Friday, July 18, 2014

Aktifis KNPB Leson Korlap Aksi di SP-SP di Tahan 23 di bebaskan

WEST PAPUA     11:17 PM  

.
Ketua sektor dan Korlap Aksi di SP-SP masih tahan Polres Mimika Mile 32, saat penangkapan beliau dapat pukul dan diancam  sampai badan hancur diinjak-ijak oleh Polisi intel. Diantaranya 24 orang, ketua sector  SP 13 mengaku bahwa saya adalah ketua sector SP 13 dan saya yang dipimpin aksi turun jalan kata saat di pemeriksaan selama 6 jam yaitu mulai dari 10:00Wp-Pukul 15.00 Wp sore.
Timika, KNPBNews -- Tadi keluarga bersama dengan anggota KNPB dan PRD naik mengecek ke POLRES Mile 32 tentang penangkapan sewenang-wenang yang dilakukan oleh TNI/POLRI di Mile 32 Timika, tapi pihak kepolisian berjanji karena jam besuk tahanan sudah lewat. “kami naik ke Mile 32 untuk cek anggota kami tapi polisi suruh kami ketemu besok jadi kami ada turun ke-Timika.” Kata Ketua PRD Mimika kepada media ini.

Sementara itu 23 (dua puluh tiga) anggota KNPB dan PRD bersama dengan ke-3 anak kecil yang ditangkap sudah dibebaskan tadi malam tapi yang saat ini masih ditahan ialah Lessun Tabuni, Anggota KNPB Timika.

Leson Tabuni dikenahkan Pasal 160 KUHP tentang penghasutan, Sementara itu Ketua  Komisi Agama PRD Mimika, Pdt.Daniel Bagau mengatakan kepada media online ini bahwa, Surat Pemberitahuan sudah kami kirim dan polisi bilang itu mereka diamankan saya tetapi semua itu dapat pukulan oleh Prajurid TNI/POLRI “saya baru tahu bahwa mereka dipukul dan karena saya pikir mereka di amankan.” Katanya, lanjutnya bahwa pihak keluarga desak  kami KNPB dan PRD Mimika jadi kami fasilitasi untuk ketemu Polisi, karena pada waktu aksi demo damai di DPRD Mimika kami sudah sepakati bersama antara Polisi, DPRD dan PRD-KNPB bahwa mereka diamankan untuk meminta keterangan, namum sampai saat ini ada satu anggota KNPB yang ditangkap untuk itu kami dan keluarga akan naik.” Katanya kepada media ini.

Kepada KNPBNews ini korban penangkapan ada beberapa korban penangkapan yang sudah di  keluarkan ini memberikan keterangan mereaka masing-masing kepada media online ini. Neles Tabuni mengatakan bahwa “Setelah kami masa aksi tiba di sp 02 dari pihak TNI, dan POLRI Menahan kami lalu,,mereka Tanya gambar yang ada di  spanduk,panflet dan lain-lain setelah itu,, Ditampar di bagian pipi lalu,,pukul di bagian hidung Lalu,,,mereka membawah ke kapolres 32 setelah itu, mereka memeriksa semuanya. Tetapi  setiap kali Tanya mereka pukul saya.” Katanya.

Selanjut keterangan menurut Ismael Wenda juga yang ditangkap oleh Militer ini menagku bahwa setelah dari  SP 13 menuju ke tempat aksi kami tiba di SP 02 lalu,,kami di tangkap oleh pihak keamanan TNI, dan POLRI setelah sampai di depan pasar SP 02, TNI Dan POLRI memukul saya dengan ujung/mulut senjata di bagian telinga lalu mereka tendang juga tulang belakang saya. Ungkapnya.

Selain anggota KNPB lain bernama Bilim Wenda juga mengatakan bahwasetelah sampai di depan pasar SP 02 pihak keamanan memukul dengan ujung/mulut senjata di bagian testa lalu, dapat pukul juga di tulang belakang, sampai di 32 dapat pukul juga setelah pemeriksaan. Lalu dari pihak kepolisian mereka mengeluarkan alcohol lalu mereka tuang di dalam hidung saya.” Ungkapnya.

