Thursday, October 27, 2011

Forkorus Cs Diminta Diperlakukan Adil

WEST PAPUA     5:19 AM   No comments

Kepada Komnas HAM dan Kontras, Forkorus Ngaku Alami Kekerasan

Perwakilan Komnas ham Ridah Saleh saat mengunjungi Forkorus.
Perwakilan Komnas ham Ridah Saleh saat mengunjungi Forkorus.
JAYAPURA—
Komisi Hak Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Pusat  dan Komnas HAM Perwakilan Papua mendesak pihak Polda Papua agar memperlakukan secara baik dan memperhatikan hak hak asasi 6 tahanan pasca Kongres Rakyat Papua (KRP) III pada 19 Oktober  yang lalu antara lain  Forkorus Yoboisembut,  Edison Waromi, Selpius Bobii, Get Wenda (bara: Forkorus Cs). Hal ini disampaikan Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua Julles RA Ongge SH usai beraudensi dengan Kapolda Papua Irjen (Pol) BL Tobing di Mapolda Papua, Jayapura, Rabu (26/10). Dia menegaskan,  pihaknya juga menyampaikan kepada Kapolda Papua  warga sipil yang  kini ditahan aparat, tapi tak terlibat peristiwa KRP III agar dibebaskan serta seluruh barang   barang  kepunyaan warga sipil yang disita atau ditahan aparat keamaman seperti sepeda motor  agar segera dikembalikan kepada pemiliknya.
Atas desakan Komnas HAM tersebut, ujarnya,  Kapolda Papua langsung  memerintahkan aparat keamanan segera mengembalikan baran g barang kepunyaan warga sipil. Terkait dibentuknya Posko Khusus penanganan peristiwa pasca KRP III di Lapangan Misi Zakeus, Padang Bulan, Jayapura, 19 Oktober  lalu, dia menandaskan, sejak Senin (24/10) pihaknya mendatangi  kediaman korban yang tewas masing masing  Daniel  Kadepa, Max Sasay dan Yacob Samonsabra  serta mengumpulkan data data korban menyangkut peristiwa pembunuhan dan kekerasan yang dialami warga sipil tersebut. Para korban mengaku mereka diperlakukan semena sema dua  jam setelah KRP III dibubarkan.
Sementara itu Forkorus melaporkan perlakuajn aparat yang dialaminya kepada pihak Komnas HAM pusat dan Kontras. “ Saat saya ditangkap  saya dipukul serta diseret secara paksa oleh aparat keamanan sampai naik di Baracuda, kami tidak bisa memberikan perlawanan karena saat itu senjata milik aparat polisi menempel di belakang punggung saya dan sampai sekarang masih ada bekas ujung senjata di belakang punggung saya ,” ujar Forkorus sembari memperlihatkan  bekas ujung senjata di belakang punggung nya kepada KOMNAS HAM juga KONTRAS  yang saat mengunjungi para tahanan kongres Papua 3 di tahanan Polda Papua kemarin (25/10) sekitar pukul 12.00 wit.
Menurut keterangan Haris Azar perwakilan LSM  Kontras  Jakarta yang juga sekaligus sebagai Kordinator Exsekutif Nasional Kontras saat di wawancarai di Polda Papua usai mengunjungi tahanan Kongres Papua 3 yakni Forkorus , Selfius Bobi , dan beberapa teman lainnya mengatakan,” benar adanya penyiksaan terhadap Forkorus  saat di tangkap dan ini mengindikasikan ada kasus pelanggaran HAM berat , dan bukti penyiksaan terhadap nya kami lihat dengan jelas dan tidak direkayasa,”jelas Haris .
Lanjut Haris kalau konteks pelanggaran HAM serta definisi dari pelanggaran HAM itu sendiri apabila masyarakat sipil yang melakukan tindak kekerasan terhadap masyarakat sipil lain itu disebut sebagai tindakan kriminal , namun ketika aparat pemerintah atau penegak hukum yang melakukan tindak kekerasan terhadap masyarakat apalagi dengan menggunakan fasilitas yang difasilitasi oleh negara itu merupakan pelanggaran HAM berat , dan tindakan  penangkapan pada Kongres Papua 3 ini dapat didefinisikan sebagai tindakan pelangaran HAM berat ,” tegas Haris kepada sejumblah wartawan .
