Sunday, November 11, 2012

Aksi turun jalan Solidaritas Rakyat Peduli HAM (SRPPH) Sorong Menuntut Keadilan

WEST PAPUA     8:59 PM   1 comment


SORONG (UMAGI)--  Aksi Solidaritas Rakyat Papua Peduli Ham (SRPPH) Sorong melakukan aksi longmarch dari lapangan Hoki hingga kantor walikota HBM. Pada hari ini (12/11/12).

Aksi dilakukan sebagai protes terhadap sikap warga pendatang salah satu suku di Papua yang melukai hati Orang Papua dengan melakukan pembakaran 13 rumah orang asli Papua (suku Serui) di mana 13 rumah dibakar, 6 rumah rusak berat dan dijarah seluruh isinya. 

Sehingga lebih dari 300 jiwa kehilangan tempat tinggal. Kejadian yang menganaskan ini terjadi pada tanggal 28 Oktober 2012 lalu didaerah Klademak II pantai Sorong. 

Aksi diikuti oleh kurang lebih 1.000 masa yang terdiri dari Dewan Adat PAPUA (DAP) wilayah Malamooi Sorong, LMA Malamoi Sorong, LMA Kab Tambraw, LMA Kab. Raja Ampat, LMA Kab. Maybrat, LMA Kab. Fafak, LMA Kab. Yapen - Waropen, Ikatan Pemuda, Pelajar, Mahasiswa Yapen Barat Utara. Hingga berita ini diturunkan aksi sedang berlangsung dan aksi dikawal ketat oleh aparat kamanan. 

Para peserta aksi menggunakan 5 buah truck dengan disertai dengan konfoi sepeda motor dan berjalan kaki. Kondisi kota Sorong aman. (JN)

sumber: facebook.com, sms

 berita sebelumnya:


Kronologis Pembakaran Rumah Orang asli Papua oleh Warga Non-Papua


Aksi Pembakaran Rumah Warga asli Papua (Foto/Bily)
Sorong, Suaracendrawasih- Pada tanggal 06/10 sekitar pukul 01.00 (malam) lalu, Melianus Yenu hendak membeli makan di Kios yang berada di luar Kompleks (Klademak II Pantai). Ketika ia lewat di Toko, dan ada anak-anak Seram yang duduk di depan. Mereka curiga korban mau melakukan pencurian di daerah sekitar kompleks Seram. Hal ini disampaiakn oleh Bily Auparau kepada Media ini.

Lunjutnya, Lalu Mereka berteriak dan menggejar korban, akibat dari teriakan tersebut membuat korban  takut, lalu si korban lari dan mereka (suku Seram) mengejarnya dengan sepeda motor sampai menangkapnya, lalu si koban dipukul dan di telanjani, bahkan sangat tidak berperi kemanuasian dimana setela itu korban di ikat kedua kakinya lalu diseret dengan sepeda motor di jalan raya  sampai korban tidak tersadarkan diri.  Akibatnya korban harus dilarikan ke di RSUD, dan bahkan korban sampai 3 hari tidak tersadarkan diri.

Aksi Pembakaran Rumah Warga ali Papua (Foto/Bily)
 Bertolak dari permasalahan tersebut, Setelah itu, ayah korban melaporkan hal ini kepada Daniel Sawaki (Kepala Lembaga Bantuan Hukum YAWA) dan Ia buat surat (laporan polisi)  ke Polres kota Sorong untuk segera menangani masalah ini sampai tuntas, hal ini ini dimaksud sehingga adanya penyelesaian secara hukum dengan baik, namun sampai saat kejadian tidak ada tanggapan dari pihak Kepolisian karena diduga Saudara Melianus melakukan pencurian.

Akibatnya pada hari Minggu, 28 Oktober 2012 Bapak Azaria Yenu (orang tua korban) Emosi atas anaknya yang sakit dan belum sadarkan diri. Ia pergi dan sampaikan emosinya di Kompleks Masyarakat Seram dengan harapan bahwa permasalahan tersebut dapat di sikapi dengan seriuas oleh pihak pelaku, namun harapan tersebut justru tidak seperti apa yang diharapkan, dan pada saat itu Masyarakat Seram justru mala melakukan penyerangan dan mengejar dia (ayah korban). Akhirnya ia (ayah korban) melepaskan Bom Rakitan 4 kali untuk melindungi diri dari kejaran masa.
Aksi Pembakaran Rumah Warga ali Papua (Foto/Bily)
Masyarakat Seram yang mengejar dia kembali dan melapor ke warga Seram yang lainnya bahwa Pa Azaria telah meledakan Bom di Rumah Ibadah (Masjid). Akhirnya memacu mereka untuk melakukan aksi tidak bermoral tersebut.
Menurut Bapak Tris Bisai : “Sejak peristiwa pembakaran dan perusakan rumah mulai berlangsung, masyarakat Korban tidak melakukan pembalasan, karena saat itu pihak Kepolisian sudah berada di Lokasi perkara, sehingga mereka beranggapan akan bahwa kehadiran Polisi (pihak keamanan)  suda ada sehingga situasi akan menjadi aman-aman saja.

Aksi Pembakaran Rumah Warga ali Papua (Foto/Bily)
Namun akhirnya tidak seperti yang diduga, Rumah mereka dibongkar sampai akhirnya dibakar. Bukan hanya perusakan rumah saja, tetapi mereka (suku Seram) juga melakukan tindakan amoral dengan mencuri harta benda milik korban dan mengotori rumah korban dengan melepaskan kotoran manusia (berak) di dalam rumah-rumah korban. Rumah yang terbakar hangus sebanyak 22 rumah terdiri dari rumah panggung (terapung) yang rusak parah dan sisanya adalah rumah batu (di darat).
Aksi Pembakaran Rumah Warga ali Papua (Foto/Bily)
Sejak kejadian itu, keesokan harinya Senin, 29 Oktober 2012 Walikota Sorong turun ke Lokasi kejadian, namun sampai saat ini belum ada tanggapan untuk penyelesaian masalah tersebut.
Menurut informasi, situasi terakhir saat ini kondisinya sangat memprihatinkan maka korban memohon bantuan (Kondisi terakhir) di tempat kejadian belum aman/ masih tegang. (SC/Jekon Ikomou)


WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

1 comment :

  1. ADUH...TUHAN SUDAH TERBALIK ORANG PENDATANG MENJADI PUTRA DAERAH SEDANGKAN PUTRA DAERAH MENJADI PENDATANG....
    TUHAN YESUS AMPUNILAH MEREKA .....

    ReplyDelete

silakan komentar anda!

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.