Sunday, February 12, 2012

KORUPSI: MAHASISWA PERAKTEKKAN

WEST PAPUA     4:56 AM   No comments


YOGYA (UMAGI)-- Berbicara korupsi berarti berbicara mengenai uang, tidak bisa kita pungkiri itulah kenyataan yang kerap kali terjadi pada diri kita, orang disekitar kita maupun orang yang jauh diluar sana. Hanya karena uang apapun bisa terjadi, marah, benci, membunuh sudara sendiri, tidak memperdulikan orang lain, mengancam dan seterusnya itulah sifat-sifat yang akan nampak ketika kita mau atau sudah melakukan korupsi.
Menurut seorang pendeta yang memimpin sebuah gereja kecil di Jogya, setelah ditelusuri oleh beberapa ahli ekonomi di Amerika godaan paling jitu atau paling ampuh orang jatuh adalah uang. Sebab menurut data yang berhasil mereka kumpulkan mengenai korupsi akan uang pelakunya adalah semua kalangan, Pendeta, Pastor, Polisi, Presiden, Hakim, Jaksa, Pengacara dan lainnya.
Yaa itulah hebatnya uang, orang yang bisa kita andalkan untuk menjadi teladan atau menjadi panutan hidup saja jatuh apalagi yang lainnya. Terlepas dari itu, Alkitab juga telah mengatakan demikian bahwa uang adalah akar dari kejahatan. Maksudnya sangat jelas, demi mendapatkan uang apapun usaha bisa kita lakukan.
Tahun lalu 2011, Indonesia mencatat rekor  sebagai negara korupsi terbesar di dunia, dari kalangan eksekutif, yudikatif, legislatif sampai  ke jajaran aparatur negara terkecil semua sudah tergolong didalamnya. Contoh konkritnya seperti yang sudah kita ketahui bersama, SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono, orang nomor satu direpublik ini telah menggelapkan milayaran bahkan sampai triliun rupiah, yang berhasil di ungkapkan dengan bukti-bukti yang jelas oleh seorang aktivis HAM, George Junus Aditjondro melalui bukunya “Membongkar  Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank century”  dan “Cikeas Kian Menggurita” .
Bukan hanya itu, anak buahnya yang pada saat itu menjabat sebagai bendahara umum partai demokrat Muhammad Nazaruddin juga melakukan kasus yang sama dengan bosnya yaitu korupsi, tidak berhenti sampai disitu banyak sekali contoh yang mungkin sudah kita ketahui bersama.
Jadi di Indonesia rupanya korupsi menjadi sebuah ajang perlombaan, banyak para elit politik, para tokoh agama, para penegak keadilan seperti polisi, hakim, bahkan juga mahasiswa semua berlomba-lomba mencatat rekor.  Sangat tidak jelas hukum yang berlaku di republik ini, bingung siapa yang menjadi sopir dan siapa yang menjadi penumpang sepertinya semua sama, tidak bisa dibedakan.
Waahh..kalau sebuah negara sudah demikian, kira-kira solusinya apa yaa...??  tidak ada jawaban untuk menjawab pertanyaan ini, kalau dijawab juga percuma, karena dari awal sejak negara ini dibentuk sudah salah maka seterusnya akan salah terus. 
Coba kita lihat negara ini dari tahun ke tahun, hukum yang dibuat selalu dipermainkan seenaknya oleh para penguasa, hukum tidak pernah berpihak ke kaum miskin. Yaa itulah Negara indonesia, Negara yang tidak punya identitas yang jelas, tidak punya sejarah, bahkan tidak punya dasar yang kuat atau alasan kuat mengapa Negara Indonesia ini bisa di bentuk. Indonesia dibentuk hanya karena keegoisan sukarno.
Pemerintah papua
Korupsi di papua dalam beberapa tahun terakhir telah melunjak tinggi bahkan papua menjadi urutan pertama provinsi korupsi terbesar di Negara ini. Bukan hal luar biasa melainkan korupsi menjadi hal biasa yang dilakukan rutin oleh para elit politik, agamawi dan lainnya.
Barnabas Suebu S.sos, mantap gubernur sebelum turun jabatan, dia diduga melakukan korupsi 1,2 T (sumber: klik ini). Lalu anak buahnya pak Naftali Yogi S.sos, bupati Kabupaten Paniai, selama 5 tahun dalam masa kepemimpinannya tidak pernah ada pembangunan, tidak pernah buat satu program yang mengeluarkan biaya besar yang bermanfaat dan berguna bagi masyarakat.  Jadi bingung uang Otonomi Khusus, APBD, dana royalti dari PT FI pertahun yang dicucurkan dikemanakan semuanya.
Kemudian kabar terakhir dari Nabire, setelah pak Isaias Douw menjadi orang nomor satu, menurut salah satu orang terpercaya pak bupati mengatakan, semua uang dipegang langsung oleh pak bupati, para pimpinan instansi terkait bingung apa yang mereka harus perbuat, program kerja sudah mereka buat dan ajukan tapi sampai detik ini dana belum juga dicairkan. 
Dari tiga pemimpin diatas telah mewakili semua pemimpin yang ada di papua, tidak ada yang benar, mereka melangkah dan buat semau apa yang mereka pikir dan indonesia pikir bukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jelas perlakuan mereka telah melanggar hukum, KPK (komisi pemberantas korupsi) sebagai lembaga negara yang bertujuan untuk menangkap dan mengadili para tersangka korupsi tidak pernah kerja jujur sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya khususnya di tanah papua.

