Tuesday, August 14, 2012

Aksi Damai AMP Menuntut: 50 Tahun New York Agreement, Indonesia, Belanda, America dan Pbb Segerah Mengakui Kedaulatan Negara West Papua

WEST PAPUA     11:09 PM   No comments

Aksi Damai Menuntut Amerika, Belanda, Pbb dan Indonesia Segerah
 Mengakui Kedaulatan Negara West Papua. Jogya Rabu, 15 Agustus 2012
(Foto: Istimewa/Dok.Amp/Momai)
YOGYAKARTA (UMAGI)-- Puluhan Masiswa yang Tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (Amp) komite Kota Yogyakarta, melakukan aksi damai, Rute aksi mulai long March Asrama Mahasiswa Papua "kamasan I" ke titik Nol kilo meter Depan Kantor Pos Pusat Malioboro Yogyakarta, pada Rabu (05/08/2012) Pukul : 09:00 pagi hingga 11: 50: siang. tuntutannya 50 Tahun New York Agreement, 15 Agustus 1962-15 Agustus 2012, PBB, AMERIKA, BELANDA DAN INDONESIA SEGERA MENGAKUI KEDAULATAN NEGARA PAPUA BARAT!!!” selanjutnya baca pernyataan sikap dibawah ini;

Setahun setelah deklarasi kemerdekaan Negara Papua Barat, 1 Desember 1961 ketegangan antara Indonesia dan Belanda semakin memanas. Karena itu Blok Barat, terutama Amerika Serikat segera melakukan berbagai intervensi politik. Intervensi ini tidak secara langsung namun dilakukan melalui PBB. Karena Sekjend PBB (U. Thant adalah orang asia dan lebih memihak Indonesia). Dalam upaya penyelesaian sengketa, Sekjend PBB memintan bantuan Mantan Dubes Ameriak di India, Bunker untuk menyusun suatu solusi yang kemudian dikenal dengan sebutan Proposal Bunker.

Proposal itu kemudian menjadi dokumen resmi yang ditanda tangani Belanda dan Indonesia mengenai Papua atau yang lebih dikenal dengan nama Perjanjian New York (New York Agreement) pada tanggal 15 Agustus 1962. Sejak proses pembahasan sampai dengan penandatanganan perjanjian itu tidak melibatkan satupun orang Papua. Kemerdekaan Papua Barat setahun sebelumnya segera diakhiri sebagai konsekwensi dari pelaksanaan perjanjian tersebut. PBB pun segera mengambil alih kekuasaan atas Papua pada 1 Oktober 1962.

Perjanjian New York terdiri dari 29 Pasal yang mengatur dan 13 macam hal yang intinya adalah mengenai pelaksanaan Hak Menentukan Nasib Sendiri bagi Rakyat Papua sesuai mekanisme Internasional, satu orang satu suara (one man, one vote).

Namun, sesuai perjanjian tersebut yang mengatur peralihan kekuasaan dari pemerintahan sementara PBB (United Nations Executive Autority) di Papua kepada Indonesia pada 1 Mei 1963 tidak berjalan dengan baik. Karena sejak penyerahan itu, berbagai operasi militer terbuka dan tertutup dilancarkan oleh Indonesia untuk meredam aspirasi Rakyat Papua yang menginginkan diakuinya Papua sebagai sebuah Negara.

Sehingga, sesuai perjanjian New York yang mengharuskan diselenggarakannya Hak Menentukan Nasib Sendiri di Papua maka pada 14 Juli sampai dengan 2 Agustus tahun 1969 diselenggarakan penentuan nasib sendiri di Papua yang oleh Indonesia diterjemahkan menjadi Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA). Sesuai perjanjian New York akan dilakukan penentuan nasib sendiri sesuai mekanisme Internasional yaitu satu orang satu suara (one man, one vote) namun dalam pelaksanaannya Indonesia menerapkan sistem keterwakilan. Dari sekitar 809.337 penduduk Papua yang memiliki hak pilih sesuai sensus pemerintah Belanda pada waktu itu, oleh Indonesia diambil 1.025 orang utusan yang ditempatkan dalam Dewan Musyawarah PEPERA (DMP).

Dari 1.025 orang utusan dalam DMP yang sebelumnya sudah dikarantina, cuma 175 orang yang memberikan pendapat (secara lisan). Sudah dapat ditebak hasilnya, PEPERA berhasil dimenangkan oleh Indonesia dengan suara mutlak. Fakta ini menunjukan bahwa proses pelaksanaan PEPERA 1969 adalah ilegal, penuh rekayasa dan tidak demokratis.

Maka, seusia kenyataan sejarah dan bertepatan dengan 50 tahun Perjanjian New York (New York Agreement) 15 Agustus 1962-2012, kami Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Yogyakarta menyatakan sikap politik kami kepada PBB, Amerika, Belanda dan rezim pemerintah Indonesia SBY-Boediona untuk segera :
1.      Mengakui kedaulatan Negara Papua Barat dan mengakui 1 Desember sebagai Hari Kemerdekaan Negara Papua Barat.
2.      Memberikan ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi di Papua serta menghentikan upaya pengekangan dan teror oleh Militer (TNI-Polri) Indonesia kepada Rakyat Sipil Papua.
3.      Menarik seluruh pasukan militer (TNI-Polri) organik dan non-organik Indonesai dari Papua.
4.      Membuka akses bagi jurnalis internasional untuk masuk ke Papua.

Demikian pernyataan sikap kami Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Yogyakarta, dan kami menyerukan kepada seluruh komponen Rakyat Papua untuk bersatu berjuang bersama mewujudkan cita-cita Pembebasan Nasional Bangsa Papua. Kami akan terus berjuang hingga cita-cita kami untuk merdeka sebagai sebuah Negara terwujud. (Kordinator Aksi : Roy Karoba)

WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 SILAKAN BERKOMENTAR :

silakan komentar anda!

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

papuatvnews

Loading...

Free West Papua Videos

Loading...

Aktivis Pro Papua Merdeka

Loading...

Free West Papua Compaign

Loading...