Monday, July 28, 2014

INI PERNYATAAN SIKAP, AMP SOLO

WEST PAPUA     6:44 AM  

ALIANSI MAHASISWA PAPUA KOMITE KOTA SOLO (KK-AMP) MENYATAKAN SIKAP
TERKAIT SERUAN YANG BEREDAR DARI OKNUM YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB
MENGATASNAMAKAN AMP JAWA, JAKARTA, DAN BALI.
________________________________________
PERNYATAAN SIKAP.....!
Bahwa Kami sadar, Kami mengerti, Kami paham, Kami mengetahui, setelah kami mengikuti dan mempelajari Karakter, Prinsip, Sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang Berwatak KOLONIALIS selama 52 Tahun di Tanah West Papua. Sejak Aneksasi Papua ke Pangkuan NKRI pada 1 Mei 1963, tidak ada Perubahan, tidak ada perkembangan terhadap orang asli Papua maupun tanah Papua. Indonesia melegitimasi diatas penderitaan orang Papua hanya datang untuk membunuh, meniksa, memperkosa, merampas kekayaan alam.

Oleh sebab itu, berdasarkan kebenaran Sejarah Perjuangan Pembebasan bangsa dan Tanah air West Papua, Kami Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Se-Jawa, Jakarta, dan Bali akan terus berjuang dan Menyuarahkan aspirasi Rakyat West Papua mengenai Hak Penentuan Nasib Sendiri (The Right To Self Determination) Kepada Nasional Indonesia maupun Masyarakat Dunia Internasional, untuk mengetahui Kejahatan dan Pelanggaran oleh Negara Indonesia, Belanda, Amerika dalam Perebutan wilayah Papua pada dekade 1960-an membawa kedua negara antara Indonesia dan Belanda dalam perundingan yang kemudian dikenal dengan “New York Agreement/Perjanjian New York”, terdiri dari 29 Pasal yang mengatur 3 macam hal. Yaitu diantaranya sebagai berikut: Pasal 14-21 mengatur tentang “Penentuan Nasib Sendiri (Self Determination) yang didasarkan pada praktek Internasional yaitu satu orang satu suara (One Man One Vote)”. Dan pasal 12 dan 13 mengatur tentang transfer Administrasi dari PBB kepada Indonesia, yang dilakukan pada 1 Mei 1963 dan kemudian Indonesia dikatakan ‘Hari Integrasi’ atau kembalinya Papua Barat kedalam pangkuan NKRI.

Tidak lama Kemudian pada 30 September 1962 dikeluarkan “Roma Agreement/Perjanjian Roma” yang intinya Indonesia mendorong pembangunan dan mempersiapkan pelaksanaan Act of Free Choice (Tindakan Pilih Bebas) di West Papua pada tahun 1969. Namun dalam prakteknya, Indonesia mobilisasi Militer secara besar-besaran ke Papua untuk meredam gerakan Pro-Merdeka rakyat West Papua. Dengan tindakan operasi Khusus (OPSUS) yang diketuai oleh Jendral Ali Murtopo untuk memenangkan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) diikuti operasi militer lainnya yaitu Operasi Sadar, Operasi Bhratayudha, Operasi Wibawa dan Operasi Pamungkas. Akibat dari operasi-operasi tersebut terjadi pelanggaran HAM yang luar biasa besar, yakni penangkapan, penahanan, pembunuhan, manipulasi hak politik rakyat West Papua, pelecehan seksual dan pelecehan kebudayaan dalam kurun waktu 6 tahun. Lebih ironis lagi, tanggal 7 April 1967 Kontrak Karya Pertama Freeport McMoran, perusahaan tambang milik Negara Imperialis Amerika dengan pemerintahan rezim fasis Soeharto. Yang mana klaim atas wilayah Papua sudah dilakukan oleh Indonesia jauh 2 tahun sebelum PEPERA dilaksanakan. Sehingga sudah dapat dipastikan bahwa, bagaimanapun caranya dan apapun alasannya Negara West Papua harus masuk dalam kekuasaan Indonesia.

