Tuesday, November 26, 2013

32 AKTIVIS PAPUA MERDEKA DITANGKAP, RAKYAT PAPUA TIMIKA MINTA DIBEBASKAN

WEST PAPUA     12:07 AM  



TIMIKA--- Ribuan masa yang Tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNBP) menggelar Aksi longmarch mulai dari Timika menuju titik nol  Kantor Kapolres 32 Timika. Pada selasa 26/11/2013. Awalnya KNPB bersama Rakyat Papua melakukan aksi di depan Makam Tuan Gen. Kelik Kwakilk Timika Indah Namun Polisi mendatangi tempat  kegiatan aksi  Polisi dan Tentara brutal menangkap Aktivis Papua sebanyak 32 orang. Jelasnya.

Ini nama-nama yang Polisi dan tentara tahan: 1.      Steven Itlay (Ketua Umum KNPB Wilayah Mimika. 2.      Abiud Degei (Ketua Umum PRD Mimika) 3.      Billy Hagawal (Sekjen KNPB Wilayah Mimika) 4.      Donny Mote (anggota) 5.      Petrus Bobii (anggota) 6.      Boni Bora (anggota) 7.      Yulianus Edoway (anggota) 8.      Paulus Doo (anggota) 9.      Martinus Pekey (anggota) 10.  Paulina Pakage (anggota) 11.  Agusten Pekey (anggota) 12.  Soni Ukago (anggota) 13.  Daniel Kotouki (anggota) 14.  Sprianus Edowai (anggota 15.  Orgenes Pigai (anggota) 16.  Menase Dimi (anggota) 17.  Timotius Kossay (anggota)18.  Welius Kogoya (anggota) 19.  Demianus Kogoya (anggota) 20.  Kasianus Kamke (anggota) 21.  Aduart Suruwan (anggota) 22.  Melianus Gobai (anggota) 23.  Pais Nasia (anggota) 24.  Mekkson Kotouki (anggota) 25.  Maria Piligame (anggota) 26.  Markus Entama (anggota) 27.  Yustinus Pigome (anggota) 28.  Sior Heselo (anggota) 29.  Semuel Edowai (anggota) 30.  Agus Itlay (anggota) 31.  Yakonias Womsiwor (anggota) 32.  Andreas Edowai (anggota)

 “Masa kembali  melakukan aksi berjalan kaki menuju kantor Kapolres Mimika dengan Tujuan memintah  pihak kapolres A. Karowa segerah bebaskan kawan-kawan kami yang tadi pagi ditangkap oleh tim gabungan Tni-Polri serta Desnsus 88. Tutur salah satu Orator dalam masa aksi yang digelar oleh knpb bersama rakyat Papua”

Masa memblokade jalan  Cenderawasih  dari  Timika menuju kuala kencara. Sampai di Jalan sp II dekat Petrosea Massa membakar ban sambil berjalan. lalu SPII masa semakin banyak. Kemudian sampai SPIII  masa dari Kwamki lama juga ikut tergabung dalam aksi tersebut.

Dalam aksi ini, masa yang terdiri dari mama Papua, Anak sekolah SD, SMP, SMP, dan Mahasiswa Peduli Pembebasan Nasional Rakyat Papuam, ada salah satu  Pelajar SMP mengatakan “Kami di bohohi oleh sistim  Indonesia yang  tidak penuli kemanusiaan mereka hanya pikir untuk Perut mereka. Jadi lebih baik Papua harus Merdeka, kami mau ingin menentukan Nasib Sendiri,” katanya.

Dalam aksi ini, masa yang terdiri dari mama Papua, Anak sekolah SD, SMP, SMP, dan Mahasiswa Peduli Pembebasan Nasional Rakyat Papua. ada salah satu  Pelajar SMP mengatakan “Kami di bohohi oleh sistim  Indonesia yang  tidak Penuli Kemanusiaan mereka hanya piker untuk Perut mereka. Jadi lebih baik Papua harus Merdeka Kami mau ingin menentukan Nasib Sendiri,” katanya.

Sekitar pukul 14:00 masa mendukuki kantor kapolres 32 untuk masa meninta segera dibebaskan Aktivis Papua yang ditangkap polisi dan tentara serta Densus 88 di Timika Indah. Lalu tanggapan dari Kapolres Mimika Menyatakan Aksi ini beluma ada surat ijin jadi kami sengaja ditangkap atas perintah dari Polda Papua,.

lanjut yang ditangkap di Timika indah tadi oleh anak buah saya adalah polisi dan Tentara serta Inteljen orang Papua  yang mengenal mereka lalu mereka ditangkap Tutur Kapolres A. Karowa. Saat depan Kantor 32  bersama dengan Rakyat Papua.

