Thursday, August 23, 2012

PANIAI: PENAMBAHAN PASUKAN (TNI/POLRI), SWEEPING SEMAKIN KETAT, WARGA SIPIL PANIK DAN TRAUMA

WEST PAPUA     3:19 PM   No comments


Brigadir Polisi Yohan Kisiwaito, tewas ditembak
Orang Tak Kenal (OTK) (Foto:
http://m.watnyus.com)
PANIAI (UMAGI)— Sejak terjadi Penembakan terhadap anggota Polres Paniai, Brigadir Polisi Yohan Kisiwaito, tewas ditembak Orang Tak Kenal (OTK). Ia ditembak saat mencuci mobil tak jauh dari ujung lapangan terbang Enarotali kemarin, Selasa (21 Agustus 2012) Pukul 10:00.

Kabupaten Paniai  menjadi kota “Mati”,  Semua aktivitas Warga serta aktivitas Kantor, Proses Belajar Menangar, (SD, SMP, SLTA dan Kampus) dan Pedangan, Kios  Mogok,  Macet total hingga saat ini. Begitu disampaikan oleh salah seorang Guru yang bertugas Enarotali melalui pesan (facebook.com/group:umagynews)

Tim gabungan antara Polisi dan tentara, melakukan Sweeping rumah-kerumah seperti bukit Dupia rumah milik mantan Klasis Weya (Pdt. Panus Yeimo S.Th), dan Rumanya Sekertaris Klasis Weya (Pdt Sem Nawipa S. Th) dan bebera rumah di sekitarnya di periksa oleh Militer (Tni-Polri) disampaikan melalui Hp dengan pesan singkat Sms. oleh seorang warga setempat kejadian perkara (Tkp).

Tidak Jauh dari ibukota Enarotali kabupaten Paniai jarak hanya 200 meter Polisi dan Tentara juga melakukan Pembakaran rumah milik warga masyarakat Enarotali di sekitar bukit Dakimabega, sebanyak 3-6 rumah dibakar hingga harta benda mereka hilang dihantam oleh sijago Merah. laporan lansung dari pihak korban pemilik rumah melalui Sms.

Polisi dan tentara juga melakukan penangkapan terhadap ada bebera warga sipil asal kota Enarotali diantaranya: Steven Degei, Matias Kouki, Alosius Degei, dan Melianus Degei. mereka di periksa dengan penuh Intimidasi oleh Polisi yang bertugas di polres madi Ibu kota kabupaten Paniai.

Dalam Penangkapan sampai pemeriksaan mereka mendapat penganiayaan yang cukup serius dilakukan anggota polisi terhadap warga sipil yang di tangkap, (http://berita.liputan6.com). 

Dan sumber lain juga menyatakan penangkapan terhadap Silas Yogi (PNS Paniai), Lukas Nawipa (masyarakat), dan Ibron Gobai (masyarakat) di Kampung iyaibutu. Sementara pada tanggal yang sama juga, aparat melakukan penangkapan dan penyiksaan terhaap Aluwisius Degei (Guru), Derek Kobepa (ketua mudika), Itikimi Kobepa (driver speedboad) di motor boat di atas danau. Aparat juga menangkap Pendeta Yandrik Nawipa, jam 20.00wit, namun ia dikeluarkan jam 23.00 WIT. Ke- 6 orang yang ditangkap pada tanggal 21 tersebut, hingga sekarang masih berada di tahanan Polres, kecuali Pdt. Yandrik. Keesokan harinya, tanggal 22/08/2012, jam 10.00wit, aparat menangkap Marinus Gobay (PNS), AKulian Degei (masyarakat dagouto) saat pulang ke kampung mereka. Kedua orang ini, hingga saat ini masih ditahan. Sehingga jumlah tahanan yang ditahan hingga kini berjumlah 8 orang. (http://cahayareformasi.com)

Sejak Pasca penembakan Selasa 21 Agustus 2012 kemarin, itu jumlah warga sipil Paniai yang korban sebanyak lima orang Warga sipil ditembak membabi buta oleh oknum  Polisi dan Tentara. Menurut saksi mata beberapa informasi melalui Pesan singkat sumber terpercaya di Paniai membenarkan "aksi penembakan Pembalasan dari pihak kepolisian dan tentara terhadap masyarakat sipil Paniai' pesannya.