Tepat 14 Juli – 2 Agustus 1969, PEPERA dilaksanakan. Dari 809.337 orang Papua yang memiliki hak, hanya diwakili 1025 orang yang sebelumnya sudah dikarantina dan cuma 175 orang yang memberikan pendapat. Musyawarah untuk Mufakat melegitimasi Indonesia untuk melaksanakan PEPERA yang tidak demokratis, penuh teror, intimidasi dan manipulasi serta adanya pelanggaran HAM berat.
Praktek yang kemudian diterapkan Indonesia hingga saat ini untuk meredam aspirasi prokemerdekaan Papua. Militer menjadi tameng yang reaksioner dan kesenjangan sosial/kesejahteraan menjadi alasan untuk menutupi aspirasi kemerdekaan rakyat Papua dari pandangan luas rakyat Indonesia dan masyarakat Internasional.

Maka dengan Tegas, Kami Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Se-Jawa, Jakarta, dan Bali Pada Umumnya dan Khususnya Komite Kota Solo Menyatakan Sikap Sebagai Berikut:

1. Kami Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Mengutuk, Menolak, dan Membantah Kepada OKNUM yang mengatasnamakan ALIANSI MAHASISWA PAPUA (AMP) JAWA, JAKARTA, dan BALI melakukan melegitimasi untuk mengacau balaukan perjuangan (AMP) untuk Hak Penentuan Nasib Sendiri.

2. Kami Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Membantah dan Menolak Tegas atas Seruan/Selebaran yang disebarluaskan dengan mengatasnamakan Kawan kami ROY KAROBA adalah Bukan Ketua ALIANSI MAHASISWA PAPUA (AMP) JAWA, JAKARTA, dan BALI, setelah kami mencermati isi dari seruan tersebut bukan Pernyataan Asli oleh (AMP), Maka kami yang tergabung didalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) tidak ada kompromi dan tidak menerima tawaran dari Pihak manapun, untuk memperhentikan dan/atau mematikan langkah Pejuangan AMP. 

3. Perjuangan kami Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Jelas Bahwa Hak Penentuan Nasib Sendiri adalah Solusi Demokratis bagi Rakyat West Papua secara Mekanisme Hukum Internasional untuk mengarah REFERENDUM dan Peninjauan Kembali pada Kebenaran Sejarah Perjuangan Orang Papua.

4. PEPERA 1969 di West Papua Tidak Sah, Indonesia, Belanda, Amerika, melahirkan Cacat Hukum dan Cacat Moral dalam Pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA), karena PEPERA dimenangkan oleh kekuatan MILITER INDONESIA dan penuh Melanggar Perjanjian Hukum Internasional.

5. Kami Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) tetap pada posisi, tidak bisa merubah Karakter, tidak bisa Mematikan Langkah dan Ideologi untuk MERDEKA dari pihak manapun, entah Mu Elite Politik Lokal Papua, ORMAS, TNI/POLRI, INTELIGEN, BIN, BAIS, BARISAN MERAH PUTIH, tidak peduli, kapanpun dimanapun kami Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) akan terus berjuang Hak-hak Dasar orang Papua.
6. Kami Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menghimbau kepada seluruh Mahasiswa Papua, maupun Rakyat West Papua tidak terprovokasi dengan perkembangan isu dari oknum yang tidak bertanggung jawab, siapapun dia adalah musuh, lawan alasanya harus lawan.

Demikian Pernyatan ini kami buat, atas perhatian, dan kerja sama yang baik untuk Menghargai Hak-hak Dasar dan Nilai-nilai Demokrasi kami ucapkan banyak terimakasih.

Jabat erat selalu. & Salam Pembebasan…!
Surakarta,26 Juli 2014
Mengetahui
Kordinator Komite Kota Solo
Aliansi Mahasiswa Papua (KK-AMP)

Golo Walela Paul Waine
Ketua Sekjen
SUMBER: AMP SOLO

,

WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.