Tuesday, October 25, 2011

Jimmy : Saya Dipukul Dengan Popor Senjata

WEST PAPUA     7:00 AM   No comments

JUBI ---  Jimmy Paul Koude (44), salah satu peserta Kongres Rakyat Papua (KRP) III, mengaku dirinya dipukul oleh seorang anggota TNI dikepala bagian kiri dan kanan dengan popor senjata hingga bocor. Tak hanya itu, punggung korban dibagian kiri juga dipukuli dengan senjata hingga kemerah-merahan dan bengkak.
Pemukulan itu terjadi ditengah lapangan Zakheus setelah kongres, Rabu, 19 Oktober. Menurut Jimmy saat dikonfirmasi tabloidjubi.com dikediamanya di Kotaraja, Abepura, Jumat (21/10) mengatakan,
ketika itu dirinya berada depan SMP Santo Paulus, Abepura, Jayapura. Namun saat kerusuhan pecah, korban berupaya masuk kembali ke lapangan lantas melihat banyak warga disiksa. Saat berada didalam lapangan Zekheus, ia berupaya melerai dan menegur aparat agar tidak lagi mengeluarkan tembakan bertubi-tubi ke udara.
Jimmy bermaksud meminta tim gabungan keamanan untuk mengamankan sisah peserta kongres dengan baik. Tidak dengan cara pengejaran dan penembakan. Namun, niat baiknya dibalas dengan kekerasan. Lelaki asal Sorong ini dipukul dibagian kepala sebelah kiri dan kanan sebanyak dua kali dengan popor senjata hingga terluka dan bocor. Dua pukulan tersebut membuat dia terjatuh. Saat bangun, tiba-tiba hendak dipukuli lagi dari depan. Namun, jimmy berusaha menahanan senjata.
“Saat saya berusaha tahan senjata, tapi tentara ini bilang kenapa tahan, mau rampas senjata ka. Kemudian dia tarik lalu pukul saya lagi dibagian punggung sebelah kanan sebanyak satu kali,” ungkap lelaki berbadan kekar ini sembari menunjukkan bekas pukulan dipunggungnya. Akibat pemukulan itu, punggung sebelah kanan memerah dan bengkak. Hingga kini korban menderita sakit dikepala dan punggung.
Setelah dia dipukuli, disuruh duduk bersama-sama dengan warga lainnya. Semenjak duduk, darah terus menerus mengalir membasahi baju dan celana yang dipakai. Seluruh badan korban penuh darah. Beberapa menit kemudian, mereka diangkut dengan mobil tahanan polisi ke Polda Papua untuk diperiksa sekitar pukul 17.00 WIT. Ketika berada disana, dia dirawat dan diobati. Namun, tak teratur. “Saya punya luka memang dijahit tapi tidak baik-baik,” cetusnya.
Atas perbuatan itu, Jimmy menyesali tindakan aparat keamanan, terutama tentara. Ia berharap, tindakan tersebut tak terulang kembali. “Saya harap, tindakan seperti ini jangan lagi,” pintahnya. Saat ini, korban sudah dipulangkan bersama yang warga lainnya, Kamis (20/10) kemarin. Sementara ini korban masih dirawat dirumah. Keluarga Jimmya terpaksa mencukur rambutnya. Kepalanya botak. Tampak empat verban berwarna putih menempel silang dikepala. “Sampe sekarang bapa masih rasa kepala sakit. Kita rencana mau bawa bapa ke rumah sakit,” ujar istri korban yang enggan menyebutkan identitasnya.
Kepala Penerangan Kodam  XVII Cenderawasih Papua, Letkol Ali Hamdan Bogra saat dikonfirmasi, mengatakan dirinya tidak tahu soal kekerasan itu. “Saya tidak tau soal kekerasan itu. Konfirmasi saja ke kepolisian. Kalau ada sesuatu yang berkaitan dengan itu dikonfirmasikan saja ke polisi,” tuturnya, Jumat siang.
Dari data yang diperoleh dari Komnas HAM Papua, buntut dari peristiwa itu, sebanyak enam warga meninggal dunia. Empat korban lainnya luka-luka. Korban meninggal, James Gobay (25), Yosaphat Yogi (28), Daniel Kadepa (25), Maxsasa Yewi (35), Yacob Samon Sabra (53), Pilatus Wetipo (40). Selanjutnya korban luka-luka, Ana Adi (40), Milier Hubi (22), Matias Maidepa (25) dan Jimmy Paul Koude (44). (JUBI/Musa Abubar)

WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 SILAKAN BERKOMENTAR :

silakan komentar anda!

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.