Tuesday, November 8, 2011

Seruan Aksi 08 November 2011

WEST PAPUA     4:17 AM   No comments

BERSATU UNTUK PEMBEBASAN NASIONAL
Hidup Rakyat Papua! Hidup Kaum Buruh! Viva Demokrasi!

Imperialisme, kolonialisme, neokolonioalisme (neo liberalisme) itu faktor yang membuat rakyat Papua menderita hingga kini. Kekayaan Papua dirampok, manusia dan alamnya dicabik tanpa ampun, kesejahteraan hanya janji, keadilan hanya mimpi. Ketertindasan, darah-air mata, teror dan rasa takut, hilangnya kepastian hak hidup dan ancaman pemusnahan masih terjadi. Penyerbuan terhadap massa Kongres Rakyat Papua ( KRP ) III dan pergulatan buruh PT. Freeport Indonesia adalah cuplikan episode sejarah terkini tanah ini, sekaligus sketsa wajah kapitalistik-militeristik rezim SBY-Boediono.



Perhelatan KRP III, adalah wujud demokrasi rakyat, tapi dihadapi dengan kekuatan ribuan pasukan TNI-Polri dengan peralatan mematikan. Lapangan St. Zakeus Tauboria, Jl. Yakonde, Jl. Sosiri dan pebukitan Abepura menjadi saksi bisu atas penyerbuan alat kekerasan Negara yang sangat arogan dan tak manusiawi perlakukan rakyat sipil yang berkumpul secara damai untuk merumuskan pikiran politiknya. Saat itu, tiga orang dibunuh dengan timah panas aparat, yakni: Daniel Kedepa, Max Asayeu dan Yakob Samon Sabra. Ratusan orang ditangkap, ratusan menderita luka akibat penganiayaan berat dan ringan, diantaranya ada yang menderita luka tembak. Mr. Forkorus Yaboisembut dan Mr. Edison Waromi serta empat orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka makar.

Di Timika-Tembagapura, 8000 buruh FI lawan penghisapan oleh segelintir manusian. Mereka berkeringat siang-malam tingkatkan kuota produksi perusahaan, namun upah yang diperoleh diskriminatif. Mereka mogok demi upah dan kesejahteraan yang sesuai. Dipayungi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT. Freepoort Indonesia, mereka tempuh sejumlah langkah meski PT. FI tetap tutup mata-telinga, merekayasa situasi dan melancarkan tindakan tidak manusiawi. Terjadi penembakan secara terang-terangan juga misterius terhadap buruh dan masyarakat hingga memakan korban jiwa. Ancaman PHK sepihak, teror dan intimidasi terhahdap buruh juga dilakukan. Bahkan tahap negosiasi yang kini berjalanpun terancam gagal karena aparat keamanan berencana intervensi proses ini dengan ancaman bubarkan paksa blockade pemogakan buruh.

Kasus buruh PT. FI ini melengkapi citra Freeport di Papua sebagai kerajaan bisnis yang jahat dan tidak adil. Kontrak karyanya illegal sebab tak libatkan representative rakyat Papua dan demi kepentingannya. Dunia maklumi pengingkaran hak politik rakyat-bangsa Papua. Mayoritas rakyat Papua di sekitar konsensinya tidak sejahtera, terjadi kesenjangan social, penduduk asli makin tersingkir, tanah adatnya dirampas dan aktifitas pertambangan ini mendatangkan kerusakan lingkungan yang parah. Areal tambang inipun cocok dijuluki “tambang darah” sebab tak pernah bebas dari konflik yang ujungnya pertumpahan darah. Sebut saja kekerasan aparat keamanan terhadap warga sipil setempat yang tidak pernah surut dan ‘seting’ konflik horisontal. Artinya, bisa dikatakan, kehadiran Freeport di Papua cenderung mendatangkan rugi dibanding untung, orang Papua terus menjadi tumbal keserakahan perusahaan raksasa milik kaum kapitalis ini.

Sebagai refleksi atas kondisi itu dan mendorong terbukanya ruang demokrasi di Tanah Papua seluasnya serta menentang Kekerasan Negara di Tanah Papua Barat maka, Gerakan Rakyat Demokratik Papua ( Garda-P ) bersama Pemuda dan Mahasiswa Papua akan melaksanakan Aksi Damai di halaman Gedung DPRP pada hari selasa besok (08/11/11); Untuk itu, kami mengajak dan menyerukan kepada Masyaraka Papua bahwa :

1. Segera Bersolider dalam Aksi Kemanusiaan
2. Segera Konsolidasikan diri, merapatkan barisan rakyat dan bergabung dalam Aksi Kemanusiaan besok
3. Bebaskan diri dari rasa ketakutan dan beranikan diri untuk melawan ketidak adilan
4. Rakyat yang akan bergabung dalam aksi tersebut dilarang membawa barang-barang tajam dan barang- barang terlarang lainnya. Serta dilarang ikut aksi dalam keadaan Mabuk ( Mengkomsumsi Minuman Beralkohol )

Demikian Seruan Aksi Kemanusiaan ini, Atas dukungan dan Partisipasinya kami menyampaikan terimakasih.
Numbay, 7 November 2011

BOFIT BOFRA
Pjs, Ketua

WEST PAPUA


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 SILAKAN BERKOMENTAR :

silakan komentar anda!

Google+ Followers

Translate

Followers

NEWS

papuatvnews

Loading...

Free West Papua Videos

Loading...

Aktivis Pro Papua Merdeka

Loading...

Free West Papua Compaign

Loading...