Korban Penembakan berjumlah 5 orang yakni; 1). Edipuniai Tekege. 2). Obaiye Degei. 3). Udiwego Yogi. 4). Kadepa ( nama lengkap belum diketahui). 5). Masyarat Suku Moni Intan Jaya (identitasnya belum diketahui) hingga saat ini semua warga masyarakat para pria dilarang keras keluar rumah.(Kompasiana.com/Ipuma)

Menurut Mama Yosepa Yogi menyatakan Hingga sampai saat ini,  Penambahan Pasukan dari Nabire, Timika dan dari Polda Papua di Paniai semakin meningkat jumlah yang sangat  cukup banyak (http://kompas.com). sumber lain juga menyatakan daerah Paniai pendropan Pasukan militer semakin dilancarkan melalui Udara dan darat.

Hal tersebut beberapa pelajar SMAN Paniai Timur (Natan Yogi, Mince Tatogo, Rut Gobay, Damianus tobai) juga membenarkan bahwa kami tidak masuk sekolah, karena di kota Enarotali di tutupi dengan Tentara dan polisi (Brimob), maka kami tidak ke sekolah untuk proses belajar mengajar. Mau keluar saja takut masih panik dan trauma melihat Polisi dan tentara di jalan dengan peralatan lengkap dengan senjata. (Pesan/Facebook.com).

Seorang Tokoh pemuda (J.M) mengatakan, (kamis 23/08/ 2012) pagi tadi “terdengar tiga kali bunyi letusan. “Kondisi saat ini seperti kota mati. Tidak ada aktivitas dari PNS. Semua sekolah juga tutup. Di ujung-ujung jalan hanya ada patroli TNI dan PORLI” menurutnya. (Pesan/facebook/group:Wisselmeren)

Seluruh petugas Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Paniai, Papua, serta pasien yang tengah dirawat meninggalkan rumah sakit sejak Selasa (21/8/2012) malam, akibat intimidasi dari aparat keamanan ((Tni/Polri) pasca tertembaknya seorang anggota Brimob. Kondisi itu diungkapkan Koordinator Dewan Kesehatan Rakyat Papua-Papua Barat Donald Haipon ketika dihubungi dari Jakarta, Rabu (22/8/2012).

Donald mengatakan, ketika itu aparat keamanan membawa seorang anggota Brimob yang tertembak ke RSUD. Belakangan diketahui penembakan itu dilakukan oleh anggota Organisasi Papua Merdeka. Aparat keamanan itu, kata Donald, memaksa petugas rumah sakit agar segera menolong. "Mereka mendesak dengan bahasa-bahasa yang kasar. Padahal petugas sudah berupaya," kata Donald mengutip keterangan relawan di Painai.
Akhirnya, nyawa anggota Brimob itu tak terselamatkan. Merasa terintimidasi, kata dia, seluruh petugas rumah sakit dan pasien keluar dari rumah sakit. "Pasien yang sakit berat dan ringan dilepaskan infusnya lalu pulang. Perawat-perawat juga memilih pulang. Rumah sakit dikuasai aparat keamanan," kata Donald.

Donald belum mengetahui persis berapa jumlah pasien dan perawat yang berjaga ketika itu. Dia mengaku tengah terus mengontak relawan di Pianai untuk mengetahui perkembangan terakhir. "Saat ini putus kontak. Kondisi terakhir rumah sakit belum dicek," kata dia.
Seperti diberitakan, selain menewaskan seorang polisi, lima warga juga tewas tertembak di lima tempat berbeda di Papua dalam enam hari terakhir. Pasca-penembakan polisi di Enarotali, kota itu menjadi lengang. Polisi meminta warga untuk tinggal di rumah. ( Un/AM,YY,AP/G W)

Sumber: Sms, Facebook.com, Kompasiana.com, liputan6.com. kompas.com.http://cahayareformasi.com











WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 SILAKAN BERKOMENTAR :

silakan komentar anda!

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.