Sunday, December 11, 2011

WEST PAPUA     11:39 AM  

SOLIDARITAS KEMANUSIAAN
R A K Y A T B A N G S A P A P U A
Alamat: Honai Jln. Abe-Expo Waena-Sentani, Hp. 081248338862
========================================
RAKYAT PAPUA KEMBALI MERAKAYAN HARI HAM SE-DUNIA

PREALESE
DALAM RANGKA HARI HAK ASASI MANUSIA (HAM) SE-DUNIA YANG KE-63 DI PAPUA


I. Pengantar
Perayaan HUT Hak Asasi Manusia (HAM) se-dunia, merupakan suatu ruang dan peluang yang memberikan kesempatan kepada kita rakyat bangsa Papua dapat dengan bebas menyampaikan sejumlah pergolakan yang mengancam tatanan kehidupan kami diatas tanah leluhur yang di anugerahkan oleh sang pencipta kepada kami.





 Perayaan HUT Hak Asasi Manusia (HAM) se-dunia, tidak hanya dilaksanakan hari ini diatas tanah papua, melainkan kegiatan HUT ini dilaksanakan di seluruh belahan dunia. sehingga rakyat bangsa Papua yang juga sebagai bagian dari masyarakat dunia mempunyai kewajiban untuk mewujudkan dan turut merayakan HUT ini.

Terlepas dari pada itu, tanah Papua merupakan lumbung pelanggaran HAM, yang realitasnya sampai saat ini belum pernah berakhir. Dimana sampai sekarang kita ketahui dan lihat bersama bahwa diatas tanah Papua pelanggaran HAM itu sudah menjadi suatu tradisi, manusia yang ada diatas tanah Papua dikorbankan bagai bintang yang tak memiliki naluri, ini terbukti dengan kejadian-kejadian yang menimpa manusia Papua dari saat kesaat.

Sehingga di tanggal 10 Desember yang di canangkan oleh dunia sebagai hari penegakan Hak Asasi Manusia untuk melindungi dan memberikan jaminan kenyamanan kepada hak hidup manusia di belahan dunia ini, Solidaritas Kemanusiaan Rakyat Bangsa Papua (SKRBP), berperan sebagai media atau jembatan menyelenggarakan kegiatan ini guna merangkul dan membangun kebersamaan mempertahankan Hak Hidup Manusia Papua yang semakin diminoritaskan Di atas tanah leluhurnya sendiri.

Perlu diketahui bahwa kehidupan Manusia Papua mulai di kekang dan dibelenggu, sejak Papua di Integrasikan kedalam Bingkai NKRI, sejak ini pula Hak Hidup manusia papua mulai terancam, yang mana telah kita ketahui bersama; ancaman hidup yang di atur secara terstruktur seperti yang kita ketahui bahwa diatas tanah papua sejak masa Resim Orde Lama-orde baru di rintislah skenario Daerah Operasi Militer (DOM), Operasi Katak atau Operasi pembasmian Koteka dan pemberlakuan Darurat Militer di atas tanah papua. Dalam fase ini banyak kehidupan dan Nyawa manusia Papua melayang meninggalkan saudara, orang tua, anak dan istri. Dalam fase ini juga banyak kaum perempuan menjadi korban pemerkosaan, laki-laki dibantai, diculik, di penjarakan dan dibunuh yang hingga kini tidak diketahui kuburnya (misteri).

Disangka bahwa Fase ini berakhir, sejak senario di ubah dengan Masa Reformasi yang se-akan memberikan keseimbangan dan peluang akan perlindungan Hak Hidup, namun yang terjadi juga tidak seperti yang diharapkan, justru malah yang terjadi kepedihan dan kesengsaraan yang berulang dari sebuah frakmentasi yang dipanggungkan. Dalam kebingungan dan kelinglungan rakyat bangsa papua, mencoba mencari tempat perlindungan untuk dapat memberikan kenyaman Hidup seakan sudah tidak berdaya, muncul-lah situasi baru yaitu fase baru yang di namakan dengan fase Demokrasi. Dalam fase ini rakyat bangsa papua merasa bahwa inikah ? kemungkinan fase yang dinantikan, untuk mengakhiri penderitaan panjang. Namun juga tidak, justru lebih menyakitkan dan menimbulkan luka hati yang mendalam.

