Thursday, January 11, 2018

PERNYATAAN SIKAP TPN-OPM MARKODAP III NDUGAMA

WEST PAPUA     8:58 AM   No comments

PERNYATAAN SIKAP TPN-OPM MARKODAP III NDUGAMA

Kepada Yth:

Pimpinan Dan Negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Presiden Dan Ketua Senat Amerika Serikat.
Kepala Negara Dan Ketua Parlemen Belanda
Kepala Negara Dan Ketua Parlemen Australia
Pimpinan Dan Seluruh Jajaran Ulmwp
Pimpinan Dan Jajaran Makodam Tpnpb-Opm Se-Papua Barat
Pimpinan Dan Seluruh Jajaran KNPB
Pimpinan Dan Seluruh Jajaran PNWP
Pimpinan Dan Seluruh Jajaran IPWP
Pimpinan Dan Seluruh Jajaran ILWP
Pimpinan Dan Seluruh Jajaran WPLO
Pimpinan Dan Seluruh Jajaran MSG
Pimpinan Dan Seluruh Jajaran PIF
Pimpinan Negara-Negara Pasifik Rumpun Melanesia
Negara Anggota Uni Eropa
Negara-Negara Di Benua Afrika
Pimpinan Negara-Negara Di Benua Asia
Bapak Paus Sebagai Kepala Gereja Kaltolik Sedunia
Pimpinan Seluruh Denominasi Gereja Kristen Sedunia.
Pimpinan Dan Anggota Seluruh Organisasi LSM
Pimpinan Dan Anggota Seluruh Media Cetak Dan Elektronik Pendukung Perjuangan Papua Merdeka Di Tingkat Lokal, Nasional, Regional Dan Internasional.

Dan Yang Kami Hormati Dan Cintai Rakyat Bangsa Papua Barat.
Sebagai Wujud Rasa Syukur Bangsa Papua Atas Kasih Karunia Dan Anugerah-Nya Dalam Membentuk Nusa Papua Yang Kaya Akan Sumber Daya Alam Dan Bangsa Papua Yang Begitu Unik, Sebagai Wujud Penghormatan Kepada Nenek Moyang Atas Warisan Gen Dan Sda Papua Dan Demi Kelangsungan Hidup Bangsa Papua Serta Kelestarian Sumber Daya Alam Papua. DENGAN INI Kami Menyatakan Sikap:

Meminta kepada pimpinan dan negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera membuka dokumen kejanggalan penyelenggaraan PEPERA secara transparan dan sebagai upaya menebus kesalahan karena memendam kejanggalan, segera membentuk panitia khusus untuk menggelar referendum bagi bangsa Papua sebagai pengganti penentuan pemilihan rakyat (PEPERA) yang tertunda karena Indonesia tidak pernah melaksanakan PEPERA sesuai mekanisme internasional.

Kepala Negara Amerika Serikat D.T. Segera Mempertanggungjawabkan Konspirasi Negara Amerika Serikat Untuk Membarter Status Politik Dengan PT. FI melalui N. A. 
Kepala negara belanda segera membuka rahasia konspirasi dan menyatakan dukungan atas perjuangan Papua medeka.

Rakyat Bangsa Papua Telah berkonsensus membentuk Negara Kesatuan Republik Papua Barat (NKRPB), memanifestokan dan Memproklamasikannya pada tanggal 1 Juli 1971, Namun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan klaim tanpa Dasar menganeksasi Negara Kesatuan Republik Papua Barat (NKRPB) dan menginvasi teritorial Negara Kesatuan Republik Papua Barat (NKRPB). Oleh karena itu, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) segera mengakui dan mengembalikan kedaulatan politik bangsa Papua Barat yang sedang dianeksasi.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Segera menurunkan, melipat dan mendeportasi bendera merah-putih dari teritorial Negara Kesatuan Republik Papua Barat (NKRPB) Dari Sorong Sampai Merauke.

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Segera Mendeportasi Seluruh Warga Negara Indonesia Yang Masuk Ke Dalam dan menginvasi Teritorial Negara Kesatuan Republik Papua Barat (NKRPB) Dari Sorong Sampai Merauke.

dibawah komando Jend. Daniel Kogoya Dan Jend. Silas Kogoya selaku Pimpinan MARKODAP III Tentara Pembebasan Nasional (TPN) di bawah payung Organisasi Induk Perjuangan Papua Merdeka yaitu Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) komandan operasi Egianus Kogoya Menyatakan Bertanggungjawab Atas Peristiwa Penembakan Dan Perampasan Senjata Di Ibu Kota Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Kami Melakukan Penyerangan Terhadap Tentara Nasional Indonesia (TNI) Yang Bekerja Membanugn Jalan Trans Wamena-Mumugu Sebagai Bentuk Penolakkan Terhadap Aneksasi, Invasi Dan Pemaksanaan Penyelenggaraan Administrasi Pemerintahan NKRI. Kami akan selalu mengganggu aktivitas pemerintahan NKRI di teritori Papua Barat karena kami tidak pernah ikut berjuang semasa bangsa Indonesia mendirikan NKRI, tidak pernah menghendaki, mau mengintegrasikan diri ke pangkuan ibu pertiwi dalam binkai NKRI, oleh karena itu kami menolak dengan tegas pendudukkan NKRI di teritorial NKRPB.