Sementara itu KOMNAS yang siang itu juga melakukan kunjungan kepada tahanan kongres Papua 3 saat di wawancarai mengatakan “ ada banyak sekali keganjilan dari peristiwa yang terjadi pasca penangkapan serta penahan sampai pada korban jiwa yang meninggal , dan ini menjadi suatu hal yang masih belum jelas , sehingga kami akan meminta klarifikasi kepada Kapolda Papua terkait keganjalan yang terjadi  tegas Ridah Saleh anggota KOMNAS HAM yang saat bersamaan dengan perwakilan Kontras mengunjungi para tahanan Kongres Papaua tiga di Polda Papua Selasa (25/10) kemarin .
Lebih lanjut Rida mengatakan dari semua pembicaraan dengan tahanan termasuk Selfius Bobi dan juga Forkorus mereka mengatakan bahwa penangkapan mereka tidak jelas karena ketika mereka ditangkap itu sudah selesai kongres dan mereka sementara berada  di dalam ruangan untuk Istrahat. “Begitu pun saat ditahan mereka tak melakukan perlawanan sedikit pun,” tegas Rida kepada sejumblah wartawan di halaman Polda Papua kemarin Selasa (25/10) sekitar pukul 12.00wit.
Kedatangan KONTRAS dari Jakarta sebanyak 2 orang yakni Haris Azar sebagai kordinator Exsekutif Nasional Kontaras dan Sri Supriati , di bantu dengan KONTRAS Jaayapura yakni Olga Hamadi sebagai Kordinator Kontras Papua serta Peneas Staf, juga beberapa anggota KOMNAS HAM yakni Frits Ramandey , dan Rida Saleh ke polda Papua menunjukkan keseriusan terhadap Orang Papua yang di deskriminasi dan di tindas .
Demikian diungkapkan Haris Azar “ kami kira ini adalah salah satu perlakuan buruk dari aparat keamanan terhadap orang Papua, karena setiap ada kasus kriminalitas pasti berujung kepada pelanggaran HAM. Sejauh yang saya ingat di Abepura ini sudah ada 3 kasus pelanggaran HAM dua di antaranya adalah pada tahun 2006 uncen berdarah serta kongres Papua tiga kemarin  tegas Haris .
Sementara itu Selfius  Bobi  di ruang terpisah dari Forkorus saat di wawancari mengatakan “sebagian tahanan lain yang di tahan bersama mereka telah dipulangkan dengan jaminan dirinya sendiri, ia mengatakan” mereka tidak bersalah dan saya sebagai ketua panitia bertanggungjawab untuk kejadian tersebut  tegas Selfius Bobi.
Berbeda dengan dengan Forkorus ia mengatakan “ kalu ia sempat melindungi masyarakat yang saat itu sedang berada di dalam ruangan dengan menampakan diri terlebih dahulu kepada aparat meskipun saat itu sudah ada berapa orng yang di tangkap namun Forkorus tau betul kalau Dialah yang di cari oleh aparat  sehingga  “ saya berkewajiban untuk melindungi masyarakat saya tegas Forkorus .
Semntara itu Kabid Humas Polda Papua Kombes pol Wacyhono  ketika di tanyakan mengatkan “ kalau saat ini kami masih menyedidiki kasus nya dengan terus melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi , aparat yang saat itu bertugas juga tahanan itu sendiri,” tegas Wachyono.(mdc/cr32/don/l03)

WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 SILAKAN BERKOMENTAR :

silakan komentar anda!

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.

VideoBar

This content is not yet available over encrypted connections.