Tuesday, June 11, 2013

KRONOLOGIS 23 ORANG KERACUMAN MAKANAN DEIYA PAPUA

WEST PAPUA     2:56 PM  


ILUSTRASI
DESA YABA 23 ORANG KERACUNAN MELALUI MAKANAN AYAM KULKAS, TERJADI LAGI KAB. DEIYAI

Keracunan melalui makanan 23 orang terkena racun terjadi lagi di daerah Tigi-Deiyai pada ayam kulkas di jual oleh pedagang pendatang di kios-kios, berlanjut.

Kejadian itu dengan kronologis; Ibu satu dari desa yaba tepatnya di memiwo sala satu kampung. Dia pergi beli Sayur beras serta ayam kulkas, karena serombangan ibu-ibu mau kerja bersama saling bantu-membantu dengan gotong royong, bikin kebunnya ibu itu. Pada hari Rabu hari pasar tanggal 5 juni 2013, Ia tinggalkan ibu-ibu lain tempat kerja Kebun dan ibu itu pergi belinya.

Dia beli salah satu kios tempat jual ayam kulkas daerah pasar letak bagian barat bagian arah jalan Bomou. Pada saat beli Ibu Pedagang Penjual Ayam kulkas sambil mengajar cara masaknya dengan berkata “jangan pake bumbu lain, tapi pake bumbu ini dengan garam saja”. Ibu dari yaba beli ayam kulkas Tiga Ekor dengan bumbu yang telah bilang di kios yang sama. Kemudian kembali kerumah, ibu itu mulai masak dengan cara yang mereka biasa masak. 

Awal di bakar untuk hilangkan Es, kemudian di potong dan di rendam, setelah rebus lalu air di tumpahkan kemudian rebus kembali campur dengan sayur. Setelah masak langsung bawa ke tempat kerja di kebun, setelah selesai kerja ibu-ibu itu dan anak-anak mereka bagi merata dan makan bersama. Selesai makan Dua Jam kemudian, mereka terasa di perutnya agak kembung langsung pinsang dan mulai muntah semua yang makan itu baik dewasa ibu-ibu itu dan anak-anak mereka semua. Setelah mereka terasa muntah, ibu-ibu dan anak-anak mereka semua mulai lari ke mantri di waghete kota untuk mengobatinya, pada sorenya itu. Sampai tiba di waghete mereka ceritakan perjalanan itu , kemudia Mantri seorang laki-laki Bernama Yeskel Mote Mantri lama waghete dia ambil obat dan suntik; lanjut suntik masing-masing satu per satu dan dia berikan obat anti kimia racun itu. Setelah itu mereka sadar dan segar sehat kembali lalu pulang kerumah masing-masing di desa yaba.

Kemudian esoknya hari kamis tanggal 6 juni 2013, merangkum masyarakat yaba kumpul bersama serang ke pihak kios penjual, sampai tiba kios itu mereka hantam masuk hancurkan barang-barang kios itu, tidak pukul orangnya. Pada saat itu tiba-tiba Brimob tiba di tempat kejadian, Brimob Buang 3 (Tiga) Peluru menakutkan masyarakat setempat. Kemudian masyarakat minta uang berobat, dan ibu pedagang itu langsung kasi sepuluh juta rupiah untuk berobat, kemudian mereka bagi-bagi secukupnya dan satu juta itu kasi ongkos pengobatan kepada mantri yang telah mengobati mereka.

Penjelasan kronologis diatas ini, di jelaskan oleh Saksi mata ibu satu dan pelaku sendiri serta Sumi dari salah satu ibu pelaku bernama Ambros Mote, teman akrap penulis artikel ini, karena ada penjelasan dari istri temanku itu, ia adalah salah satu pelaku terkena racun itu. 

Dan kedugaan ibu itu permainan dari intel, tentara, brimob, titipkan untuk di jualkannya’’

Yang terkena Racun itu berjumlah 23 0rang hanya ibu-ibu dan anak-anak mereka yang ikut saja tanpa laki-laki satu pun. Dan diantara mereka tidak ada satu pun tewas/atau mati gara-gara racun itu. Semua selamat karena adanya mantri terdekat mereka.

Maafkan atas kekurangan pengambilan data saya karena masalah ini benar-benar terjadi; seperti di bawah ini :
- Saya telah ambil foto pelaku melalui HP tapi terhapus karena kena firus angel memorinya;
- Saya lupa tanya ambil nama terkena racun ;
- Saya lupa ambil foto dan tanya kios penjual ayam kulkas;
- Saya lupa tanya dan foto kepada mantri itu; 

Artikel ini Hasil wawancara dari pelaku dengan saya sendiri
Agusmote)*

SUMBER: FACEBOOK.COM

,

WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

papuatvnews

Loading...

Free West Papua Videos

Loading...

Aktivis Pro Papua Merdeka

Loading...

Free West Papua Compaign

Loading...