Sehingga dengan sadar diketahui bahwa tidak terdapat setiap fase yang dapat memberikan jaminan akan suatu harapan, ini terbukti hingga saat ini telah setengah abad bangsa papua bersama bangsa Indonesia yang terdapat hanyalah kepedihan dan luka hati dan telah tertanam duri dalam daging rakyat bangsa Papua.

Demi mempertahankan Hak Hidup rakyat Papua, banyak upaya yang telah dilakukan oleh rakyat papua seperti :
1. Pembentukan FORERI
2. Pembentukan TIM 100
3. Musyawarah Besar (MUBES) rakyat Papua
4. Kongres Rakyat Papua II
5. Penolakan kebijakan Negara UU, No. 21, tentang Otonomi Khusus
6. Penolakan peraturan dan bentuk kebijakan lainnya

Namun dalam kondisi yang demikian belum juga memberikan kenyamanan bagi kehidupan rakyat papua, maka rakyat kembali merumuskan masa depannya untuk mencari solusi kedamaian dengan melaksanakan Kongres Rakyat Papua III 16-19 Oktober 2011 bertempat dilapangan Sakeus padang bulan Abepura sebagai solusi atau jalan keluar.

II. Landasan /dasar
Bersandar pada kebenaran sejarah kelam yang dimanipulasi hingga 50 tahun rakyat bangsa papua tinggal dalam kehidupan yang terancam, melalui berbagai tindakan dan represif serta kebijakan yang mengganggu ketentraman hidup rakyat papua dan bersandar pada pembenaran :
1. Penciptaan Tuhan Allah Bangsa Papua
2. Sejarah Aneksasi tahun 1961 dan PEPERA 1969 penuh manipulasi
3. Kongres rakyat papua II
4. Kongres rakyat papua III
5. Deklarasi 19 Oktober 2011
6. Hak Hidup Manusia Papua

III. Pernyataan Sikap
Dalam kesempatan peringatan hari HAM se-dunia dan pada tahun Yubelium ke-50 rakyat bangsa Papua, Solidaritas Kemanusiaan Rakyat Bangsa Papua merumuskan pandangan dan memberikan pernyataan Sikap kami kepada Dunia Internasional bahwa :

1. Mengutuk dengan tegas atas nama Tuhan Allah Bangsa Papua, pelaku dan perancang kejahatan yang mengancam Hak Hidup rakyat papua
2. Mengungkap dan menangkap serta mengadili pihak-pihak pelanggar HAM berat yang melakukan pelanggaran HAM berat sejak 1961-2011, dan di adili di mahkama Internasional sebagai penegakan HAM
3. Menghimbau agar penguasaan Tanah, Air, Udara, Hutan, Gunung dan Laut di atas tanah papua di kembalikan kepada pemilik warisan rakyat bangsa papua
4. Menolak dengan tegas setiap kebijakan maupun peraturan dan undang-undang yang hendak diberlakukan, karena tidak menjamin hak hidup Manusia Papua
5. Menolak dengan tegas dilaksanakan OTSUS, karena tidak memberikan jaminan kepada rakyat papua
6. Menolak dengan tegas bentuk dialog fersi pemerintah yang dinamakan Dialog Konstruktif ataupun pendekatan Kesejahteraan, pendekatan pembangunan, pendekatan ekonomi, karena jelas tidak memberikan jaminan
7. Menolak dengan tegas pemberlakukan program UP4B, yang di ketuai purna wirawan Bambang Darmono dan Farict Husein, karena bagi rakyat ini hanyalah sebuah bingkisan peti mayat untuk menguburkan rakyat papua
8. Mendukung Dialog Bangsa Papua dan Bangsa Indonesia yang di mediasi oleh pihak Bangsa yang Netral atau pihak yang tidak berkepentingan
9. Mendukung sepenuhnya hasil kongres rakyat papua III yang di Deklarasikan pada tanggal 19 Oktober 2011
10. Mendukung penentuan Nasib Sendiri Rakyat Bangsa Papua

IV. Penutup
Demikian sikap kami atas nama Bangsa Papua, atas perhatiannya disampaikan terimaksih. Tuhan Memberkati kita.

“ Selamat Merayakan HUT HAM Se-Dunia.”

West Papua, 10 Desember 2011
Mengetahui
Penanggung Jawab


JHON WAMU HALUK Koordinator


ELLY SIRWA



RAKYAT PAPUA KEMBALI MERAKAYAN HARI HAM SE-DUNIA
Berikut Foto-Foto / Dokumentasi Aksi dan Pameran pada 10 Desember 2011





WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.