Sunday, May 6, 2012

Mahasiswa Papua di Bogor Butuh Perhatian Pemerintah Provinsi

WEST PAPUA     6:02 AM   No comments

BOGOR (UMAGI)-- Salah satu mahasiswa Papua di Bogor, Zakarias Wens Pikindu, meminta agar pemerintah provinsi Papua untuk segera memperhatikan kehidupan mereka, salah satunya merehab asrama mahasiswa Papua (Kamasan VI) di Bogor yang telah rusak parah dan sudah tidak layak ditempati.

"Kondisi asrama sudah sangat tidak layak ditempati. Kalau hujan selalu banjir, dan bahkan sampai di dalam kamar karena atap bocor, kami butuh perhatian pemerintah untuk segera merehabnya," ujar Zakarias kepada suarapapua.com, Sabtu (05/05) di Jakarta.


Zakarias juga berharap, aset-aset pemerintah Provinsi untuk mahasiswa Papua di Bogor yang masih ditahan, atau dibawah beberapa senioritas untuk segera dikembalikan.

Menurut Zakariaz, tiap tahunnya jumlah mahasiswa bertambah di asrama tersebut, namun kapasitas sudah tidak mampu untuk menampungnya, juga sudah tidak layak dihuni karena banyak kerusakan.

"Tahun ini akan ada penambahan mahasiswa lagi, dan kemungkinan bertambah menjadi 25 orang," ujar Zakarias yang juga adalah Ketua Asrama Kamasan VI. 

Ricky Keiya, salah satu Mahasiswa Papua sebagai penghuni membenarkannya pernyataan Zakarias. Menurut dia, tidak pernah ada perhatian pemerintah provinsi Papua usai asrama Kamasan VI dibangun.

"Sudah tujuh tahun kami tidak mendapatkan bantuan dari Pemerinta Provinsi Papua, baik bantuan bersifat fisik maupun non-fisik. Mana hak kami sebagai Mahasiswa Papua di Asrama yang merupakan aset Provinsi?," tanya Riki.

Menurut Riki, dalam sebuah pertemuaan, mahasiswa Papua, terutama yang menghuni asrama Kamasan VI juga mengancam akan mempidanakan oknum-oknum yang selama ini mengambil hak mahasiswa di Bogor.

"Apabila ada permainan gelap yang terselubung antar pihak provinsi, mahasiswa, dan senoritas, maka kami dari pihak yang dikorbankan akan membawanya sampai pada tingkatan KPK," tegas Zakarias.

Asrama Papua, Kamasan VI Bogor merupakan aset pemerintah provinsi yang dibangun tahun 2004/2005, dan diresmikan oleh Dr. Jacobus Perviddya Solossa, mantan Gubernur Provinsi Papua.

Setelah peresmian berlangsung, Gubenur Solosa meninggal dunia di Jayapura, Papua, 19 Desember 2005. Dan di saat itulah bantuan bagi mahasiswa Papua di Bogor terhenti. OKTOVIANUS POGAU
Sumber: Suara Papua

WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 SILAKAN BERKOMENTAR :

silakan komentar anda!

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.