Para korupsi asal papua tidak pernah ditangkap, mereka dibiarkan begitu, sebenarnya mengapa dan ada apa dibalik semua itu...? (jawab sendiri)

Mahasiswa Papua
Tidak ketinggalan rupanya korupsi juga sudah mulai nampak dilingkup mahasiswa, sekitar 5 - 6 tahun yang lalu pasca beberapa kabupaten di papua dimekarkan, organ sosial dari ikatan mahasiswa juga ikut pisah. Semua berdiri membentuk ikatan masing-masing sesuai kebupatennya.
Setiap tahun pemerintah daerah masing-masing selalu membagi uang pendidikan bagi mahasiswa/i yang menjalani Tugas Akhir (TA), KKN, dan PKL  untuk sekedar meringankan beban orang tua dan juga uang pemondokan berupa kontrakan.
Dipulau jawa bukan hanya satu kota study saja yang punya masalah mengenai penggelapan dana (korupsi), hampir semua ada.  entah itu yang dibuat mahasiswa tertentu atau kelompok, kaka senioritas, para tugas belajar, atau dari badan pengurus ikatan itu sendiri.
Misal, 76 juta yang hilang di kalangan Mahasiswa Paniai Yogyakarta sampai sekarang belum juga terungkap siapa dalang atau otak dibalik semua itu, beberapa hari lalu (7/02/12) sebelum peresmian asrama permanen telah dibahas bersama Pemda namun belum juga diketahui siapa-siapa yang bermain dalam skenario yang sudah di setting secara sistematis.
Itu contoh nyata yang sudah terjadi diantara Mahasiswa Paniai, heran mahasiswa yang sebenarnya harus menjadi panutan hidup yang baik bagi orang lain malah mengajarkan hal-hal buruk. Apa jadinya nanti kelak ketika pulang ke pupua, perilaku busuk yang sudah di pelajari itu kah yang mau diterapkan nanti atau mau menjadi koruptor kaliber.
Tidak ada untungnya, banyak dampak buruk yang akan menimpa kita, misal akan merusak citra diri sendiri, nama baik hancur, tidak ada kepercayaan dari orang lain dan lainnya.  Tidak ada pilihan lain, lebih baik Stop dari sekarang dan berpikir apa yang baik dan berguna bagi diri sendiri maupun orang lain.
“Makan sepiring nasi dari hasil usahamu sendiri akan lebih berharga dan lebih puas ketimbang makan sepiring nasi dari hasil curian jatah orang lain” 
(amoye yogi)

WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 SILAKAN BERKOMENTAR :

silakan komentar anda!

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

papuatvnews

Loading...

Free West Papua Videos

Loading...

Aktivis Pro Papua Merdeka

Loading...

Free West Papua Compaign

Loading...