukan teror dan kekacauan terhadap rakyat West Papua.
Indonesia mengatakan, di dunia ini tidak ada negara yang bebas dari pelanggaran HAM.
Kepada Vanuatu, Indonesia mengatakan lima puluh tahun yang lalua status West Papua telah diselesaikan dengan resolusi 2504, dan itu disaksikan di PBB serta didukung oleh 128 anggota.
Sikap Indonesia, setiap anggota PBB bertanggung jawab untuk menjunjung tinggi prinsip-prinsip piagamnya. Oleh karena itu, Indonesia mengatakan, Vanuatu telah mendukung individu dengan agenda separatis
dan melawan Indonesia, maka tidak dapat disangkali, bahwa Vanuatu telah melanggar prinsip piagam PBB, maka harus dikecam.
Indonesia mengatakan, Vanuatu tidak tau malu, karena sejak tahun lalu
dan sekarang mereka telah memasukkan ULMWP sebagai anggota resmi ke dalam delegasi Vanuatu untuk hadir di PBB. Menurut Indonesia, tindakan semacam itu sama saja dengan tindakan permusuhan dan "tidak ada tempat" di sistem PBB.
______________
#UNGA73 #LetWestPapuaVote #United Nations
#Benny Wenda #Free West Papua Campaign
#ULMWP EU Mission #FreeWestPapua
#The United Liberation Movement for West Papua - ULMWP
#Free West Papua TV News #Free West Papua Campaign (Nederland)
#Ralph Regenvanu #Gary Juffa #Powes Parkop
Sunday, October 7, 2018
Pernyataan Negara-Negara Pasifik terkait masalah West Papua
Mypapua
4:21 PM
No comments
Mypapua
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →
Translate
Followers
NEWS
-
Djuyoto Memprediksi Tahun 2015 Indonesia Pecah. Beragam reaksi dan tanggapan muncul ketika wacana tentang masa depan Indonesia, yang...
-
Oleh: Victor F. Yeimo1 Konflik politik di Papua Barat tentang keabsaan wilayah terus dipertengtan...
-
Aksi Demo 15 Agustus 2016, (foto doc knpb) Pertanyaan Yang seringkali akan selalu bartanya ketiga ada tuntutan referendum memuncak di w...
-
FOTO-FOTO KORBAN KEKERASAN MILITER DI PAPUA TERHADAP RAKYAT SIPIL
-
Yogyakarta, Tabloid-Wani -- Obi Kogoya (20 thn) Mahasiswa Papua di Yogyakarta diperlakukan bukan seperti manusia. Ini tindakan ormas yang...
-
Pelabuhan jayapura TNI Angkatan Darat Baru Tiba dari Makasar . Jayapura Rabu 02 Oktober 2013 Pendoropan Pasukan M iliter ...
-
WAMENA( UMAGI)— Kerusuhan Wamena berdarah kembali terjadi di atas Tanah Papua, kali ini di Pasar Sinakma Wamena Jayawijaya Papua, Rabu ...
-
BEKAS RUMAH DIBAKAR OLEH MILITER (TNI-POLRI) DI MARKAS BESAR TPN-OPM DEVISI II MAKODAM PENKA IV PANIAI PAPUA (FOTO: ILST/GOOGLE) ...
Contact
Popular
-
FOTO-FOTO KORBAN KEKERASAN MILITER DI PAPUA TERHADAP RAKYAT SIPIL
-
BEKAS RUMAH DIBAKAR OLEH MILITER (TNI-POLRI) DI MARKAS BESAR TPN-OPM DEVISI II MAKODAM PENKA IV PANIAI PAPUA (FOTO: ILST/GOOGLE) ...
-
Oleh: Jhon Pakage (Indonesia, China, Austrlia,dan Amerika) Jhon Pakage Foto Frofil Facebook (Foto: Ist ) Pemerintah mewajibkan perusahaan ...
-
PUNCAK JAYA-- Mysterious killings continue to occur in the glorious peak, this is expressed by the secretary of the National Comm...
-
“Nabire Kembali Berdarah, Aparat Negara Republik Indonesia Melakukan Penembakan terhadap Rakyat pribumi West Papua, menggunakan Alat Ne...
-
YOGYA-- Sehabis aksi bisu memperingati hari Trikora, 19 Desember 1961, pada Selasa, (19/12) siang, aku duduk di lantai aula asrama Kamasan...
-
Berikut Dosa Dosa Investigasi freeport Dalam Benak Anak Negri Papua 1. Penemuan tambang oleh pelaut spanyol abad 12, hasilnya belu...
-
Ruangan tempat Kegiatan dibubarkan oleh Peserta Seminar (Foto: Dok/AMP/UP) YOGYAKARTA (UMAGI)-- Seminar Nasional tentang Konflik P...
-
Ini Korban atas nama: Petius Tabuni Mahasiswa Papua, asal Tolikara di Tondano, Sulut Doc: Pribadi Manado, MAJALAH SELANGKAH...
-
Negeri yang indah, Negeri yang kaya Negeri yang subur, Negeri yang menawan Negeri yang jauh, Negeri yang terjauh Di sanalah ku ...
0 SILAKAN BERKOMENTAR :
silakan komentar anda!