Hukum berlaku hanya elit Politik Papua Jakarta tidak termasuk dengan Rakyat pribumi Papua, coba lihat hari ini timika 32 aktivis papua ditangkap, dan beberapa daerah lain seperti Jayapura hanya membagi selebaran saja sekitar 16 aktivis di tangkap oleh pihak militer Indonesia, apaka ini Negara demokrasi?

Ini Seruaan aksinya; Kolonialisme Indonesia yang kini menjadi jembatan bagi kapitalisme global adalah musuh rakyat dunia yang harus dihapuskan. Mereka adalah perampok hak politik bangsa Papua, yaitu hak penentuan nasib sendiri melalui rekayasa Pepera tahun 1969. Kolonialisme dan kapitalisme (imperialisme) tanpa merasa bersalah telah menjadi aktor penentu masa depan bangsa Papua. Dari Pepera 1969 hingga paket politisasi Otonomi Khusus (Plus) 2013, kolonialisme tak henti-hentinya menjadi penentu masa depan bangsa Papua.

Oleh karena itu, tuntutan hak penentuan nasib sendiri (The right of Self-determination) adalah mutlak diperjuangkan. Kita harus menjadi penentu masa depan kita sendiri, bukan penguasa kolonial, juga bukan kapitalisme global. Bahwa tawaran paket politik kolonial melalui Otsus, Pemekaran, UP4B, dan segala bentuk rupa adalah kebahagiaan semu. Kita patut membuang ilusi-ilusi kosong yang dipromosikan kolonial Indonesia dan para kapitalisnya.

Gerakan perlawanan rakyat harus dibangun, karena Rakyatlah penentu hidup, rakyat harus jadi basis dan pelaku perjuangan.  Musuh Kita (NKRI) takut bila rakyat bangkit melawan, karenanya penguasa konial Indonesia melalui TNI/Polri saat ini melakukan penghancuran basis rakyat dengan segala taktik busuknya seperti bantuan-bantuan, penerimaan CPNS, Pemekaran, Pilkada, Otsus Plus, UP4B, pembentukan milisi sipil, Barisan Merah Putih, LMA, dan banyak tawaran lainnya. Semua itu dilakukan agar kita lupa perjuangan, kita lupa jatih diri sebagai ras melanesia, lupa bahwa tanah kita sedang dikuasai oleh kaum pendatang, dan lupa bahwa kita sedang habis dan punah diatas tanah kita. Kini saatnya kaum muda musti bergerak lagi, menjatuhkan rezim penindas rakyat, menumbangkan tirani pengkhianat rakyat. Ini telah menjadi tugas sejarah kita, wahai kaum muda, berlawanlah!

Di depan mata, terang-terangan para pengkhianat itu telah melecehkan hukum harkat dan martabat bangsa kita. Di depan mata, terang-terangan para perampok itu telah menjarah kekayaan alam kita. Di depan mata, terang-terangan para politisi busuk berkedok agama itu berniat mengganti dasar system budaya kita. Apakah kita masih akan diam saja? Ini telah menjadi tugas sejarah kita, wahai kaum muda, berlawanlah !!! Satukan hati dan pikiran, tanpa pelu rasa takut, kita maju menentang ketidakadilan. Satukan hati dan pikiran, dengan tekad membara, kita maju mengabarkan pembebasa. Kini saatnya kaum muda musti bergerak lagi, menjatuhkan rezim penindas rakyat, menumbangkan tirani pengkhianat rakyat.

Untuk itu Ketua Umum Parlemen Nasional West Papua  mengiktruksikan kepada Badan Pengurus KNPB Pusat sampai wilayah untuk melakukan Aksi Damai maka kami KNPB Wilayah Mimika bersama PRD Mimika Mengundang Bapak Ibu saudara/i, baik Aktivis mahasiswa, Aktivis Papua Merdeka, Seluruh Komponen rakyat Papua Barat, turut ambil bagian dalam Aksi Demo Damai dalam Rangka Mendukung Pembukaan Kantor Kampanye OPM dan Pertemuan IPWP, ILWP serta kampanye Papua Merdeka Sorong To Samarai akan dilaksanakan di Port Moresby Ibu kota Negara Papua New Gunea (PNG) tanggal 25-01 Desember 2013. Aksi dukungan Secara Nasional Sorong sampai Merauke akan dilaksanakan Pada 26 Nopember 2013. (Sumber: knpbnews.com) (Admin)

,

WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.