Saturday, October 29, 2011

Komentar Sekjen PBB tentang Papua Barat

WEST PAPUA     10:01 AM   No comments

“Hak asasi manusia merupakan prinsip diganggu gugat dan mendasar dari piagam PBB dan PBB selalu sangat kuat dalam melakukan untuk memastikan bahwa hak asasi manusia semua orang di negara anggota dan negara lain sepenuhnya dilindungi.”

Jadi kata Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dalam jumpa pers bersama dengan Perdana Menteri Selandia Baru John Key di Auckland hari ini.

Pernyataan Ban muncul setelah ia diinterogasi oleh para wartawan yang bertanya apa langkah-langkah yang sedang diambil oleh PBB untuk mengatasi laporan pelanggaran hak asasi manusia di Fiji dan Papua Barat.Sekretaris Jenderal mengatakan masalah hak asasi manusia adalah sesuatu yang harus didiskusikan dengan Komite Dekolonisasi Majelis Umum PBB, menambahkan bahwa hal itu bisa berurusan dengan negara manapun terlepas dari apakah itu sebuah negara independen atau wilayah pemerintahan sendiri.

Ban Ki-moon: “Dan ketika [masalah] datang lagi, apakah Anda sebuah negara independen atau non-wilayah berpemerintahan sendiri atau apa pun, hak-hak manusia adalah mutlak dan prinsip dasar PBB.

“Kami akan melakukan semua untuk memastikan bahwa orang-orang di Papua Barat, hak asasi manusia mereka akan dihormati.”

Reporter: “Apakah hak asasi manusia misi pencari fakta dikirim ke Papua Barat pada suatu waktu?”

BKM: “Itu adalah jawaban yang sama [untuk pertanyaan sebelumnya pada Fiji] yang harus dibahas di Dewan HAM antara negara-negara anggota.

Biasanya Sekretaris Jenderal bertindak atas dasar mandat yang diberikan oleh antar-pemerintah. “

Sepanjang konferensi, kelompok-kelompok hak asasi manusia dari Papua Barat dan Fiji yang memprotes di luar tempat Forum di Sky City, menyerukan PBB untuk memberikan pengakuan terhadap isu-isu hak asasi manusia di negara mereka masing-masing.

Grup memprotes di Auckland untuk menarik perhatian dari PBB termasuk Gerakan Bebas dan Demokrat Fiji, berbasis di Selandia Baru serta anggota dari Koalisi Nasional Papua Barat untuk pembebasan (WPNCL) dan Auckland berbasis Komite Hak Asasi Manusia Indonesia.

Perwakilan dari dua kelompok mengatakan mereka akan mengambil panggilan mereka lebih lanjut untuk Majelis Umum PBB yang akan diselenggarakan akhir bulan ini.

Henry Yamo adalah mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi dari Papua Nugini pada kursus Jurnalisme Asia-Pasifik di AUT University.

WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 SILAKAN BERKOMENTAR :

silakan komentar anda!

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.