Thursday, May 31, 2012

Pemuda Papua Protes Pernyataan Menlu di Sidang HAM PBB

WEST PAPUA     4:34 AM   No comments



Pemuda Papua Protes Pernyataan Menlu di Sidang HAM PBB 
JAKARTA (UMAGI) –  Pernyataan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa di hadapan Sidang Hak Asasi Manusia (HAM) PBB di Jenewa mengundang protes dari sejumlah masyarakat Papua di Jakarta.

Nasional Papua Solidaritas (Napas) menanggapi pernyataan Marty dengan menggelar aksi solidaritas di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Jerman di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.
Juru bicara Napas, John Pakage, mengatakan kepada Jia Xiang Hometown, Selasa (29/5/12), Marty telah melakukan pembohongan publik dihadapan masyarakat Internasional. Saat sidang HAM PBB yang berlangsung di Jenewa Swis 23 Mei 2012, Marty membantah bahwa di Papua masih terjadi pelanggaran HAM. “Marty bahkan menyatakan bahwa penanganan HAM di Papua telah diselesaikan dengan transparan dan demokratis,” terang John sambil menggenggam poster tanda protesnya.


John menambahkan, pernyataan menlu tersebut sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang terjadi. Sebab pada (1/5/12) telah terjadi penembakan oleh aparat keamanan terhadap mahasiswa STIE Port Numbay, Jayapura, Terjoli Weya setelah melakukan aksi damai memperingati Hari Aneksasi RI. Sementara pada (15/5/12) penembakan terjadi dilokasi penambangan emas ilegal di Dageuwo, Paniai. Insiden tersebut menewaskan Melianus Kepege dan melukai 4 warga sipil lainnya. 

Sedangkan Penanggung Jawab Aksi, Marthen Goo menyatakan, bila pelanggaran HAM terus terjadi di tanah Papua, maka etnis Papua dikhawatirkan akan punah dari muka bumi. “Hingga saat ini tak kurang dari 800 rakyat Papua telah tewas karena konflik dan karena kekerasan aparat TNI dan Polri,” papar Marthen dengan nada kecewa. Oleh sebab itu Marthen juga sangat menyayangkan pernyataan Marty Natalegawa di hadapan forum PBB.

Lebih lanjut Marthen mengatakan, dua kasus penembakan warga papua itu telah menyita perhatian dunia internasional dan pada sidang HAM PBB tersebut, 74 negara dengan serius mempertanyakannya kepada Pemerintah Indonesia. Bahkan 12 negara secara khusus mengangkat permasalah real Papua di forum tersebut. Oleh sebab itu, aksi didepan Kedubes Jerman itu juga dimaksudkan sebagai penghargaan bagi 12 negara yang perduli terhadap nasib rakyat Papua, diantaranya masyarakat Jerman.

Rencananya 13 anggota NAPAS secara simbolis akan menyerahkan karangan bunga kepada pihak Kedubes Jerman guna mewakili 12 negara itu. Namun karangan bunga urung dilakukan. “Saat ini kami tidak jadi kasih bunga karena akan dialihkan pada acara pertemuan dengan pejabat Kedubes Jerman beberapa hari mendatang,” ucap John.

Sementara itu, salah satu Staf Kedubes Jerman, Lantip  menyatakan, mereka menghargai apresiasi dari sebagian rakyat Papua ini. “Kami tadi sudah mempersilakan mereka menyampaikan pesannya. Tapi untuk bertemu pejabat Kedubes tidak bisa dilakukan karena mereka sedang tidak ada di tempat,” ujar Lantip kepada Jia Xiang Hometown.

Sedangkan AKP S. Subagyo, anggota Polsek Menteng yang memimpin pengamanan di lokasi aksi menyatakan, aksi anak-anak Papua selama 45 menit itu seluruhnya berjalan aman dan tertib. [W1]

WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 SILAKAN BERKOMENTAR :

silakan komentar anda!

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.