Agar Tidak Keliru Dalam Mengikuti Alur-Plot Perjuangan Bangsa Papua Dalam Mendirikan Negara sehingga Mengerjakan Satu Pekerjaan Dari Generasi Ke Generasi, Dengan Ini Kami Menegaskan Dan Memerintahkan Kepada ULMWP Untuk Mengakui eksistensi OPM, TPN, UUD 1971 Dan NKRPB Sesuai Amanat UUD 1971 Dan Mengamandemen Seperlunya Setelah Kedaulatan Dan Kekuasaan Jatuh Kembali Ke Tangan Bangsa Papua.

Untuk Mengakhiri Penderitaan Di Dalam Aneksasi Dan Kolonialisasi NKRI, Maka Dengan Ini Kami Menghimbau Kepada Seluruh Faksi Militer Perjuangan Papua Merdeka Agar Segera Melebur Dan Merapatkan Barisan Di Dalam Komando Nasional TPNPB. Faksi Militer Mana Pun Yang Tidak Mengindahkan Himbauan Ini Dianggap Milisi Yang Dibentuk NKRI Sebagai Kontra Atas Perjuangan Murnih TPN-OPM.

Wilayah Komando Daerah Militer (Kodam III) TPN-OPM Ndugama Yang Meliputi Silimo-Alama Dan Mulia-Agatz Adalah Wilayah Kerja TPN-OPM. Oleh Karena Itu, Faksi Militer Yang Tidak Meleburkan Diri Dan Bersatu Di Dalam komando nasional/DICAP MILISI NKRI Tidak Diperkenankan Membuka Sayap Di Wilayah Operasi Ini KARENA DIANGGAP TNI/POLRI.
Menghimbau Kepada Semua Makodam Tpnpb Di Seluruh Teritorial Papua Barat, Merapatkan Barisan Untuk Mengusir Kolonial Indonesia.

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) diaktifkan & direorganisasi pada tahun 2008 untuk melanjutkan tugas pokoknya yaitu membentuk negara kesatuan Republik Papua Barat (NKRPB) secara formal. Oleh karena itu, dengan ini kami menegaskan kepada pengurus komite Nasional Papua Barat (KNPB) dari pusat sampai wilayah agar tetap fokus & konsisten menjalankan tugas pokok & fungsinya dari 1961 sebagai panitia perancang Negara.

Pimpinan & anggota NGR/PNWP wajib & harus mengakui proses sejarah manifesto 1961 & proklamasi 1971. Tidak boleh menyibukkan diri seolah-olah tidak pernah ada perjuangan & menyibukkan diri membawa perjuangan kembali ke titik nol lagi. 

Tanggal 06 Januari 1996 kami menyandera Tim Ekspedisi Lorenz sebagai alat tawar agar PBB, Amerika, & Belanda serta NKRI bahkan berbagai bangsa & negara di dunia membuka mata & mengetahui secara pasti bahwa bangsa Papua memproklamasikan kemerdekaannya pada 01 Juli 1971 namun dianeksasikan melaui rekayasa PBB, Amerika & Belanda serta NKRI. Kami menyandera untuk pengembalian status kedaulatan politik bangsa Papua yang dianeksasi oleh NKRI bukan minta OTSUS, UP4B, pemekaran, jalan trans dan lain-lain. Oleh karena itu, setelah 21 tahun penyanderaan tim lorenz, Kami menghimbau kepada Presiden, Panglima TNI & KAPOLRI NKRI agar tidak menangkap, menyiksa & menembak rakyat sipil di Ndugama & Papua secara membabi buta di jalan-jalan. Kita sudah memulai pertempuran & sedang dalam situasi perang namun pasukan anda ditarik dari medan pertempuran sehingga anda tahu keberadaan kami. Apabila mau mengulang operasi Prabowo 21 tahun silam, Sialhkan datang ke tempat pertempuran ini. Apabila pasukan anda masih merazia, menjebak, Menangkap, menyiksa & menembak rakyat sipil seperti beberapa hari terakhir ini, kami pun akan melakukan hal yang sama kepada rakyat sipil anda. Mari kita lindungi rakyat sipil anda & saya secara bersama-sama.
Ndugama-Mugi, 12 Desember 2017


Ttd

KOMANDAN OPERASI
Egianus K. Kogoya
pernyataan sikap TPN-OPM MARKODAP III NDUGAMA
Video pernyataan sikap dapat ditonton di tautan link ini:https://m.youtube.com/watch?v=C0GTfx197Kw

, ,

WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 SILAKAN BERKOMENTAR :

silakan komentar anda!

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS