Tuesday, December 13, 2011

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SBY MELALUI TNI DAN POLRI WUJUDKAN GENOCIDE TERHADAP ORANG ASLI PAPUA BARAT DI PANIAI

WEST PAPUA     6:18 AM  

oleh : 

Marchello Yogi

UMAGINEWS-- MABES TPN-OPM Paniai di EDUDA dihujani PELURUH MILIK INDONESIA sejak 13 Desember 2011, pukul 08:00 WPB di Enarotali. Siapa yang bikin situasi Papua dan Papua Barat bikin tidak aman khususnya di Paniai sejak tahun 1980an?

Jawabnya singkat saja. Indonesia ini sangat pintar GALI LUBANG DAN TUTUP LUBANG untuk memusnahkan Orang Asli Papua Barat sejak dirancang dan ditandatanganinya New York Agreement 15 Agustus 1962, Roma Agreemnt di Roma 30 September 1962 dan Pelaksanaan PEPERA 1969. Situasi Orang Asli Papua di Paniai diarahkan secara paksa kepada TRAUMA oleh TNI/POLRI yang dikirmkan presiden SBY dari Jakarta.


AKIBAT TPN-OPM Paniai tidak mau penuhi permintaan presiden SBY melalui pimpinan TNI/POLRI, maka sarang TPN-OPM Dev II Makodam Pemka IV Paniai di Eduda mulai dihancurkan sejak hari ini 13 Desember 2011, pukul 08:00 WPB dengan menggunakan helikopter milik TNI. Kami sudah lama minta John Magay Yogi dan kelompoknya segera turun tinggal bersama masyarakat di Enarotali, tetapi karena dia tidak mau patuhi permintaan, maka kami perintahkan pasukan TNI hancurkan Mabes bersama orangnya termasuk pendukung Organisasi Papua Merdeka dari bumi Paniai, West Papua, kata Kapolres Paniai setelah ia ditanya.



Orang Asli Papua Barat di Paniai mempertahankan EDUDA sebagai Mabes TPN-OPM Paniai sejak tahun 1998 yang dijadikan Pusat Tuntutan Keadilan dan Perdamaian Dunia kepada PBB Mengakhiri Kekerasan Militer Indonesia mewujudkan Implementasi GENOCIDE di tanah Papua.



Pasukan gabungan TNI, POLRI, BRIMOB dan Densus 88 yang telah dikirimkan ke Paniai dari Jakarta telah mulai menggunakan helikopter memasuki Mabes TPN-OPM Dev II Makodam Pemka IV Paniai sejak jam 06:15 sampai 07:00 malam untuk tanggal 12 Desember 2011. Helikopter milik TNI tersebut hanya melakukan survey tentang lokasi pendropan militer di sekitar Mabes TPN-OPM Eduda. Mereka telah menentukan 14 titik yang akan diturunkan militer untuk mengurung kekuatan TPN-OPM di Eduda.



TNI Targetkan Masyarakat yang menghuni di sepanjang kaki gunung Wege kanan-kiri yang memanjang dari Grasberg menuju Tanjung Dagouto-Danau Paniai. Untuk memenuhi target operasi militernya, pasukan gabunagn TNI mulai diturunkan kurang lebih 14 titik terpenting, pintu masuk-keluar dari Eduda, lokasi Mabes TPN-OPM Paniai, West Papua.



Pada pagai hari ini 13 Desember 2011, 08:00 WPB, TNI menggunakan helikopter tersebut untuk droping pasukan gabungan TNI/POLRI ke lokasi KUGOKOTU di sekitar lokasi pemukiman masyarakat yang menghuni di kampung Muyadebe, Kegomakida, Bokowa, Uwamani, Kugitadi, Badauwo, Obaikebo, Woubutu, Yagiyo, Gekoo, Yagio, Toko, Bibida, Odiyai, Papato, Timida, Kopo, Uwibutu, Madi, Ipakiye, Nunubado, Awabutu, Kogekotu, Bobaigo, Iyaitaka, Toputo, Aikai dan Puteyato. 


Selain itu, masyarakat yang penghuni disapanjang penggiran tanjung Dagouto arah kanan dari Danau Paniai juga ikut TRAUMA akibat peristiwa yang terjadi pagi ini dengan cara TNI menurunkan ribuan pasukannya ke wilayah tersebut untuk menumpas kekuatan TPN-OPM di Paniai di bawah pimpinan John Magay Yogi yang bermarkas di Eduda, Kabupaten Paniai, West Papua. Mereka inilah lanjutan perjuangan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Papua Barat 1 Juli 1971. Semangat proklamasi tersebut perjadi peristiwa pertumpahan darah yang dilakukan oleh pasukan gabungan TNI/POLRI terhadap ribuan nyawa Orang Asli Papua Barat tak berdosa di Paniai yang korban tertembak dengan alasan TNI memberlakukan Paniai jadi Daerah Operasi Militer dalam tahun 1980-an.



Kampung-kampung lain yang ikut PANIK & TRAUMA untuk Orang Asli Papua Barat di Paniai antara lain yang dimulai dari kampung yang terletak di tanjung Dagouto, Kopabutu, Obaiyoweta, Odimaa, Touwomuti, Kubiyai, Jikawapa, Bubugiwo, Dei, Dukubutu, Tamugauwo, Deba, Kaidoutadi, Obaipugaida, Ekauwiya, Kagama, Waigei, Dokukiyaida, Eyagitaida, Okonobaida, Tegiye, Baguwo, Geitapa, Nakuwago, Pogeidimi, Iteuwo, Kopabaida, Kenepugi, Kenegei, Kagokadagi, Debamomaida, Tegougi, Iyobado, Muyabado, Wegou, Dinubut, Ayagogei, Momabaida, Waimaida, Pugaitapuda, Wopakagouto, Duwadide, Watimato, Kugaimapa, Etogei, Diyagepugi, Wauka, Wagibutu, Utoupagouda, Bamaida, Togogei, Ganiyakato, Kegowauto, Kotemomo, Dauwagu, Putapugi, Onagekaa, Ibouwagu, Epogoumuti, Katuwobaida, Akoubaida, Danetakaida, Detai, Yumauwo, Uwagi, Tagipige, Makadimi, Bogobaida, Namutadi, Nawipauwo, Bebiyagi, Tuka, Ipouwo, Abatadi, Kobebaida, Kobetakaida, Yagapa, Wetamuti, Kogada, Emaidimida, Emai, Tagiya, Debaiye, Tuguwai, Kagokotu, Widimeida, Bumabado, Ogeida, Bumaida, Pagimoutadi, Deta, Yonaibutu, Biyamoma, Komoubutu, Dogiyo, Pagimomakida, Ayaigo, Duwagikotu, Kagupagu, Togowa, Wodebapugi, Kebo, Manataidagi, Kobeyuwonotaida, Ukadeya, Giyaimani, Togowa, Iyeimoma, Pougo, Paiyogei, Kedege, Yagai, Detauwo, Deyatei, Kotopo-Obano, Muye, Mogoya, Dimiya, Epouto, Podida, Watai, Yawei, Keniyapa, Pugobado, Kagamade, Touyetadi, Waidide, Pagubutu, Kopai, Wooge, Duma Dama dan lain-lain. 



Melalui pertimbangan sistem operasi militer Indonesia yang telah lama dilakukan oleh pasukan gabungan TNI/POLRI, kami menyatakan Orang Asli Papua Barat di Paniai akan dihabiskan dengan PEMBUNUHAN CARA CEPAT & KILAT selama kurun waktu tertentu sesuai target Jakarta melalui pendekatan Kelompok Bentukan Sipil Bersenjata oleh Jakarta sendiri.



Negara Indonesia ini dinilai sebuah negara yang memusuhi kemanusiaan dan pelaksana Program TERORISME di tanah Papua sejak 1 Mei 1963. Sebagai buktinya, Kopasus telah membunuh Theys Hiyo Eluai Ketua PDP di Jayapura, panglima TPN-OPM Kodap III Agimuga-Fak Fak Jend Kelly Kwalik dan Jend John Magay Yogi dan kelompoknya mulai diburuh dengan menggunakan helikopter milik TNI/POLRI di Eduda sejak 13 Desember 2011, 08:00 WPB.



Pasukan gabungan TNI juga telah menewaskan almarhum Demianus Daniel Taniwo Kedepa (Daneil Kadepa) dan 5 orang anggota Penjaga Tanah Papua (PETAPA) di lapangan Zakeus tempat pelaksanaan Kongres Rakyat Papua 3 tertanggal 19 Oktober 2011. Almarhun Petrus Ajamiseba dan Leo Wandagau dari karyawan Freeport juga telah ditembak Polisi Indonesia tertanggal 10 Oktober 2011 di titik gorong-gorong terminal Bus karyawan Freeport, Kwamki Baru Timika, West Papua. Lanjutan kekerasan militer Indonesia ini, tuan Altinus Wamang dan 2 orang teman peserta pengibar Bendera Bintang Kejora di HUT Organisasi Papua Merdeka tertanggal 1 Desember 2011, pukul 11:16 WPB telah ditembak pasukan gabungan TNI, POLRI, BRIMOB, dan DENSUS 88 di lapangan sepak bola Timika Indah, Kabupaten Mimika. Bantuan militer asing dari Amerika Serikat dan Australia ini diberikan kepada TNI untuk menembak Orang Asli Papua Barat yang tak bersenjata, pada saat Orang Asli Papua Barat menyatakan dan menyampaikan pernyataan kemerdekaannya.



Pernyataan dari pihak Induk TPN-OPM dari Dev II Makodam Pemka IV Paniai yang tersebar di 8 batalyon selain yang ada bergabung di Batalyon I Eduda menyatakan dengan tegas via telepon selulernya, rombongan John Magay Yogi siap menerima serangan pasukan gabungan TNI/POLRI sepanjang mereka mampu melawan kekuatannya. Atau kelompok John Magay Yogi dan anggotanya menyatakan siap untuk ditembak atau ditangkap habis-habisan dari Eduda dalam pertempuran 2011 yang berlangsung ini, kami dari batalyon lainnya menyatakan siap selamatkan dokumen perjuangan politiknya demi mempertahankan gensi perjuangan leluhur kami Rakyat dan Bangsa Papua Barat dari generasi ke generasi sampai titik darah penghabisan. Kami tetap siap mempertahankan perjuangan dari generasi tertua di bawah pimpinan pasukan PAPENAL EKAMONALA Yulius Goo, Letkol Markus Gobay, Letkol. Yoni Kapobay Kadepa, Letkol Leo Kudiai, Jend. Thadius Magay Yogi dan lain-lain. Kami cinta perjuangan untuk mempertahankan Mabes TPN-OPM Paniai di EDUDA sebagai Pusat Tuntutan Keadilan dan Perdamainan Dunia untuk melawan kekerasan negara Republik Indonesia.



Kita mengerti saja, cara pendekatan demikian menurut pihak Jakarta memilih jalan terbaik selesaikan akar persoalan politik yang sudah lama bertumbuh di Papua Barat. Tetapi kami yang melihat dari dekat bahwa cara demikian malah memperlihatkan sistem dan cara pendekatan militerisme-terorisme Jakarta memusnahkan hak hidup Orang Asli Papua Barat tidak berdosa dengan alasan pemberlakukan Daerah Operasi Militer terhadap Kelompok Bentukan Sipil Bersenjata di Paniai. Sudah lama sekali TNI/POLRI dan TPN-OPM Paniai saling kejar sejak 15 Agustus 2011 tetapi hingga laporan ini diturunkan 12 Desember 2011 belum ada anggota satupun dari kedua belah pihak yang tertembak.



TNI/POLRI DINILAI KECEWA.



TNI/POLRI kecewa karena John Magay Yogi tidak menerima permintaan Jakarta yang disampaikan melalui Kapolres Paniai. Jakarta sudah lama melakukan pendekatan terhadap John Magay Yogi untuk menerima tawaran Jakarta agar kelompok TPN-OPM Paniai segera akan menyerahkan diri ke NKRI. Pada akhirnya, mulai hari ini 13 Desember 2011, 08:00 WPB pihak TNI/POLRI sudah mulai memasuki ke Mabes TPN-OPM Paniai di Eduda dengan menggunakan helikopter milik TNI. Mabes Eduda dikurung habis dengan jarak yang paling dekat. Bila TPN-OPM Paniai di bawah pimpinan John Magay Yogi tetap tidak mau menerima permintaan presiden SBY melalui Kaplres Paniai dalam negosiasi yang sedang dilakukan antara TPN-OPM dan TNI melalui anggota polisi lokal, maka sangatlah berbahaya bagi Orang Asli Papua Barat yang tergabung dalam TPN-OPM Paniai ini akan dihabiskan secara MASAL di EDUDA mulai dari hari ini dan seterusnya. Bila pihak TPN-OPM Paniai yang bermarkas di Eduda ini telah dikondisikan oleh Jakarta sejak 1 Juli 2009 untuk ditangkap atau dibunuh, maka usailah sudah masa perjuangan tuan John Magay Yogi dan anggotanya untuk nyawa mereka dihabiskan dari Eduda atau akan dihabiskan dari kota setelah mereka dibawa keluar dari Eduda. TPN-OPM bersama Rakyat Papua Barat di Paniai dan sekitarnya telah dan akan dikorbankan hanya atas pengkondisian Jakarta saja untuk merusak sistem perjuangan dari rakyat.



Pada pukul 02:20 WPB, pasukan gabungan TNI/POLRI dan BRIMOB sudah memasuki di Mabes TPN-OPM Dev II Makodam Pemka IV Paniai agar TPN segara akan meninggalkan pasukannya dari Eduda. Kami masih belum mendapatkan informasi tentang berapa orang yang korban dalam kontak senjata yang terjadi di Eduda tersebut. Kita akan mengikutinya perkembangan lebih lanjut tentang kekerasan pasukan gabungan TNI terhadap TPN di Paniai.


REKOMENDASI :

1. Orang Asli Papua Barat di Paniai meminta pemerintah Belanda, pemerintah Roma (UNI-EROPA) dan Amerika Serikat segera akan melakukan intervensi pasukan perdamaian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap kebijakan pemerintah Jakarta untuk membatasi “SYSTEM PEMBUNUHAN KILAT MEWUJUDKAN IMPLEMENTASI GENOCIDE di Papua dan Papua Barat.



2. Berdasarkan pertimbangan pada point (1), pasukan perdamaian PBB segara akan dikirimkan oleh pemerintah Amerika Serikat ke Papua Barat untuk menekan kebijakan Jakarta KEMBALIKAN KEDAULATAN RAKYAT & BANGSA PAPUA BARAT tanpa syarat dalam tahun 2012 ini juga.

3. Orang Asli Papua menolak Pelaksanaan Referendum di Papua. Karena Jakarta akan bayar swara Orang Asli Papua dengan menggunakan uang OTSUS dan UP4B agar Orang Asli Papua Barat mempertahankan NKRI jilid II di tanah Papua.

4. Orang Asli Papua Barat di Paniai menolak tawaran UP4B dari Jakarta. Kami sedang menghadapi suasana perang. Kami minta perlindungan dari pasukan perdamaian PBB. Kami tidak membutuhkan pembangunan untuk perbaikan kesejahteraan rakyat.



5. Orang Asli Papua Barat di Paniai meminta pihak masyarakat Internal menekan pemerintah Jakarta tidak diijinkan melakukan pemboman terhadap Markas Besar TPN-OPM Dev II Makodam Pembela Keadilan IV Paniai di Eduda.

6. United Clans of West Papua meminta kedua belah pihak baik TNI/POLRI maupun TPN-OPM) di Paniai harus menghormati hak hidup aman dan hak menyampaikan kebebasan untuk mendapatkan perlindungan yang layak dari semua pihak.

7. Kami minta bantuan advokasi dari semua pihak untuk menekan kebijakan Jakarta tentang pengkondisiannya untuk melaksanakan Operasi Militer terhadap keberadaan TPN-OPM untuk menghabiskan Orang Asli Papua.



8. Pihak DPRD dan PEMDA Paniai diminta segera akan mendesak Jakarta menarik pasukan gabungan TNI/POLRI pada kesempatan pertama.



fotto-foto 







foto kekerasan Militer terhadap rakyat papua barat sejak 1961-2011

FOTO-FOTO KORBAN KEKERASAN MILITER DI PAPUA TERHADAP RAKYAT SIPIL





























WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.