Saturday, June 9, 2012

Buchtar Cs Tidak Memiliki Senjata Api

WEST PAPUA     8:16 AM   No comments


JAKARTA (UMAGI)--- Yang punya senjata api (Senpi) adalah aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, pimpinan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Buchtar Tabuni bersama kedua rekannya, Assa Alua dan Jufri Wandikmbo yang telah ditangkap Polda Papua 7 Mei 2012 lalu sama sekali tidak punya senjata api. 

“Aparat harus membuktikan siapa pelaku penembakan di tanah Papua, bukan menangkap Buchtar Cs untuk menutup ketidakmampuan aparat, sekaligus untuk menutup ruang demokrasi di tanah Papua.”

Demikian penegasan Dorus Wakum, aktivis hak asasi manusia (HAM) ketika mengubungi suarapapua.com, Sabtu (9/6) siang ini dari Jakarta. 

Menurut Dorus, aparat sengaja mengkambing hitamkan KNPB, padahal sama sekali tidak punya bukti yang jelas atas keterlibatan KNPB dalam berbagai aksi penembakan di tanah Papua. 

“Buchtar ditangkap Polisi seperti tangkap Ketua FPI Habib Risiq, padahal Buchtar adalah pemimpin organisasi pemuda yang arah perjuangan jelas, yakni memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua Barat, bukan organisasi yang jalan tembak sana tembak sini seperti dugaan polisi,” ujar Dorus.

Dikatakan, sejak penembakan Petrus  Ayamiseba, Leo Wandegauw di Timika, Nason Simopiaref dan temannya asal Manado, kemudian Terijoli Weya, hingga lima orang masyarakat sipil di Degeuwo yang dilakukan oleh Brimob. 

“Termasuk turis Jerman, anak sekolah, mahasiswa, masyarakat sipil, dan anggota TNI serta Polri, apakah semua itu dilakukan oleh Bucthtar Tabuni selaku pimpinan KNPB? Apakah KNPB punya senpi? inikan aneh jika aparat menuduh mereka,” kata Dorus heran. 

Lanjut Dorus, “Saya tidak melihat KNPB dilatih khusus untuk melakukan hal-hal seperti yang terjadi sekarang ini, yang saya tahu KNPB adalah anak-anak muda Papua Barat yang punya pengetahuan dan paham soal latarbelakang sejarahnya dan juga merupakan bagian dari korban pelanggaran HAM berat,” jelasnya. 

Karena itu, berbagai aksi penembakan yang marak belakangan ini seharusnya ditanyakan saja pada kelompok-kelompok aparat itu sendiri. 

“Ini sepertinya ada persaingan bisnis militer antara TNI dan Polri, siapa bunuh banyak orang asli Papua, maka dia yang mendapat banyak uang dan pangkatnya akan diberikan bintang satu atau dua itu. 

Polisi bukannya mengungkap pelaku penembakan, tetapi malahan menangkap Buchtar Tabuni,” tegas Ketua KAMPAK Papua ini miris. 

Ditambahkan, penangkapan Buchtar justru menyulut semangat perjuangan kelompok KNPB, sebab KNPB memiliki massa di hampir semua daerah di tanah Papua. 

Dorus juga menghimbau kepada seluruh masyarakat asli Papua untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, sebab semua aksi-aksi penembakan adalah skenario aparat TNI/Polri. 

“Saya himbau rakyat Papua harus waspada, terutama kehadiran wajah-wajah baru, termasuk droping aparat TNI/Polri yang akan dilakukan dalam waktu dekat,” urainya. 

Terakhir, mantan aktivis KontraS Papua ini meminta agar Polda Papua berhenti mengkambinghitamkan KNPB, serta mencari pelakua penembakan yang selalu disebut sebagai Orak Tidak Dikenal (OTK). 

Informasi yang diterima media ini, Buchtar Tabuni telah dijadikan tersangka atas dugaan pengrusakan Lembaga Permasyarakatan Abepura, Klas II A pada Desember 2010 silam. (
OKTOVIANUS POGAU)



SUMBER; SUARAPAPUA.COM

WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 SILAKAN BERKOMENTAR :

silakan komentar anda!

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.