Friday, August 3, 2012

Tak Terlihat, Kehidupan Kebersamaan Orang Papua

WEST PAPUA     3:06 PM   No comments

Masyarakat Papua Pegunungan dengan Pakian adat
(Foto: Ilst/Dok. Umaginews.com)

Sumber daya Manusia (SDM) menjadi moment utama dalam kehidupan. Berbicara tentang Sumber daya Manusia (SDM) berarti juga berbicara tentang Kebersamaan. Kebersamaan menjadi tolak ukur kedepan. Jika tidak didasarkan dengan kebersaan maka kehidupan akan hancur alias berantakan atau tercerai-berai.
Dahulu kebersamaan Orang Papua sangat kelihatan, dimana setiap individu berperang penting dalam keluarga. Disana mereka selalu hidup dengan penuh kegembiraan. Artinya bahwa kehidupan dahulu tidak sama dengan kehidupan masa sekarang,. Kehidupan dahulu sangat luar biasa dimana kehidupan mereka saling bekerja sama antara individu dengan individu bahkan mereka melakukan yang namanya barter alias barang ditukar dengan barang.

Kelihatan sangat indah, pada masa dahulu dimana kehidupan Orang papua sangat tergantung dengan namanya Sumber Daya Alam (SDA). Dengan demikian, Sumber Daya Alam (SDA) dengan Sumber Daya Manusia (SDM) saling ketergantungan dimasa itu. Dimana Alam selalu mendukung keberadaan dan kehidupan Orang Papua. Meskipun, keberadaan Alam dengan masyarakat setempat berjauahan, namun mereka selalu berinteraksi antara alam dengan masyarakat. Artinya bahwa pada masa dahulu alam telah menyediakan semua kebutuhan-kebuatuhan yang dinginkan oleh Masyarakat Papua. Ketika masyarakat mengambil hasil dari alam tentunya masyarakat akan merawat alam kembali dengan baik pula.

Sangat misteriuas pada masa dahulu, kehidupan Orang Papua sangat baik. Dan begitupun juga dengan adanya alam. Alam juga telah menyatuhkan hati untuk memberikan kebutuhan-kebutuhan yang dinginkan oleh masyarakat. Dengan demikian, kehidupan Masyarakat Papua sangat membahagiakan dari pada masa sekarang.

Sedangkan masa sekarang, kebersamaan itu selalu tumbuh dalam kehidupan berkeluarga . dimana setiap individu itu bekerja dengan penuh keseriusaan demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam keluarga. Meskipun, Sumber Daya Alam (SDA) telah menyediakan semuanyanya namun, jika tidak ada yang ingin bekerja tentunya tidak akan mendapatkan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkankan dari masyarakat.

Tak terlihat lagi kebersamaan pada masa sekarang. Dimana setiap individu bekerja sendiri demi memenuhi kebutuhan pribadi. Keluarga pun juga terpisah-pisah. Hal ini telah terjadi pada masa sekarang. Meskipun masyarakat hidup bersama-sama, namun untuk penghasilannya pastinya tidak akan membagi-bagi kepada keluarga terdekat.

Kebersamaan sekarang sangat kacau balau. Artinya bahwa kehidupan masa dahulu tidak sama dengan kehidupan masa sekarang. Kehidupan masa sekarang sangat sulit sekali untuk bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Meskipun mereka bekerja sama namun demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan pasti berbeda-beda dan tidak akan untuk membagi-bagi. Begitu pun juga dengan keberadaan sumber daya alam (SDA) sangat terbatas dan penghasilan alam juga kurang dari 60%.

Penghabisan sumber daya alam menjadi tolah ukur dengan keberadaan sumber daya manusia (SDM). Jika sumber daya manusia (SDM) tidak menjaga Alam maka masyarakat pun akan sulit untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ini yang terjadi pada masa sekarang. Oleh karena itu, kebersamaan antara masyarakat dengan alam sangatlah jauh.

Kebersamaan Orang Papua boleh dikatakan kebersamaan dinamis. Kebersamaan yang terpecah belah. Dahalu hidupnya bersamaan namun sekarang tak terlihat lagi hal seperti pada masa lampau. Yang terlihat saat ini ialah hidup masing-masing. Padahal kita Orang Papua satu Ras yakni Ras Melanesia. Namun, tidak terilihat apa yang menjadi impian kita.

Kehidupan Orang Papua saat ini tidak seperti kehidupan masyarakat lampau. Sekarang kehidupannya lain, banyak kehancuran diman-mana baik terjadinya kriminalitas dan kekerasan diamana-mana pula. Apa yang kita pikirkan telah menjadi timbal balik dalam kehidupan kita. Jangan kita merasakan hidup kita itu baik. Namun, banyak kehancuran disekitar lingkungan kehidupan kita. Ini yang terjadi di masa sekarang.

Dengan demikian, masyarakat Papua harus benar-benar mengatakan bahwa saya ini orang papua. Jika kita Orang Papua marilah kita kembali pada kehidupan masa lampau. Akan tetapi, jika kita tidak Orang Papua katakan bahwa saya ini bukan Orang Papua, ketika anda mengatakan demikian, bersediah untuk mengangkat kaki dan pulang dari tanah papua. (UN/Alexander gobai/10)  

Penulis: (Tamatan 2012 dari SMA Adhi Luhur Nabire-Papua)

WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 SILAKAN BERKOMENTAR :

silakan komentar anda!

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.