Berikut atas nama Lasarus Kogoya juga berkataSetelah mereka membuka baleo katanya suruh jelaskan menanya kepada saya  bahwa, segera membuka baleo, lalu saya menjawab bahwa, “mengapa saya putra daerah memangnya saya ras putih jadi saya mau ke jawa kah? dari pihak kepolisian memukulnya lalu mereka menarik seperti binatang. Lalu setelah sampai di polres 32 pun mereka pukul saya bodoh-bodoh.” Ujarnya.

Selain itu juga bapak Yandoa Tabuni menyatakan bahwaSetelah kita sampai di SP 02 pasar, dari pihak kepolisian menanya kepada saya tentang baleo dan aksi lalu, dari pihak keamanan,TNI dan POLRI menampar saya di bagian telinga dan memukul pake hulu senjata di bagian belakang.” Terangnya.

Selain bapak-bapak ibu yang bernama Amerina Tabuni juga mengakui bahwaSetelah tiba di SP 2 dari pihak keamanan memukul kepada komandan-komandan saya merasa sedih lalu, saya juga mengambil tindakan lalu saya angkat batu dan lempar kepada polisi lalu, polisi pukul saya dengan ujung senjata 3 kali di bagian belakang lalu mereka  tampar saya di bagian pipi lalu, mereka membawa saya ke POLRES 32 pun memukul saya. Ungkapnya.

Selain itu seorang remaja berusia 16 Tahun bernama Efri Tabuni mmengatakan bahwa “Dari pihak keamanan/kepolisian memukul saya di bagian bahu lalu,dapat tampar setelah dapat tampar mereka dorong saya dan saya jatuh. Setelah itu mereka membawa ke kantor polres mimika 32 setelah sampai  di 32 pun mereka memukul saya.” Katanya.

Selain itu seorang ibu yang mempunyai bayinya bernama Merlin WENDA mengatakan bahwa “Polisi dapat memukul di telinga oleh pihak kepolisian lalu,dorong saya dengan bayinya yang berumur 1,tahun 5 bulan. Naik ke 32 dan mereka pukul saya.” Ungkap.

Selain itu seorang tete juga yang bernama Sem Tabuni mengatakan bahwa “saya tidak dapat pukul tapi tangkap saya kasih naik di Polres dan mereka paksa saya untuk naik mobil Tahanan Polisi.” Katanya

Mama Eriana Tabuni juga berkata, “saya disuruh naik tanpa mereka memukul saya hanya menangkap lalu suruh naik di mobil  tahanan bersama anaknya yang berumur 2 tahun 8 bulan.” Kata mama itu.

Mama Letina Wenda juga  berkata bahwa “saya memukul oleh pihak manapun hanya menangkap lalu suruh naik di mobil tahanan tahanan bersama anak saya yang berumur 2 tahun. Kata mama itu.
Bapak Nius Wenda juga berkata “Setelah saya dan teman-teman sampai tiba di SP 2 dari pihak TNI dan POLRI  tidak memukul oleh pihak manapun hanya menangkap lalu suruh naik di mobil Tahanan bersama anak saya yang berumur 2 tahun.” Paparnya.

Seorang Gembala SP 12 juga sempat ditangkap yaitu Ev. Mirius Wenda kepada media ini dia berkata” Saya ditangkap dan paksa untuk naik di mobil tahanan lalu kami nai mile 32.” Ujarnya.

Laki-laki Kendi Edowai juga mengatakan bahwa “setelah saya tiba di SP 2 pihak kepolisian menampar di muka lalu, memukul di bagian belakan setelah itu, dan mereka pukul lagi di badan setelah itu mereka menangkap saya lalu mereka bawah ke kapolres 32 setelah tiba di kapolres 32 juga mereka memukul, lalu mereka,suruh membuka pakaian terus mereka suruh jemur di matahari selama 01 jam setelah itu disuruh membuka perhiasan di badan saya setelah itu mereka,mengambil data/status satu per satu.” Ungkap.

