Friday, May 4, 2012

Masalah Degeuwo Pemerintah Paniai, Lsm Stop Lembar Batu Sembunyi Tangan

WEST PAPUA     12:53 PM   No comments

YOGYAKARTA (UMAGI)-- Aktivitas penambangan liar di Kali Degeuwo, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Papua, telah berlangsung sejak tahun 2003. 

Pertambangan emas liar  Degewo sumbang 19 M rupiah untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Paniai tahun 2012 ini.  Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Pania, Jordanius I. Mulyana, mengatakan, Degewo merupakan sumber PAD terbesar di Kabupaten Paniai. Adanya peningkatan PAD daerah dari 6 perusahaan yang mengelola tambang di daerah itu, menurut dia, sejak 2009 hingga 2012 ada peningkatan yang cukup signifikan. 

“Tahun 2012 ini 19 milyar rupiah. Kita masuk tahun 2010, tahun ketiga sekarang meningkat, sebab dia mulai star dari 9 milyar, kemudian yang 2010 menjadi 11 milyar, 2011 kemarin hanya 15 milyar sekarang 19 milyar. Yang pastinya bahwa untuk emas Degewo itu menjadi target PAD,” tuturnya.


Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Pania. Jordanius I. Mulyana, menambahkan, selain Degewo, tahun 2012 ini Paniai mendapatkan dana royalti dari PT. Freeport sebesar 22 milyar rupiah.

Pemerintah kabupaten Paniai lempar batu sembunyi tangan atas penderitaan rakyat sekitar lokasi Pertambangan Emas Degeuwo, Hasil PAD untuk Kabupaten Paniai 19M danah ini khusus bagi pejabat Kabupaten Paniai, tapi bagian untuk masyarakat  pemilik  tanah hak ulayat dan kerugian lingkungan serta tempat tinggal mereka keuntungan nya apa? yang mendapatkan keuntungan adalah dapat  tipu  dari pemerintah, Lsm, dan lain-lain, atas namakan masyarakat setempat.

Dampaknya rakyat jadi korban atas tanah-nya sendiri, lebih aneh lagi adalah daerah Degeuwo membuka lokasisasi  sekitar 5 buah  kaffe di tempat tersebut, tanpa seijin pemerintah, toko adat, toko gereja. kehadiran lokalisasi ini didalamnya kerja sama dengan Militer (Tni-Polri).

Hal ini  membuat orang asli disana tambah sedikit, sehingga populasi angkah jumlah HIV/AIDS khusus suku Mee  Paniai Wolani semakin meningkat,  Berdasarkan data per Desember 2011, Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) tercatat sekitar 10.785 orang dari total jumlah penduduk di Provinsi Papua sebanyak 2,8 juta jiwa (data sensus 2010).

"Meningkat sekitar 3 ribuan dari bulan Maret tahun yang sama, yang masih sekitar 7.355 orang," ujar Josef Rinta, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Selasa 14 Februari 2012. Papua memiliki 250 suku didalam suku-suku tersebut data yang diterima dari setiap Rumah sakit daerah maupun Puskesmas di setiap distrik di seluruh Jumlah terbanyak dari suku Mee Paniai.

Ironisnya lagi, di Pendulangan Emas Degeuwo  dijadikan sebagai bisnis Kerja sama dengan Militer Indonesia di fasilitasi dengan Kekuatan militer,  Jika pemilik tanah hak ulayat  dimintah untuk membelah haknya maka dihadapi dengan Popor senjata, sangat sadis lagi tanaman masyarakat di sana menjadi kering, tandus.

Dengan alasan itu solusi terakhir untuk selamatkan Orang Papua khususnya suku Mee dan Wolani Paniai dan Alam Papua sekitar daratan Pengiran kali Deyeuwo pegunungan Maka;
1.      Hentikan aktifitas Pendulangan Emas Secara Ilegal di sekitar  sugai Degeuwo
2.       Stop atas namakan  masyarakat untuk menjadikan Bisnis
3.      Berhenti Total mengambilan Emas Baik Individu Maupun Perusahaan
4.      Tolak untuk Rencana menjadikan pertambangan rakyat
5.      Stop Membuka Pos-Pos Militer di Degeuwo

Tuntutan diatas ini sering diucapkan oleh orang-orang yang berdomilisi di sekitar pinggiran sungai Kampung Lokasi Degeuwo dan Pemuda mahasiswa serta Itelektual Paniai.

Sumber lain menyatakan juga, salah satu warga Degeuwo, Johanes Kobepa dengan tegas mengatakan Degeuwo harus tutup, karena banyak sekali dampak negatif yang terjadi akibat penambangan liar di daerah tersebut.

Tiap harinya, puluhan ton dihasilkan dari pendulangan liar tersebut. Banyak warga non-Papua yang menambang dengan menggunakan alat-alat canggih, sehingga masyarakat setempat yang masih sangat tradisional dengan sendirinya tersingkir. 

Aparat TNI/Polri selalu membeking keberadaan penambang non-Papua, dalam beberapa tahun belakangan ini juga banyak warga sipil setempat yang menjadi korban akibat ditembak aparat keamanan.
 Masyarakat Adat Suku Mee, Moni dan Wolani yang berdomisili di sepanjang Kali Degeuwo, Kabupaten Paniai, melarang pengusaha helikopter dan pesawat Susi Air melayani penerbangan ke kawasan penambangan emas.

“Kami masyarakat tiga suku ini menyatakan bahwa mulai sekarang tidak boleh ada mobilitas kegiatan penambangan emas dan penerbangan dari Nabire ke kawasan Degeuwo,” ujar Pemangku Otorita Adat Suku Wolani, Willybrodus Magai, saat jumpa pers di Nabire, Sabtu (17/9).

Helikopter dan Susi Air yang selama ini melakukan penerbangan ke dan dari Degeuwo, menurut Magai, turut mendukung kegiatan penghancuran eksistensi kehidupan masyarakat setempat pasca adanya operasi penambangan emas secara ilegal yang masih berlangsung hingga saat ini. “Kami mau tutup lokasi pendulangan, jadi penerbangan itu harus segera distopkan,” tegasnya. (Andy’Go U)

Sumber: SMS, Facebook, Tabloid jubi, Papuaposnabire, Kompas

WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 SILAKAN BERKOMENTAR :

silakan komentar anda!

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

papuatvnews

Loading...

Free West Papua Videos

Loading...

Aktivis Pro Papua Merdeka

Loading...

Free West Papua Compaign

Loading...