Dan selanjutnya Sole Tabuni berkata juga bahwaSetelah kami masa aksi tiba di SP 2 dari pihak TNI dan POLRI  menagkap saya dengan cara menahan di bagian leher sampai leher sakit setelah mereka menarik leher, lalu disuruh naik di truk tahanan dan saya tiba di polres juga POLRI  memukul di bagian panta memakai balok kayu.” Ungkapnya.

Bapak Linto Kossay juga berkata “Setelah kami tiba di SP 2 dari pihak TNI dan POLRI  memukul pakai ujung senjata di kepala lalu, dan kepala saya berluka dan darah keluar langsung dan mereka menampar di pipi. setelah itu mereka membawah kami ke  kantor polres mimika mil 32.” Ungkapnya.

Seorang Pemuda Stevanus Koga juga mengakui bahwa “Setelah masa aksi tiba di SP 02 mereka memukul di muka lalu saya agak pusing setelah itu mereka menendang saya di dada lalu, saya jatuh, setelah jatuh mereka menyuruh saya naik di mobil tahanan lalu mereka membawa saya ke kantor polres di 32 setelah tiba di 32 mereka menyuruh saya  untuk jalan kodok dari pos penjagahan masuk ke dalam. Tiba di dalam mereka menyuruh untuk membuka baju lalu, jemur di matahari lalu, disuruh untuk membuka perhiasan di badan.” Ujarnya.
SUMBER:KNPBNEWS.COM
Selengkapnya:
BACA SELENGKAPNYA LINK DIBAWAH INI;
http://www.umaginews.com/2014/07/kronologis-aksi-damai-militer-indonesia.html
http://www.umaginews.com/2014/07/22-orang-aktivis-knpb-prd-wilayah.html
http://www.umaginews.com/2014/07/aksi-dan-pernyataan-politik-menyikapi.html
http://www.umaginews.com/2014/07/jutaan-rakyat-timika-menuntut-segerah.html 
http://www.umaginews.com/2014/07/besok-aksi-damai-nasional-wilayah.html
Berikut ini Foto-Foto mereka 
Empat Anak kecil yang ditangkap Tentara dan Polisi Indonesia, foto saat mereka empat duduk  Makan bersama
 
   



 
 

 


 
 







 
  



 




 
 

 



 



 

  

Sumber: knpbnews/Timika 
www.umaginews.com



BACA SELENGKAPNYA LINK DIBAWAH INI;
http://www.malanesia.com/2014/07/kronologis-lengkap-aksi-damai-knpb-prd.html
http://www.umaginews.com/2014/07/kronologis-aksi-damai-militer-indonesia.html
http://www.taringpapuanews.com/2014/07/tahanan-politik-ketua-sektor-sp-13.html
http://www.malanesia.com/2014/07/kesaksian-kejahatan-tni-polri-terhadap.html
http://majalahselangkah.com/content/-demontrasi-pembebasan-tapol-dan-refrendum-di-timika
http://www.umaginews.com/2014/07/22-orang-aktivis-knpb-prd-wilayah.html
http://majalahselangkah.com/content/-polres-mimika-bebaskan-aktivis-knpb-mimika-lison-tabuni-bersatu-untuk-rebut-kedaulatan
http://www.umaginews.com/2014/07/aksi-dan-pernyataan-politik-menyikapi.html
http://www.taringpapuanews.com/2014/07/penangkapan-aktivis-knpb-dan-tuntutan.html
http://www.taringpapuanews.com/2014/07/23-aktivis-knpb-dibebaskan-ketua-sektor.html
http://www.umaginews.com/2014/07/jutaan-rakyat-timika-menuntut-segerah.html
http://majalahselangkah.com/content/-demontrasi-pembebasan-tapol-dan-refrendum-di-timika
http://www.umaginews.com/2014/07/jutaan-rakyat-timika-menuntut-segerah.html
http://www.umaginews.com/2014/07/besok-aksi-damai-nasional-wilayah.html












WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.